Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#146


"Berjanjilah untuk tidak melakukan sesuatu secara sembarangan lagi, aku tidak hanya asal marah saja padamu. Aku hanya ingin kau baik-baik saja, jika sesuatu terjadi padamu bukan hanya kau saja yang merasakan sakit tapi kami juga. Kau harusnya tahu, meski kuat rasa sakit yang dirasakan oleh praktisi saat melahirkan masih sama dengan orang-orang yang tidak bisa mengolah energi." Long Ze meraih Liu Zixia ke dalam pelukannya, mengecup kening Liu Zixia penuh kasih sayang lalu menghapus air mata Liu Zixia yang jatuh.


Di tempat lain, Ruan Zu saat ini tengah menghisap sari kehidupan pria muda yang masih menyatu dengan dirinya. Saat pelatihan ganda terjadi dan kekuatan pria di atasnya meningkat Ruan Zu langsung mengambil kesempatan itu untuk menyerap sari kehidupan si pria.


Perlahan tubuh pria itu mengerut seolah dia telah berumur ratusan tahun, rambutnya memutih dengan warna mata perlahan memudar seolah kapan saja nyawanya bisa meninggalkan tubuhnya kapan saja. Ruan Zu terus menghisap sari kehidupan pria itu hingga tubuh itu benar-benar tidak memiliki harapan hidup lagi.


Setelah menyelesaikan apa yang sejak tadi dilakukannya Ruan Zu mengambil cermin lalu melihat pada wajahnya yang semakin cantik setiap harinya. Ruan Zu tertawa senang mendorong tubuh itu ke samping lalu mengeluarkan binatang kontraknya agar bisa memakan habis tubuh itu untuk menghilangkan jejak.


"Kau benar-benar baik Ruan Yu, makan sampai kau kenyang!" perintah Ruan Zu sebelum berjalan ke luar kamar meninggalkan tumpukan mayat yang langsung dilahap oleh makhluk yang berbentuk setengah serigala setengah beruang itu.


Ruan Yu dengan lapar langsung melahap sisa mayat yang tergeletak dengan tidak sabar sama sekali. Ruan Zu berjalan ke luar, ia menuju ke sebuah kamar di mana suara aneh campuran kesenangan antara pria dan wanita terdengar.


Buru-buru Ruan Zu masuk ke dalam dengan kemarahan yang menggebu-gebu. Ia menemukan Bai Ling yang selama ini menemaninya tengah menikmati waktu intim dengan seorang gadis muda yang diculik oleh kelompok Sekte Hitam. Gadis itu memang cantik dengan tubuh mungil lembut yang terlihat cukup menyenangkan mata.


Ruan Zu berdiri di dekat Bai Ling dengan tangan terlipat di dada, perempuan yang tengah menikmati kegiatan intim dengan Bai Ling merasa risih. Wajah cantiknya menunjukkan ketidaksukaan pada Ruan Zu, ia mencoba melepaskan diri dari bawah tubuh Bai Ling namun Bai Ling menghentak kuat menyebabkan tubuh gadis itu terguncang dan ia kembali jatuh terlentang.


"Jangan bergerak!" bentak Bai Ling marah.


Setelah melepas beban di tubuhnya, Bai Ling melepaskan diri memakai pakaiannya secara asal lalu berjalan ke arah Ruan Zu. Ia memeluk Ruan Zu dalam dekapannya sebelum keduanya berjalan ke luar kamar menuju ke kamar di sebelah kamar perempuan itu. Mereka menutup pintu lalu berjalan menuju ke kamar mandi bersama.


Perempuan yang ditinggalkan begitu saja oleh Bai Ling terlihat marah, ia melotot kejam ke arah pintu yang terbuka lebar tanpa ditutup oleh Bai Ling itu.


"Pelayan," teriak perempuan itu keras.


Buru-buru, seorang perempuan tua dengan pakaian sederhana masuk membawa seember air untuk membersihkan tubuh perempuan itu. Setelah membersihkan dirinya, perempuan itu turun dari tempat tidur lalu duduk di sofa guifei yang ada di dalam kamar. Ia bersandar dengan nyaman memejamkan mata menikmati angin sepoi-sepoi yang masuk.


Pelayan membersihkan tempat tidur, mengganti seprei yang berantakan dengan seprei baru lalu berjalan ke luar kamar dengan cepat tanpa lupa menutup pintu kamar wanita itu. Setelah kepergian si pelayan wanita itu membuka mata dengan cepat, dia mengepalkan tangan penuh kebencian mengingat bagaimana Bai Ling meninggalkan dirinya demi Ruan Zu tadi.


'Huh, lihat saja! Aku akan mengandung anak Bai Ling membuatnya hanya mencintaiku dan kau akak terabaikan, aku akan membuat dirimu menyesal pernah hidup di dunia ini.' Dia berkata di dalam hati.


Senyum menakutkan muncul di bibirnya jika Ruan Zu ada di depan matanya sekarang maka dia akan merasakan senyum itu sama menakutkan dengan miliknya ketika ia menginginkan Lin Yuhua.