
Ruan Zu menatap Lin Yuhua mengiba, wajahnya memelas seolah dia ingin Yu Zixia mendapatkan hukuman karena telah mendorongnya hingga jatuh dan terjungkal.
Lin Yuhua memandang kepergian Yu Zixia dengan rasa bersalah yang terlihat jelas di dalam bola mata indahnya. Sedangkan Lin Yunzia yang melihat dari kejauhan hanya tertawa kecil.
"Ingin sekali aku menertawakan kebodohan saudaraku itu tapi aku tak berdaya, kekuatannya jauh lebih besar dariku. Sayang sekali dia tidak bisa berpikir lebih baik dariku," cemooh Lin Yunzia sebelum terbang menjauh meninggalkan tempatnya bersembunyi.
Lin Yuhua menatap tempat yang tadi ditinggalkan oleh Lin Yunzia, dia merasa kesal dan marah karena bukannya membantu kembarannya itu malah pergi begitu saja.
"Bawa nona kalian ke kediamannya! Jika sekali lagi kalian membiarkan dirinya berkeliaran maka kalian yang akan aku hukum," ancam Lin Yuhua seraya berbalik pergi menuju tempat Yu Zixia melarikan diri tadi.
"Apakah kau tega kepadaku? Dulu kau bisa menghukum Permaisuri Yuhuan untukku, kenapa sekarang kau membiarkan dia pergi begitu saja setelah melihat dengan jelas apa yang dilakukannya padaku?" ucap Ruan Zu mengiba.
Air matanya mengalir deras saat melihat ketidakpedulian yang ditujukan Lin Yuhua padanya.
"Aku hanya ingin menjaga jarak denganmu, aku tidak ingin Permaisuri marah melihatku dekat dengan perempuan lain." Lin Yuhua menjawab tanpa peduli.
"Apa karena aku tidak bisa melayani dirimu sehingga kau marah dan memilih pergi dariku?" tanya Ruan Zu dengan air mata yang semakin mengalir cepat.
"Apa karena aku tidak bisa hamil lagi sehingga kau tidak menjadikan diriku sebagai salah satu istrimu yang diakui?" tanyanya lagi mendesak Lin Yuhua.
"Bukan karena itu, tapi karena aku tidak bisa mencintaimu seperti dulu lagi. Hatiku sudah dibawa pergi oleh Liu Zixia dan sekarang juga telah dicuri oleh wanitaku, Permaisuri kerajaan Yuhuan." Lin Yuhua melangkah pergi tanpa melihat lagi ke belakang.
"Makanlah yang banyak! Ketika kalian sudah gemuk dan berisi aku akan menjadikan kalian ikan bakar yang paling lezat dan nikmat." Yu Zixia berbicara dengan hati yang senang.
Para pelayan yang mengikutinya bahkan tertawa kecil saat mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya.
"Jangan Yang Mulia Permaisuri! Jika Yang Mulia Kaisar tau beliau akan marah dan menghukum Anda," ingat Kasim yang mengikutinya dengan suara pelan yang gemetar.
"Kenapa?" tanya Yu Zixia heran dan juga bersemangat. Yu Zixia memang sangat ingin membuat Lin Yuhua marah dan akhirnya membiarkan ia pergi dari istana ini.
"Ikan-ikan ini ditinggalkan oleh Permaisuri terdahulu, maksudnya ikan-ikan ini adalah peliharaan beliau sebelum beliau meninggal." Kasim Li yang mengikuti Yu Zixia menjelaskan.
Yu Zixia memerhatikan ikan-ikan yang berenang, dia mencoba mengingat berapa banyak ikan yang dulu dipeliharanya di istana ini.
Setelah berusaha keras mengingat Yu Zixia akhirnya berhasil mengingat dengan jelas seperti apa ikan yang dulu dipeliharanya dan berapa ekor jumlahnya.
"Benarkah? Berapa banyak dulu yang dipelihara oleh Permaisuri kalian? Bukankah semua pelayan dan Kasim yang mengikutinya dihukum mati?" tanya Yu Zixia sengaja memancing informasi.
"Jangan bertanya pada mereka?" larang Lin Yuhua dengan keras saat melihat kelicikan di mata Yu Zixia.