Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#147


Lin Yuhua telah selesai menyerap khasiat dari buah iblis, matanya yang sejak tadi terpejam telah terbuka sepenuhnya. Ia melihat sekeliling mencari keberadaan Liu Zixia, ia menemukan Liu Zixia tengah duduk bersandar di bahu Long Ze di bawah pohon rindang dengan mata terpejam seperti sedang tertidur.


Lin Yuhua berjalan ke arah mereka secara santai, sedikit pun matanya tidak beralih dari wajah tenang Liu Zixia seolah mereka kembali ke masa lalu di mana Liu Zixia sering bersandar pada salah satu dari mereka.


"Sejak kapan dia tidur?" tanya Lin Yuhua lembut nyaris seperti bisikan pada Long Ze takut membuat Liu Zixia terbangun.


Long Ze menatap Lin Yuhua, memberinya kode untuk mendekat agar bisa memindahkan kepala Liu Zixia dari bahunya. Lin Yuhua langsung mengerti, dia duduk bersandar mencari tempat yang nyaman lalu meluruskan kakinya agar bisa dijadikan bantal untuk Liu Zixia.


"Dia baru saja tidur belum lama ini, setelah meracik berbagai ramuan mungkin dia merasa lelah." Long Ze menjawab dengan santai sembari memijat bahunya yang hampir mati rasa.


"Kenapa tidak memindahkannya ke kereta? Aku yakin Ling Zhi pasti mencari kita," ujar Lin Yuhua.


Sekejap mata Lin Yuhua menghilang dari sana lalu muncul di dalam kereta. Ia mengambil bantal lembut lalu memindahkan kepala Liu Zixia, Lin Yuhua berjalan ke luar dari kereta duduk di samping Ling Zhi.


"Apa yang terjadi? Apa ruang milik Zixia mengalami sesuatu?" tanya Ling Zhi penasaran.


Lin Yuhua menggeleng, ia menatap lurus ke depan sebelum tiba-tiba saja telinganya mendengar suara tangisan keras. Buru-buru Lin Yuhua terbang ke asal suara yang ternyata dari arah kanan kereta melaju.


Lin Yuhua terus mencari asal suara, dia berpindah dari satu pohon ke pohon lain lalu menemukan sekelompok anak perempuan ditarik paksa masuk ke dalam kereta. Lin Yuhua langsung mendekat ke sana berniat untuk mencari tahu apa yang terjadi namun kehadirannya ternyata ketahuan oleh orang-orang itu.


Mereka yang terkejut langsung menyerang Lin Yuhua menampilkan wujud asli mereka yang setengah manusia setengah iblis itu.


Tampilan mereka yang aneh tidak seperti iblis asli yang memiliki telinga runcing dengan mata merah. Jelas kalau mereka bukan berasal dari dunia iblis seperti makhluk di desa itu.


"Ya, kami semua dari Sekte Hitam. Kami di sini untuk menangkap gadis-gadis remaja yang cantik ini untuk kelangsungan hidup kami semua. Bahkan kami juga menginginkan bayi yang baru lahir untuk dimakan," ujar mereka dengan bangga.


Gadis-gadis itu semakin ketakutan, tangisan histeris mereka membuat Ling Zhi menghentikan kereta lalu terbang untuk melihat apa yang terjadi. Tubuh para gadis muda itu bergetar tidak terkendali, air mata mereka jatuh berderai dengan kesedihan luar biasa.


Lin Yuhua yang diserang secara bersama-sama merasa kesulitan sebab semua kekuatan miliknya belum bisa digunakan karena dia baru saja selesai menyerap buah iblis. Tangan kanan Lin Yuhua terluka dengan darah hitam ke luar dari tubuhnya sebelum menghilang begitu saja.


Ling Zhi ikut di dalam pertempuran, membuat para musuh mulai merasa kewalahan.


"Kenapa kau begitu lemah sekarang?" tanya Ling Zhi kesal karena baju yang dipakainya terkena darah musuh.


"Aku baru saja memakan buah untuk menetralkan kekuatan di dalam tubuhku. Aku ingin kekuatan ini stabil hingga bisa menjaga Liu Zixia dengan lebih baik lagi." Lin Yuhua menjawab tanpa menoleh.


Ia sibuk menghadapi empat musuh yang menyerangnya dari segala arah. Ling Zhi dengan santai menghabisi para murid Sekte Hitam menggunakan pedang miliknya yang selalu disimpan itu.


"Tangkap satu hidup-hidup untuk menanyakan di mana sarang mereka. Aku lelah berjalan ke sana-kemari untuk mencari, jika bisa dengan mudah kenapa tidak." Lin Yuhua memberi perintah pada Ling Zhi.


Mendengar apa yang dikatakan dua orang di depannya murid Sekte Hitam mulai takut lalu memikirkan rencana untuk kabur. Mereka saling memberi kode berniat untuk melarikan diri dari sana secepat mungkin.