Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#119


Liu Zixia di sisi lain mencebik tidak suka, matanya menatap penuh kemarahan pada Long Ze dengan senyuman berbahaya yang tiba-tiba saja muncul. Sebuah ide jahil tercipta di benak Liu Zixia untuk mengerjai Long Ze yang akhir-akhir ini sibuk sendiri.


"Hem bagus kalau dia perempuan itu artinya kalian sebagai ayah akan kerepotan menjaga serta mencarikan dia pasangan yang tepat." Liu Zixia membalas secara santai.


Sedikit pun Liu Zixia tidak berniat untuk berdiri dari duduknya, ia terus mengayunkan kakinya di tempat jelas kalau dia tidak ingin bergerak ataupun berpindah tempat. Long Ze yang telah membangunkan macam tidur tidak sadar kalau dirinya akan segera menjadi korban kejahilan Liu Zixia.


Tanpa banyak tanya Long Ze berjalan mendekat ke arah Liu Zixia duduk, dia mengulurkan nampan berisi makanan itu dan berniat untuk duduk di sebelah Liu Zixia menemaninya makan karena yang lain sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Apalagi Lin Yuhua yang tengah sibuk mempersiapkan keamanan menjelang pernikahan Lin Yunzia, sebagai kembaran yang telah diumumkan beberapa bulan yang lalu keberadaan Lin Yunzia sejak dulu hanya samar-samar diketahui oleh orang lain.


Sebab sejak dulu Lin Yunzia memang tidak pernah kembali ke kerajaan Yuhuan oleh orang lain, selain disembunyikan karena memiliki wajah yang hampir sama Lin Yunzia juga dulu tidak berkeinginan untuk menjadi Kaisar. Itu sebabnya banyak orang yang telah ditipu oleh Lin Yuhua dan Lin Yunzia.


Saat akan makan Liu Zixia berpura-pura hendak muntah, ia menutup mulutnya sambil berdiri berjalan menjauh dari Long Ze yang memang berkeringat cukup banyak hari ini. "Kau bau sekali, mandi sana! Aku tidak bisa makan jika kau berbau seperti ini, sana pergi!" usir Liu Zixia dengan nada marah.


Hal itu sukses membuat Long Ze mencium aroma tubuhnya sendiri, Long Ze tidak merasa tubuhnya seperti yang dituduhkan oleh Liu Zixia padanya. "Tidak, aku tidak berbau busuk seperti yang kau tuduhkan. Apa ini karena faktor kehamilanmu? Baiklah aku akan mandi, kau makan sendiri saja." Long Ze pada akhirnya menyerah tanpa ingin berdebat lagi.


Ia memasuki layar pemisah di kamar itu mencari pakaian miliknya di lemari yang ada di sana sebelum pergi ke tempat mandi. Long Ze mandi sedikit lebih lama dari biasanya karena takut Liu Zixia tidak mau berada didekatnya padahal hanya kali ini kesempatan yang bisa diambil untuk bersenang-senang bersama Liu Zixia.


Long Ze keluar dari kamar mandi setelah Liu Zixia menyelesaikan semuanya dan sedang minum dengan tenang saat ini. Mata Liu Zixia tanpa sadar beralih pada tubuh Long Ze yang hanya ditutupi pakaian tidur tipis khusus untuk para suami.


Pakaian tipis itu memperlihatkan bentuk nyata tubuh Long Ze hingga tanpa sadar membuat Liu Zixia menelan ludah, kerongkongan Liu Zixia terasa kering karena postur tubuh menggoda yang diberikan Long Ze padanya.


"Aku ingin menghabiskan malam dengan istriku, kau tahu aku sudah sangat merindukan mu. Kau pergi dengan mereka berdua sedangkan aku tidak bisa pergi karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sini dan di beberapa tempat." Long Ze berbicara dengan nada berbisik manja.


Ia berjalan mendekat ke arah Liu Zixia duduk, membersihkan bekas makan Liu Zixia dan meletakkan semua itu di atas meja yang ada di kamar utama. Liu Zixia membiarkan Long Ze melayaninya dengan wajah memerah sebab baru kali ini dia tergoda saat melihat tubuh pria.


Long Ze merasa senang melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Liu Zixia padanya, setelah meletakkan semua itu Long Ze berjalan mendekat ke tempat tidur. Ia duduk di sebelah Liu Zixia sambil membuka pakaian bagian atas miliknya hingga memperlihatkan dada bidangnya yang kuat.


"Selama kau pergi aku mempelajari beberapa teknik untuk menyenangkan istri. Aku sangat yakin sekarang kalau aku bisa membuat istrinku senang dengan perawatan yang aku berikan," goda Long Ze dengan mata menggoda manja.


Long Ze menyentuh tangan Liu Zixia, mendekatkan diri mereka sebelum berciuman dengan penuh gairah. Ruangan yang awalnya sepi segera dipenuhi dengan alunan merdu pria dan wanita dalam mencari kesenangan, Long Ze tampak begitu bersemangat namun saat mengingat Liu Zixia tengah hamil dia terpaksa menahan diri.