Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#129


Tidak ada yang tahu bagaimana ke depannya hidup ini yang penting kita harus mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok. Hari pernikahan Lin Yunzia pun datang, sejak pagi setiap pelayan sudah mulai bekerja.


Masing-masing prajurit juga mulai bersiap pada posisi penjagaan menunggu tamu yang datang. Penjagaan di istana diperketat dari berbagai penjuru, mereka juga memakai pakaian tempur dan dengan gagahnya bersiap di posisi masing-masing.


Pagi-pagi sekali Liu Zixia sudah bangun dan mulai membantu menyusun persiapan yang akan digunakan dalam acara, Liu Zixia sebagai Permaisuri harus mengambil tanggung jawab sebelum menyerahkan posisinya pada istri Lin Yunzia.


"Hum, akhirnya dia menikah dengan tujuan serius. Selama ini dia hanya bermain-main dengan wanita itu saja bahkan memakai selir kakaknya sebagai mainan." Liu Zixia mengeluh sembari membersihkan keringatnya yang berjatuhan.


Lin Yuhua di sisi lain tersenyum mendengar apa yang dikatakan Liu Zixia, di istana ini memang selain dia tidak ada lagi yang bisa membedakan mana Kaisar dan mana adiknya. Liu Zixia bersandar pada Lin Yuhua ketika rasa lelah menyerang tubuhnya.


Kehamilan yang mulai membesar membuat ia kesusahan bergerak, itu sebabnya Liu Zixia lebih suka berada di dalam kamar mengurung diri atau bermain ke dalam dimensi yang ada di gelangnya. Liu Zixia akan berlatih meracik obat setiap hari karena ketika membuat racun keributan akan terjadi baik di dalam ruang maupun di luar.


Di sisi lain kemampuan suami Liu Zixia ya g lain juga meningkat drastis, terlebih Ye Lian yang lebih memilih di dalam gelang milik Liu Zixia menjadi semakin meningkat dari yang lain baru-baru ini. Semua persiapan pernikahan telah selesai dan tamu juga sudah mulai berdatangan termasuk dua orang yang waktu itu menjebak Liu Zixia.


Saat Liu Zixia mencari matanya ditutupi oleh Long Ze menggunakan tangan sembari memberikan tatapan tajam pada pria yang telah menjebak Liu Zixia.


"Setelah ini kita akan mencari keberadaan Ruan Zu, tapi yang aku takutkan adalah Ruan Zu menemukan kekuatan lain yang akan membuat kita kesusahan. Apalagi dengan kehamilan Liu Zixia, adakalanya dia akan berada dalam posisi lemah dan posisi itu adalah ketika dia melahirkan anak kita." Ling Zhi mengeluh dengan nada dramatis.


Akan tetapi apa yang dia katakan adalah kebenaran, pada saat melahirkan Liu Zixia memang berada pada titik terlemah.


"Sekarang itu bukan masalah lagi, dulu dia mengalami kehancuran karena semua keluarganya dibantai dan ruang yang ia miliki tidak membuat dia bisa masuk ke dalam hanya jiwanya saja yang bisa masuk, tapi sekarang dia dan kita bisa masuk jadi akan aman ketika dia melahirkan di dalam ruangan. Lagipula ada Ru Ansan dan juga kalian yang bisa menjaganya." Lin Yuhua berbicara apa adanya.


Semuanya mengangguk, di acara yang penting ini semua suami Liu Zixia berkumpul untuk merayakan pernikahan Lin Yunzia. Lin Yunzia di sisi lain begitu bahagia, senyum di bibirnya tidak kunjung hilang saat menatap wanita di sampingnya.


Wanita yang ia temui secara tidak sengaja itu berhasil memikat hatinya membuat ia jatuh hati