Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
81


Makasih buat yang udah kasih author hadiah, sayang banget deh. Bulan ini author masih level tiga nggak ada harapan buat naik level kayaknya. Karena nggak ingin kalian kecewa author akan up sebisa mungkin.


Hmm, gimana kalau author ganti cerita lain? Soalnya cerita ini author nggak yakin bisa mendapatkan level tinggi. Cerita tentang suami banyak juga tapi latarnya author ganti jadi latar dunia modern kalian mau nggak? Kalau iya, setidaknya author bisa mulai dari awal.


###


Ling Zhi dan Long Ze mulai mengatur kekuatan mereka untuk menghancurkan sekte hitam yang sejak dulu merupakan musuh terbesar mereka. Qi murni di dalam ruang dengan cepat meningkatkan kekuatan semua orang tidak terkecuali kekuatan milik Liu Zixia hanya saja hari ini semuanya merasa ada badai besar yang akan terjadi.


Liu Zixia semenjak hamil, memiliki tubuh yang lemah meski kekuatan dalamnya meningkat hari demi hari. Hari ini wajah cantik Liu Zixia tiba-tiba memucat dengan cepat, guratan-guratan kesakitan terpampang jelas di wajahnya saat Liu Zixia merintih dan memegang perutnya dengan tubuh yang melemah setiap waktu.


Long Ze yang khawatir akhirnya memilih untuk memeriksa keadaan Liu Zixia dengan hati-hati dan menemukan kalau di dalam bagian penampung Qi Liu Zixia ada kekuatan aneh yang bergejolak dan saling bertabrakan satu sama lain.


Cemas dan khawatir memasuki celah hati orang-orang di sekitar Liu Zixia. Yang paling terlihat cemas adalah Ye Lian, sepanjang mengalami rasa sakit Ye Lian tidak pernah meninggalkan Liu Zixia sama sekali.


"Ini gawat, tampaknya Liu Zixia tidak diperbolehkan memiliki kekuatan. Unsur Qi yang diserap oleh Liu Zixia membuat tubuhnya menolak apalagi semenjak ada bayi di rahimnya." Long Ze tampak khawatir.


Wajahnya ikut memucat dari waktu ke waktu, semua orang saling pandang. Mereka mengerti dengan apa yang terjadi, jika kekuatan itu terus berbenturan besar kemungkinan tubuh Liu Zixia akan meledak.


Semua orang sangat tahu dengan konsekuensi kehancuran laut Qi itu artinya Liu Zixia tidak akan bisa mengolah kekuatan lagi. Semuanya saling menatap memikirkan jalan terbaik untuk Liu Zixia.


"Tapi dia ingin balas dendam!" Ye Lian yang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya berbicara. "Jika lautan Qi miliknya hancur maka dia tidak akan bisa mengalahkan kaisar sombong dan wanita jahat itu."


"Tidak masalah, dengan kita tidak memberi kesempatan kaisar sombong itu di ranjang maka itu akan disebut sebagai pembalasan dendam. Sedangkan wanita jahat itu, kita hanya perlu membuat dia cacat dan melemparnya di depan Liu Zixia." Ling Zhi berbicara sambil tersenyum cemerlang.


Biar bagaimanapun, mereka adalah lelaki yang kuat. Tidak mungkin mereka akan membiarkan Liu Zixia bertarung sendirian di masa depan. Mereka terus berembuk untuk masa depan Liu Zixia hingga akhirnya Liu Zixia memekik kesakitan dengan darah segar mengalir di bibirnya.


"Hancurkan saja lautan Qi miliknya sekarang atau kau mau kita kehilangan dia selamanya." Lin Yuhua yang berdiri diam sejak tadi menjadi khawatir dan akhirnya berteriak lepas kendali.


"Semua ini salah majikanmu, jika dia tidak menghamili Liu Zixia maka dia tidak akan seperti ini." Ye Lian mengeluh dengan cara yang sangat menyedihkan.


Matanya berair saat melihat wajah kesakitan Liu Zixia.