
Merasa usahanya tidak membuahkan hasil, wanita itu bangkit dari posisinya yang menyedihkan. Air mata yang tadinya jatuh langsung hilang begitu saja, dia menatap satu-persatu orang-orang yang ada di kereta dengan pandangan meremehkan.
Ia melihat kereta di belakang di mana Ling Zhi dan Ye Lian sedang duduk bercerita, kadang ada tawa ke luar dari bibir keduanya. Lalu hidung wanita itu berkedut matanya berubah merah dengan bentuk tubuh perlahan ikut berubah membesar.
Rambutnya panjang, kukunya bewarna merah terang bagian bukit kembarnya melorot ke bawah dengan ukuran jumbo serta warna tubuhnya berubah menjadi biru tua. Ada taring tajam tumbuh di mulutnya hilang sudah rupa cantik yang ia miliki tadi berganti dengan iblis buruk rupa yang begitu mengerikan.
Ia berjalan dengan langkah besar menuju ke arah kereta Liu Zixia namun ada dinding tidak terlihat yang menghalangi dirinya melangkah lebih jauh.
"Serahkan wanita yang sedang mengandung di dalam kereta itu maka kalian semua akan kubiarkan hidup lebih lama lagi. Janinnya adalah kekuatan paling kuat, setiap iblis pasti menginginkan janinnya itu." Iblis pemikat itu berusaha membujuk.
Air liurnya jatuh menetes semakin deras saat dia terus berusaha melangkah maju menggapai kereta Liu Zixia yang tidak mungkin bisa ia raih. Pada saat itu, cahaya biru lembut ke luar dari kereta depan. Seekor naga hijau muncul dengan ukuran dua kali lipat iblis pemikat.
"Tuanku sedang marah sekarang, mulutmu benar-benar tidak memiliki saringan, kau juga tidak punya otak sehingga tidak bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Tuanku meminta diriku membedah kepalamu melihat berapa besar ukuran otakmu itu."
Sekejap mata setelah ia selesai berbicara, naga hijau itu berubah menjadi pria tampan seumuran dengan Ling Zhi. Baju hijau yang ia kenakan terlihat begitu pas di tubuhnya, dia tersenyum, memandang rendah iblis pemikat yang tidak menghiraukan ucapannya.
Saat si iblis masih berusaha menggapai ke depan, Liu Zixia masuk ke dalam ruangnya. Ia ditarik masuk oleh Ru Ansan yang sedang memakan buah aneh dengan bentuk memanjang. Buah itu bewarna merah darah dengan aroma harum yang begitu memikat bahkan Liu Zixia tergiur oleh aromanya.
"Hah ... kurasa tanggal melahirkan dirimu akan segera datang. Janin yang kau kandung memiliki darah iblis Lin Yuhua sehingga untuk saat ini tidak aman bagimu berada di dunia luar." Ru Ansan melompat turun dari pohon besar tempat dia biasa bersandar.
Ia memegang buah lain di tangannya menyerahkan buah itu pada Liu Zixia. Liu Zixia menerima buah itu dengan senang hati, ia langsung memakan buah itu tanpa bertanya pada Ru Ansan saat Ru Ansan hendak mengatakan sesuatu ia terbelalak kaget melihat tingkah rakus Liu Zixia.
"Aish ... setidaknya kau cuci dulu buah itu atau kau bisa membersihkannya menggunakan bajumu. Bagaimana jika aku memberikanmu buah beracun? Apa kau juga akan memakannya?" tanya Ru Ansan kesal.
Liu Zixia malah tertawa canggung, ia memang sering merasa lapar meski telah makan banyak beberapa hari ini. Liu Zixia duduk di bangku batu menikmati buah-buahan yang dikeluarkan Ru Ansan dari lambaian tangannya.
Ru Ansan sudah menganggap dirinya sebagai kakak Liu Zixia oleh karena itu dia sangat memperhatikan keselamatan Liu Zixia. Liu Zixia mengangguk namun tidak mengangkat kepalanya sama sekali, ia masih fokus pada buah-buahan di depan matanya.
Ru Ansan menghilang, dia muncul di dalam kereta. Dia ke luar menemui Ling Zhi dan Ye Lian, "cari tempat untuk berkemah, Zixia akan melahirkan dalam waktu dekat. Dia akan melahirkan di dalam ruang, tempat itu adalah bagian paling aman untuknya saat ini."
Ru Ansan tidak langsung masuk ke dalam ruang, dia melihat pertunjukan menarik yang terjadi di depan. Melihat wajah tampan yang bertarung dengan iblis buruk rupa Ru Ansan terbang mendekat ke kereta depan.
Hal itu menarik perhatian iblis pemikat, melihat wajah cantik Ru Ansan hati iblis pemikat seperti terbakar. Ia menyerang secara membabi buta apalagi aroma memikat yang tadi dikeluarkan oleh Liu Zixia tadi menghilang begitu saja membuatnya merasakan kebencian luar biasa.
Dia menyerang pria tampan itu asal untuk mengalihkan perhatian, satu tangannya mengarah pada Ru Ansan cepat berniat menghancurkan wajah cantik Ru Ansan. Sayang, saat tangannya hampir menyentuh Ru Ansan bagian tangan yang terulur itu terpotong dua.
"Kalau sedang bertarung jangan mengalihkan pandangan matamu, iblis jelek sepertimu ingin merusak wajah cantikku? Mati saja sana," ejek Ru Ansan dengan cibiran lalu ia berjalan kembali ke kereta Liu Zixia menghilang tanpa jejak di sana.
Tidak lama, Long Ze terlempar ke luar ruang. Dia terduduk di lantai kereta dengan menyedihkan.
"Burung sialan itu semakin hari semakin nakal, dia selalu bertindak semaunya bahkan untuk menemani istriku saja tidak dia izinkan." Long Ze menggerutu.
Ia ke luar, duduk di sebelah Ye Lian dengan wajah masam.
"Coba salah satu dari kalian masuk ke dalam ruang!" Long Ze tiba-tiba memikirkan sesuatu.
Ling Zhi mencoba namun dirinya tidak beranjak sama sekali dari tempat duduknya. "Hah ... kenapa aku tidak bisa masuk?" tanya Ling Zhi tidak percaya.