
"Suamiku apa yang kau lihat? Ayo lihat keadaan putri kita! Kenapa semua ini bisa terjadi? Aku harap kau bisa memanggil Tabib terbaik untuk merawat anak-anak kita," ujar Bai Yan dengan raut wajah sedih.
Melihat kesedihan di wajah Bai Yan, Liu Zhang menjadi tidak tega hingga akhirnya mengabaikan pikirannya sendiri. Bai Yan dan Liu Zhang masuk ke kamar putri pertama mereka, dulu putri mereka adalah gadis yang paling cantik di desa itu.
Sekarang kecantikan itu sudah tidak ada lagi, yang terlihat hanyalah seorang wanita muda menakutkan dengan beberapa luka gores di leher serta tangannya. Wajah cantik yang dulu ia banggakan hingga bisa bersikap sombong dan semena-mena ditutupi noda hitam besar yang lama-kelamaan makin memenuhi seluruh wajahnya.
"Bagaimana ini mungkin?" ujar Bai Yan terkejut.
Bai Yan melihat noda hitam besar di wajah Liu Yan dengan perasaan campur aduk, jejak hitam ini sama persis dengan tanda racun yang ia berikan pada Liu Zixia.
"Cari Liu Zhong! Ini pasti perbuatannya, dia yang ingin mencelakai anakku." Bai Yan berteriak keras dengan wajah menunjukkan kemarahan luar biasa.
Seakan lupa akan kesalahan yang telah ia perbuat pada Liu Zixia dan Liu Zhong, Bai Yan melimpahkan semua kesalahan ini pada pundak Liu Zhong yang telah ia siksa, ia beri racun dan juga ia kurung di gudang.
"Tidak mungkin dia," tolak Liu Zhang cepat, Bagaimanapun Liu Zhang masih menggunakan logikanya. "Dia disiksa hingga tidak bisa berdiri, kau bahkan memberikan ia racun untuk melumpuhkan syaratnya. Lalu bagaimana mungkin dia bisa ke luar? Bukankah kita sendiri yang melihat keadaannya waktu itu."
Apa yang dikatakan Liu Zhang memang tidak salah karena ia sendiri melihat keadaan terakhir Liu Zhong, jadi menurut Liu Zhang hal ini sangat tidak mungkin sama sekali.
"Kita tidak bisa melepaskan dia, biar bagaimanapun noda hitam di wajah Yan kita sama dengan tanda racun di wajah Liu Zixia saat itu." Bai Yan tidak mau mengalah.
Setelah melihat kondisi anak pertamanya, Bai Yan melihat kondisi putri ke-duanya yang sama menyedihkannya dengan Liu Yan. Hanya saja noda hitam di wajah Liu Ze berukuran lebih kecil yaitu hanya bagian dahi atas saja yang memiliki noda hitam itu.
"Siapa yang tega melakukan ini? Lihatlah putriku yang menyedihkan, mereka akan mengalami masa-masa sulit beberapa hari ke depan." Bai Yan mendesah, menurut Bai Yan racun ini akan mudah dihilangkan hingga dia tidak terlalu cemas.
Pelayan yang mencari keberadaan Liu Zhong kembali dengan wajah pucat, dengan nafas tersengal ia akhirnya sampai di sisi Liu Zhang yang saat ini menemani Tabib memeriksa keadaan Liu Yan.
"Tuan Tua ini sangat gawat, Tuan Muda Pertama sudah tidak berada di gudang lagi, tali untuk mengikat dirinya sudah hancur. Ada pesan di kain putih saya temukan di sana," uajr pelayan itu sembari menyerahkan kain putih terlipat secara acak-acakan.
*Bagaimana hadiah yang aku berikan? Oh, aku harap kau senang menerima. Aku bukan orang yang picik hanya saja aku suka membalas lebih banyak dari rasa sakit yang aku rasakan.
Putrimu terlihat semakin cantik dengan tempel itu, aku bahagia melihat penderitaan kalian. Ini baru langkah pertama, bersiaplah untuk langkah selanjutnya. Mari kita bersenang-senang bersama*.
Tulis Liu Zixia di kain putih itu, tangan Liu Zhang bergetar hebat. Kemarahan memenuhi hati Liu Zhang tapi dia tidak tahu bagaimana cara melampiaskan semua itu.
"Racun ini tidak bisa disembuhkan, kau mungkin pernah mendengar tentang ahli racun dari perguruan Lembah Cahaya, racun ini adalah miliknya. Bagaimana bisa keluarga kalian mencari masalah dengan orang yang seharusnya tidak kalian ganggu, bahkan gurunya sendiri tidak bisa mengobati racun miliknya. Keluarga kalian sudah tamat," ujar Tabib itu keras sebelum lari terbirit-birit ke luar kediaman Liu.
Wajahnya pucat, sepanjang jalan ia terus melihat ke belakang takut tiba-tiba ada serangan mendadak hingga nyawanya melayang sia-sia.