
Lin Yuhua memukul kepala adiknya itu dengan tangan sebelum berdiri meninggalkan lokasi. Ling Zhi dan Ye Lian mengejar langkah kaki Lin Yuhua untuk bisa pergi bersama. Lin Yuhua menghilang dari pandangan semua orang tanpa meninggalkan jejak membuat Ling Zhi dan Ye Lian sama-sama menggaruk kepala kesal.
"Dia juga menghilang!" lirih Ling Zhi kesal.
Ling Zhi merasa kesal karena ditinggalkan terus-menerus akhirnya berlari menuju ke kediaman yang telah ditentukan untuk mereka. Di kediaman itu ada lima kamar yang disediakan dengan masing-masing nama tertera di pintu.
Kamar utama adalah kamar tempat di mana Liu Zixia bisa beristirahat dengan tenang bersama pasangannya tanpa ada satupun yang dilarang masuk. Sedangkan kamar paling ujung adalah kamar untuk Liu Zixia berisitirahat seorang diri jika tidak ingin diganggu.
Liu Zixia sampai di desa tempat dulu ia tinggal, secara mengendap-endap Liu Zixia berhasil masuk ke dalam kediaman mencari keberadaan Liu Zhong. Ia mendengar bisik-bisik pelayan yang bekerja di sepanjang jalan untuk bisa menemukan Liu Zhong.
"Kasihan Tuan Muda Liu Zhong, semenjak nyonya diganti kehidupan dua saudara itu sekarang menyedihkan. Aku dengar dari penjaga gudang, Tuan Muda dipenuhi oleh luka di sekujur tubuhnya. Ia dirawat seadanya tanpa bantuan tabib." Seorang pelayan tua berbisik dengan pelayan lainnya yang telah lama bekerja di kediaman itu.
"Iya, kau benar! Apalagi Nona Zixia, dia diracuni dan diusir dari rumah lalu sekarang mereka mencari berbagai cara untuk membawa Nona pulang agar mereka bisa meraup untung dari Nona. Nyonya baru ini benar-benar tidak punya hati sama sekali," ujar yang lain dengan senyuman miris.
Dia sudah lama bekerja di sini, setiap hari ia melihat bagaimana kedua anak sah itu disakiti dan disiksa semenjak ibu mereka kehilangan pijakan dan pergi dari rumah.
"Hehehehe, bagaimana kalau racun di balas racun pasti sangat menyenangkan. Aku ingin melihat siapa yang bisa menyembuhkan racun milikku, hanya satu orang yang kebal terhadap racun ini dan hanya dia yang bisa menyembuhkannya." Liu Zixia tertawa kejam.
Ia menyusuri area itu, setelah lama mencari di sekitar kediaman ia berhasil sampai di kamar adik-adik tirinya itu. Ternyata, kamar mereka di letakkan di kediaman yang berdekatan satu sama lainnya.
Liu Zixia masuk ke kamar anak pertama ibu tirinya, di dalam kamar tidak ada orang. Hanya kamar kosong dengan perhiasan yang berserakan di meja, tempat tidur serta lemari yang terbuka.
Perhiasan itu adalah perhiasan mahal yang tidak pernah didapatkan Liu Zixia di kediaman ini. Liu Zixia melihat kotak bedak, ia membubuhkan racun buatannya di dalam kotak bedak. Setelah melihat perhiasan yang berserakan Liu Zixia juga membubuhi racun di setiap benda.
Racun itu adalah racun tidak berwarna juga tidak berbau hingga tidak ada yang bisa mendeteksi racun itu. Liu Zixia berpindah-pindah kamar dan melakukan hal yang sama, ketika ia sampai di kamar anak ketiga yang usianya tidak jauh berbeda Liu Zixia mendengar suara aneh dari dalam sana.
Suara campuran antara lelaki dan wanita yang tengah kejar mengejar mencari kesenangan membuat Liu Zixia mengernyit jijik. Liu Zixia ingin masuk ke dalam untuk menganggu namun ia urungkan saat suara itu semakin kuat.