
Zixia merasa tubuhnya sangat kesakitan, mungkin akibat ledakan yang terjadi meski tidak berbahaya rasa sakit yang ditimbulkan tidak bisa membuat dirinya bergerak dengan bebas. Yuhua yang menyadari kalau Zixia masih merasa sakit memaksa Zixia untuk beristirahat, Zixia menuruti keinginan Yuhua.
"Apa yang kau letakkan di depan gua hingga tidak ada yang bisa melihat mulut gua ini?" tanya Zixia dengan kepala bersandar di dada Yuhua.
Yuhua tidak menjawab, dia hanya tersenyum lalu mengusap lembut rambut Zixia. Hal itu membuat Zixia menutup mulut karena mengantuk, Zixia akhirnya tertidur kembali di pelukan Yuhua dengan berat badan dibebankan pada Yuhua.
Yuhua memperbaiki posisi tidur Zixia, setelah memastikan semua aman, Yuhua berjalan menuju ke depan mulut gua dengan tangan berada di punggung. Yuhua mengibaskan tangan dengan mulut membaca mantra hingga apa yang ada di depan gua terlihat dengan jelas, Yuhua melihat kepergian orang itu.
Dia membacakan mantra lagi melemparkan sesuatu yang ada di tangannya ke arah orang yang ada di bagian paling belakang, orang itu terjatuh dengan wajah menghantam tanah. Hujan seperti ini membuat seluruh tubuhnya langsung ditutupi lumpur, orang itu membuat suara gaduh hingga semua yang ada di depan berhenti bergerak.
Melihat temannya tersungkur, bukannya menolong mereka malah tertawa sembari memegang perut. Yuhua mengibaskan tangan lagi, kali ini dia sengaja mengirimkan racun gatal yang ia dapatkan dari Zixia beberapa waktu yang lalu.
"Kau kenapa? Apa ilmu yang kau miliki sekarang menurun hingga kau bisa tersungkur seperti itu?" tanya yang lain dengan tangan bergerak-gerak di udara.
Pria itu melihat ke belakang, dia merasa kakinya tidak menginjak batu ataupun tersangkut akar pohon tapi kenapa dia bisa jatuh begitu saja. Dia merasa ada yang mendorong kakinya, tapi dia tahu tidak ada orang di belakang.
"Ada yang mendorongku hingga jatuh, aku tidak tahu siapa yang berbuat jahat seperti itu tapi aku sangat yakin kalau kakiku tidak menginjak batu ataupun tersandung akar pohon." Pria itu bangkit dari posisi jatuhnya.
Yuhua menatap semua itu dengan pandangan dingin lalu berbalik lagi ke dalam gua, "heh, kau pikir mudah menemukan tempat ini!" ejek Yuhua dengan cemoohan tertulis jelas di bibirnya.
Yuhua duduk kembali di sisi Zixia, dia memeriksa pria itu apakah sudah membaik atau malah kondisinya menurun. Setelah memastikan kalau pria itu baik-baik saja Yuhua kembali memberikan obat, dia bersandar di dinding gua dengan paha menjadi bantal bagi Zixia.
Sore harinya Zixia terbangun dengan perut berbunyi, Zixia duduk perlahan dengan tangan menyentuh perutnya.
"Kau lapar?" tanya Yuhua dengan tangan terulur, di depan mereka sekarang ada aroma makanan yang begitu menggoda.
Anggukan kepala diberikan Zixia pada Yuhua, hujan lebat yang masih turun memunculkan suara aneh tapi menenangkan. Zixia langsung melahap makanan yang diberikan oleh Yuhua padanya, pria yang tadi pingsan juga terbangun akibat bau makanan yang kuat di udara.
Perutnya juga terdengar keroncongan membuat Zixia langsung menyembunyikan makanan yang dimilikinya ke samping.
###
Terima kasih dukungan dan semangat yang telah diberikan, terima kasih juga udah sabar menunggu cerita aku 🥰🥰🥰🥰