
Liu Zhang yang sedang memeluk Bai Yan terlihat berpikir keras, tapi matanya terus mengarah ke tempat wanita yang masih ia sembunyikan. "Aku akan memikirkannya dengan baik, ide yang kau miliki sangat bagus. Dengan dua putri keluarga kita menjadi wanita terhormat di kerajaan maka kita akan bisa ikut pindah ke pusat juga. Kekayaan dan kekuasaan akan kita miliki cepat atau lambat."
Bai Yan mengangguk senang, saat tangan Bai Yan ingin meraba bagian bawah Liu Zhang. Liu Zhang memegang tangan Bai Yan dengan cepat, "Ini ruang belajar, pergilah ke halamanmu atau halaman putra dan putri kita. Nanti malam aku akan mengunjungi dirimu," bisik Liu Zhang pada akhirnya.
Bai Yan mengangguk antusias, dia berdiri dengan cepat dari pangkuan Liu Zhang. Bai Yan merapikan pakaiannya sebelum ke luar dari ruang kerja, senyum penuh keinginan masih tercetak jelas di bibir Bai Yan saat ia meninggalkan halaman ruang belajar.
"Apakah Nyonya sudah pergi?" tanya Liu Zhang pada anak buahnya yang berjaga di luar dengan suara keras.
"Sudah, Tuan!" jawab orang itu cepat.
"Berjaga di depan pintu masuk utama! Cegah siapapun masuk ke sini apapun caranya, jika melawan kau bisa mengatakan kalau aku sedang memikirkan cara mengobati anak-anakku." Liu Zhang memberi perintah dengan suara keras.
Tidak ada jawaban di luar, tapi Liu Zhang tahu kalau pesanannya telah diterima oleh anak buahnya. Liu Zhang berjalan ke kamar rahasia di ruang belajar, dia membuka pintu dengan penuh semangat.
Ketika masuk ia melihat wanita itu dengan keadaan menggoda, bahunya terbuka lebar dengan setengah gaun telah tercecer di lantai. Satu kaki di atas kasur dengan posisi V terbalik sedangkan kaki lain menjulur ke depan membentuk garis lurus. Posisinya yang miring membuat bagian puncak kembarnya yang mulus terlihat menjuntai tegak ingin dijelajahi.
"Anda kembali, Tuan? Saya kira Anda akan meninggalkan saya di sini sendirian," ucapnya dengan suara lirih menggoda yang langsung menyentuh hati Liu Zhang.
Liu Zhang berjalan mendekat, meraih wanita di depannya ke dalam pelukan hangat yang penuh kasih. "Tidak mungkin aku melupakanmu, gadis secantik dirimu begitu menyenangkan mata serta hati." Liu Zhang berusaha membujuk.
Gerakan tangan yang ia lakukan secara acak menggelitik jantung Liu Zhang, gerakan-gerakan itu kadang berubah nakal hingga suasana terasa memanas. Liu Zhang meraih tangan wanita itu, ia menciumnya dengan penuh kasih.
"Kau benar, semua yang terjadi pada keluarga Ruan serta keluarga Bai bisa jadi karena campur tangan Liu Zixia, apalagi dia sekarang Permaisuri Yuhuan jadi tidak ada yang tidak bisa ia lakukan. Aku akan mendengarkanmu, cepat atau lambat aku akan menjadikanmu sebagai istriku." Liu Zhang mengecup kening wanita yang saat ini berada di dalam pelukannya.
Tangan Liu Zhang menyentuh bola bundar yang menggantung di dada wanita itu membuat wanita yang tidak memakai pakaian cukup itu mendesah manja. Liu Zhang tergoda kembali dan akhirnya di dalam sana kegiatan olahraga kembali berlangsung.
Bai Yan masih merasa gembira, ia berjalan ke halaman putri pertamanya, Liu Yan. Ketika masuk, ia tidak menemukan satu pun pelayan di dalam sana. Tanpa curiga Bai Yan melangkah mendekat ke dalam kamar di mana putrinya tengah tertidur lelap.
"Sayang bangunlah!" Bai Yan menyentuh rambut Liu Yan dengan penuh kasih sayang.
Liu Yan yang merasa terganggu berbalik, ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut halus sampai kepala menandakan kalau dia tidak ingin diganggu.
"Ibu punya berita bagus untukmu, Liu Zixia anak perempuan murahan itu ternyata adalah Permaisuri Yuhuan. Dia adalah Permaisuri paling dicintai oleh Kaisar saat ini, kau tahu apa artinya itu? Itu tandanya kau akan sembuh dan kau akan mendapatkan banyak manfaat," bisik Bai Yan lembut.
Liu Yan yang mendengar semua itu langsung duduk dengan gembira, menyebabkan ia merasa pusing sesaat hingga harus menenangkan diri agar pusing itu mereda. "Apa, Bu? Dia Permaisuri, tidak, itu tidak boleh terjadi. Semua yang dia miliki adalah kepunyaan ku, posisi itu adalah milikku. Ibu kau harus membantuku," rengek Liu Yan dengan nada mengiba.
"Ya, itu milikmu! Pertama-tama kau harus menjilat dirinya sama seperti Ibu dulu agar mendapatkan posisi, setelah kau mendapatkan posisi kau curi hati Kaisar dengan menggunakan tingkah lemah lembut penuh cinta.