
Tara, aku update lagi. Maaf sudah membuat kalian semua menunggu. Ada beberapa masalah yang harus ku selesaikan termasuk pelakor yang selalu mengirimkan teror serta bukti-bukti perselingkuhan mereka.
###
Lelaki itu memandang dua orang di depannya, setelah menemukan gua tempat berteduh, dia mengangkat kedua orang itu ke sana dengan cara yang berbeda. Si wanita diperlakukan dengan sangat baik sedangkan si pria diseret dengan cara yang cukup menyedihkan.
Tidak lama setelah dia berhasil membawa kedua orang itu hujan turun dengan begitu lebat menghapus jejak mereka hingga tidak meninggalkan bekas di tanah. Secara tiba-tiba, ada beberapa orang muncul dari semak-semak, dia mengikuti jejak pria yang meminta tolong tadi namun sekarang mereka tidak menemukan itu semua.
Saat dingin merayap ke dalam tubuhnya, si wanita bangun dari pingsannya, dia menggosok pelipisnya serta memeriksa anggota tubuhnya takut ada yang salah. Saat mengingat kejadian yang dia alami beberapa waktu yang lalu wanita itu terkejut bukan main lalu berdiri secara tiba-tiba menyebabkan dia pusing.
"Aku di mana? Bagaimana keadaan anak dan suamiku? Di mana mereka sekarang?" Si wanita memeriksa sekeliling lalu matanya bertemu dengan mata hangat pria yang mencintainya beberapa kehidupan ini.
"Kau sudah bangun, Zixia? Apakah ada yang sakit?" tanya pria itu lembut seraya mengulurkan tangan.
Zixia langsung menyambut tangan Yuhua, merasakan kehangatan yang selalu menemaninya itu Zixia merasa tenang. "Kita di mana? Apakah yang lain baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu?" tanya Zixia bertubi-tubi.
Aroma lembut Zixia yang menenangkan membuat Yuhua merasa nyaman, ke-duanya saling menghangatkan hingga suara gaduh terdengar di luar mulut gua.
"Aneh? Bukankah dulu di sini ada gua? Ke mana hilangnya gua itu? Kenapa hanya batu keras yang ada di sini? Apakah gua ini runtuh akibat kejadian beberapa hari yang lalu?" Beberapa orang terdengar berdebat di depan mulut gua.
"Tidak perlu mencari gua! Dia tidak akan selamat sampai sejauh ini, kau pikir racun milikku racun murah, kita hanya perlu menemukan tubuhnya. Membawa tubuh itu pulang agar bisa menciptakan adu domba di antara para saudara, sebagai pangeran yang merupakan kesayangan Kaisar kematian pria bodoh ini akan menimbulkan kehebohan." Pria yang berteriak terdengar memukul seseorang.
Suara keributan masih terdengar walau mulai sedikit menjauh, Zixia melirik pria yang masih pingsan di hadapannya. Dia berjalan mendekati pria itu lalu memeriksa denyut nadinya untuk memastikan apakah pria itu masih hidup atau tidak.
"Dia masih hidup! Aku akan memberikan obat yang benar-benar bisa menghilangkan racun, kita bisa memanfaatkan pria ini untuk mengetahui di mana lokasi kita sekarang. Aku tidak bisa mengakses ruang milikku, aku takut terjadi sesuatu pada anak kita." Zixia memeluk Yuhua erat.
Dia masih ingat cahaya yang menelan mereka, cahaya itu seperti mulut raksasa yang menelan mereka secara utuh, Zixia berterima kasih pada cahaya itu karena berkat bantuannya dia masih memiliki kesempatan hidup sampai sekarang.
"Tidak apa-apa, kita akan memikirkan cara untuk bisa masuk ke dalam ruangmu. Pasti ada sesuatu yang terjadi hingga kita tidak bisa mengakses orang-orang di dalam," tegas Yuhua tidak ingin Zixia terlalu memikirkan hal ini.