Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#106


Ling Zhi yang penasaran dengan isi surat mencoba mengintip namun langkahnya dihalangi oleh Lin Yuhua dengan menggunakan kekuatannya. Ling Zhi mencibir, suasana penginapan yang sepi membuat beberapa orang tidak menyadari kalau Kaisar kerajaan Yuhuan ada di sana.


Ling Zhi yang kesal melangkah pergi meninggalkan Lin Yuhua, ia berjalan menuju ke kamar tempat Liu Zixia berada. Di dalam kamar Liu Zixia sedang duduk dengan wajah masam, memang benar dia bukan pemilik asli tubuh ini tapi dendam serta kebencian yang dimiliki pemilik tubuh ini membuat Liu Zixia tahu kalau semua itu tidak disimpan.


Liu Zixia duduk didekat jendela, tangannya sibuk bergerak ke atas dsn ke bawah yang ternyata sedang sibuk bermain dengan kerikil yang ada di luar sana. Sat persatu kerikil-kerikil itu diterbangkan oleh Liu Zixia dengan target sebuah pohon besar yang berada agak jauh dari jendela.


Banyak kerikil kecil yang terkumpul didekat pohon, Ling Zhi menghela nafas pelan.


"Kenapa dengan wajahmu ini Hem? kecantikan milikmu bisa hilang jika kau terus berwajah masam seperti ini," ejek Ling Zhi dengan tangan terulur mencubit pipi chubby Liu Zixia.


Liu Zixia yang dicubit berusaha memindahkan tangan Ling Zhi namun Ling Zhi tampaknya tidak mau melakukan itulah, semakin Liu Zixia berusaha melepas tangan Ling Zhi semakin kuat Ling Zhi mencubit. Warna merah menjalar dari pipi Liu Zixia yang dicubit hingga ke lehernya, tidak tahan lagi dengan kelakuan Ling Zhi, Liu Zixia akhirnya mengulurkan tangan menggelitik Ling Zhi hingga cubitan itu terlepas.


"Rasakan ini," teriak Liu Zixia berlari mengejar Ling Zhi yang tertawa senang.


Wajah tampan Ling Zhi semakin terlihat indah, ke-duanya berlarian. Liu Zixia berusaha mendapatkan Ling Zhi agar bisa membalaskan rasa sakit di pipinya akibat ulah nakal Ling Zhi.


"Nah, kalau kau tertawa seperti itu wajahmu makin cantik, kami para suamimu akan betah melihatmu setiap hari." Ling Zhi tertawa dengan gembira.


"Aku ingin sekali menghancurkan keluarga Ruan dengan tanganku, akibat ulah mereka keluargaku mengalami pemusnahan. Tidak satupun anggota keluargaku ada yang selamat, tapi dibalik itu aku juga bersyukur karena dengan mereka tidak di sini mereka tidak perlu melihat sisi kejam dari putri yang dulu dijaga dengan baik serta disayangi sepenuh hati." Liu Zixia berhenti sebentar untuk mengambil nafas.


"Aku sangat ingin membunuh mereka dengan tanganku, aku ingin melihat mereka memohon ampun, tapi percuma jika aku melakukan semua itu. Ruan Zu tidak akan peduli seperti aku yang perhatian pada keluargaku, bagi Ruan Zu penampilan adalah segalanya, dia ingin martabat serta kesetiaan yang luar biasa. Aku akan mengambil semua itu darinya, aku akan merusak wajahnya, menghancurkan martabatnya dan membunuh pria yang setia di sampingnya." Kekejaman melintas di mata Liu Zixia saat ia bicara.


"Ruan Zu ingin mencapai puncak, dipuja-puja semua orang, dihargai dan ingin menjadi wanita paling cantik serta berbakat maka aku akan mematahkan semua impiannya. Aku ingin melihat wajahnya yang memohon sama seperti aku memohon padanya agar semua orang yang aku sayangi jangan disakiti, tapi Ruan Zu akan memohon bukan untuk keluarganya aku akan membuatnya mengemis pengampunan." Liu Zixia meremas tangannya penuh janji.


Api kemarahan yang melonjak di dalam hati Liu Zixia membara di kedalaman matanya, Liu Zixia tersenyum tapi senyumnya terlihat begitu menakutkan. Dendam dalam tiga kehidupan akan dibalaskan oleh Liu Zixia dalam kehidupan ini, Liu Zixia tidak akan memberikan ampun pada Ruan Zu yang sejak dulu selalu menghancurkan kebahagiaan miliknya.


"Aku suka sisimu yang kejam ini," bisik Ling Zhi.


Telinga Liu Zixia memerah akibat kenakalan yang Ling Zhi lakukan.


"Aneh, bukankah pria menyukai gadis lemah lembut dan suka terlihat lemah? Kenapa laki-laki milikku malah suka melihat aku bertindak kejam?" tanya Liu Zixia dengan tatapan nakal.