Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#79


Sebelum membaca pastikan kalian vote, like dan komen cerita author biar author semangat untuk melanjutkan cerita terima kasih.


###


"Memangnya ada kutukan jahat di dunia ini? Yang aku tahu hanya orang-orang jahat termasuk tuanmu itu," keluh Liu Zixia dengan wajah menyedihkan miliknya.


Liu Zixia mencoba bangkit dari duduknya hanya untuk mendapatkan tatapan peringatan dari Lin Yu yang ternyata telah selesai memasang mantra. Lin Yu berdiri di depan Liu Zixia dengan mata menatap tajam serta dengan wajah penuh kemarahan.


"Permaisuri yang cantik, bagiamana kalau aku menjadi salah satu penghangat ranjangmu juga? Bukankah kau sudah memiliki beberapa selir? Jadi tidak masalah jika kau memiliki tambahan penghangat ranjang satu lagi." Lin Yu tersenyum sembari berjalan mendekat ke arah Liu Zixia.


Dengan kekuatan lambaian tangannya Lin Yu berhasil mengunci pintu dengan mantra agar tidak ada yang bisa masuk ke dalam kamar utama ini. Kamar ini, adalah kamar yang dulu ia rancang bersama Liu Zixia dan dia juga yang membantu Liu Zixia mencari benda-benda di dalamnya agar bisa nyaman.


"Apa yang kau pikirkan? Aku tidak mau menambah pria lagi, sebanyak ini saja sudah membuat diriku repot dan kelelahan apalagi harus menerima tambahan lagi. Benar-benar tidak terpikirkan," jawab Liu Zixia cepat berusaha menolak.


Tapi bagaimana Liu Zixia bisa menolak Lin Yu yang sebenarnya adalah Lin Yuhua itu. kekuatan mereka saja jauh berbeda apalagi Lin Yuhua sudah memiliki kekuatan kuat itu sejak lama. Dengan mudah Lin Yuhua sudah menguasai tubuh Liu Zixia dalam pelukan hangatnya.


"Permaisuri, ah aku lupa ... Sayangku!" ejek Lin Yuhua sembari mendekat erat tubuh Liu Zixia. Liu Zixia tidak bisa bergerak sama sekali apalagi untuk melawan, Liu Zixia sangat tahu dengan kekuatan yang dimiliki pelindung kerajaan Yuhuan, dia ditakuti dan ketika mendengar namanya saja orang akan menunduk ketakutan.


Liu Zixia tidak mengerti, bagaimana bisa seorang pelayan saja bisa menggertak dirinya seperti ini. Ingin rasanya Liu Zixia menangis karena kelemahan yang ia dapatkan.


"Jangan menangis, Sayangku! Jika kau menangis dan bersedih maka bayi yang ada di dalam perutmu juga akan ikut menangis. Harusnya kau bisa berbahagia dengan kehadiran anak ini, itu artinya para selirmu dapat memiliki anak mereka sendiri." Lin Yuhua membujuk Liu Zixia dengan penuh kelembutan.


Setelah melihat Liu Zixia tenang, Lin Yuhua melepas pelukannya dan kembali membuka pintu dengan mantra yang ia miliki. Lin Yuhua berjalan ke luar untuk mencari makanan yang bisa dimakan oleh Liu Zixia.


"Lin Yu, apa kau sudah melapor tentang kehamilan Liu Zixia pada tuanmu?" ejekkan terdengar jelas memasuki telinga Lin Yuhua saat dirinya tengah sibuk memasak makanan untuk Liu Zixia.


"Tuanku sudah tahu semua itu, oh aku ingi memberitahu kau sesuatu kalau aku sekarang adalah salah satu penghangat ranjang Permaisuri. Itu pertanda kalau tidak lama lagi aku juga akan menjadi salah satu suaminya." Lin Yuhua tidak bisa membuka kedoknya di sini sekarang.


Dia juga tidak bisa membiarkan hanya orang-orang ini saja yang menikmati tubuh istrinya. Wanita yang ia cintai dulu, kini, esok, dan untuk selamanya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Lin Yuhua, Ling Zhi yang awalnya ingin menghina malah terdiam tidak mampu untuk berbicara. Ling Zhi mati kutu menghadapi apa yang Lin Yuhua katakan barusan dengan marah Ling Zhi meninggalkan Lin Yuhua di dapur untuk mencari sekutunya.