Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#70


"Apa tujuanmu datang kemari?" tanya Long Ze jelas tidak suka dengan keberadaan pria bertopeng di depannya.


Long Ze sengaja tidak ikut masuk bersama Ling Zhi dan Ye Lian karena melihat kedatangan Lin Yuhua didekat mereka.


"Aku? Aku ke sini hanya untuk menjaganya!" Lin Yuhua berbicara dengan santai. Pedang kristal biru di tangan Lin Yuhua nampak berkilau saat terkena cahaya mentari yang masuk dari sela-sela pohon.


Saat ini keduanya tengah duduk di bawah pohon yang sengaja diletakkan meja dan kursi agar Liu Zixia merasa nyaman dan tenang.


Cahaya mentari masuk dari sela-sela daun yang bergoyang diterpa angin menyebabkan orang di bawahnya sesekali harus menutup mata karena terganggu oleh pantulan pedang.


"Kami tidak membutuhkanmu untuk menambah beban kami. Lagipula aku dan dua orang lainnya sudah cukup untuk menjaga dan melindungi dirinya." Long Ze benar-benar merasa tidak suka dengan pria di depannya.


"Itukah sebabnya kau tidak ikut dengan dua laki-laki lain itu? Kau ingin menghentikan diriku atau kau takut posisimu terganggu dengan kehadiranku?" Lin Yuhua mencemooh Long Ze.


Lin Yuhua dapat melihat jelas ketakutan yang dirasakan oleh Long Ze terhadapnya.


"Ah, aku harus pergi sebentar!" Lin Yuhua tiba-tiba mengalihkan perhatian dan menghilang dalam sekejap dari hadapan Long Ze.


Dia muncul jauh dibalik bukit tempat kemah Liu Zixia dibangun.


"Hem, ada apa?" Entah pada siapa Lin Yuhua berbicara namun ucapannya yang lantang jelas ditujukan pada seseorang.


"Kekasihmu berhubungan intim dengan pria yang sama yang mengaku sebagai kakak angkatnya itu!" Suara lembut seperti perempuan itu terdengar memasuki pendengaran Lin Yuhua sebelum sesosok kupu-kupu ungu cantik muncul di depannya.


Saat pertama kali dia bertemu Ruan Zu dan membawanya pulang ke istana setelah lama berpisah Ruan Zu memang tinggal dan diselamatkan oleh seorang pria bertopeng.


"Ya, topeng yang sama serta aroma yang sama juga. Mereka berhubungan badan untuk meningkatkan pelatihan ganda dalam kultivasi mereka." Kupu-kupu cantik itu hinggap di tanah sebelum berubah bentuk menjadi anak kecil yang lucu.


"Anak pintar!" puji Lin Yuhua sembari menepuk kepala gadis kecil itu. Lin Yuhua mengambil sesuatu dari lengan bajunya dan memberikan itu semua pada gadis kecil yang lucu itu.


"Hem, terima kasih!" Si cantik tertawa senang sebelum membuka bungkusan itu yang ternyata isinya adalah sebuah tanaman obat berwarna ungu.


"Apa yang mereka bicarakan dan kehadiranmu di sekitarnya tidak ditemukan bukan?" tanya Lin Yuhua penasaran.


"Mereka mengatakan akan membunuh Liu Zixia dan setelah itu berhubungan layaknya suami istri setelah itu aku mendengar tentang menyerap vitalitas gadis muda untuk memperpanjang usia dan menambah kekuatannya." Gadis cantik itu tersenyum seraya memakan tanaman obat itu dengan lahap.


"Sekte Hitam!" Lin Yuhua terkejut ketika mendengar ucapan si gadis kecil. "Mereka akan menyerap daya hidup para wanita cantik di bawah usia."


"Lalu kita harus bagaimana sekarang?" Kupu-kupu cantik itu bertanya dengan wajah polosnya.


"Kita lihat saja dulu, beruntung kau telah lahir kembali jika tidak aku masih akan dibodohi oleh mereka." Lin Yuhua menepuk kepala kecil itu dan tersenyum.


"Katakan pada Yunzia kalau Sekte Hitam telah bangkit kembali. Suruh dia menyelidiki semua itu dengan hati-hati dan kau bantu dia mencari tahu." Lin Yuhua memberi perintah sebelum menghilang dari tempatnya berdiri.