Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#128


Tidak ada tanggapan dari para prajurit tapi mereka langsung bergerak membagi kelompok sesuai keinginan Liu Zhong, Liu Zhong melihat ke langit tinggi. Cahaya terang di langit membuat suasana hatinya yang buruk beberapa hari ini akhirnya membaik.


"Bu! Aku tidak tahu hal apa yang dilakukan Liu Zixia untuk membalas pada keluarga itu , tapi yang jelas bagiku adalah balas dendam yang kami impikan sejak dulu telah berhasil kami lakukan. Aku berhasil mendapatkan tempat paling tinggi di Lembah Cahaya sedangkan putrimu Liu Zixia sudah mendapatkan tempat paling tinggi di hati rakyat kekaisaran." Liu Zhong berbisik.


Setelah mengatakan itu dia melompat ke atas pohon untuk duduk dengan tubuh bersandar ke batang pohon yang besar. Satu kakinya diluruskan, sedangkan yang satu lagi ditekuk. Tangan kanannya memeluk pedang putih,tangan kirinya diletakkan di atas kaki yang ditekuk.


Ia duduk manis menunggu keadaan di dalam, dia harus membawa Bai Za ke penjara, memberikan racun yang diberikan Liu Zixia pada Bai Za dengan racun yang sama dengan yang diberikan Bai Yan padanya.


Pagi menjelang dengan sangat cepat, matahari dengan malu-malu ke luar dari peraduannya. Sinar teriknya menyilaukan mata melewati daun-daun yang menutupi Liu Zhong hingga membuatnya terbangun.


Satu-persatu orang yang ke luar dari dalam ruangan itu ditangkap oleh prajurit yang telah mengepung tempat itu dari segala arah. Mereka yang tertangkap langsung ditarik pergi tanpa bisa berteriak atas melawan karena mulut mereka langsung ditutup oleh prajurit itu.


Setelah menunggu lama barulah Bai Za ke luar dari dalam ruangan, dia merapikan pakaiannya yang kusut sebelum berjalan santai ke luar dengan tangan memegang sekantong perak erat. Raut bangga dapat dilihat dengan jelas dari wajahnya membuat Liu Zhong muak, Liu Zhong melompat dari atas pohon.


Ia langsung berdiri di depan Bai Za dengan gagah membuat Bai Za terkejut bukan main, Bai Za mencoba melihat ke segala arah namun matanya menemukan beberapa penatua dari Lembah Cahaya sudah berdiri di sekitar dengan tangan dibelakang tubuh seolah menunggu instruksi selanjutnya dari Liu Zhong.


"Tangkap dia! Kita akan membawanya ke penjara Yuhuan sesuai rencana." Liu Zhong memberikan perintah.


Setelah orang-orang itu berhasil menangkap Bai Za mereka langsung pergi meninggalkan tempat terpencil itu dengan kereta. Sepanjang jalan, Bai Za disiksa dan diberikan racun. Teriakan demi teriakan yang dikeluarkan Bai Za nyaris tidak terdengar akibat tubuhnya yang mulai melemah.


"Bagaimana rasanya Bai Za? Aku harap kau senang dengan perjalanan kita ini, aku sudah merancang berbagai macam bentuk kegiatan agar kau bisa menikmati perjalanan ini." Liu Zhong muncul dari balik pintu kereta dengan gagah.


"Dasar anak tidak tahu diri, kau itu hanya beruntung kali ini. Tunggu dan lihat saja, ketika adikmu kehilangan posisinya di kekaisaran Yuhuan maka kau akan hidup seperti dulu lagi." Bai Za tersenyum mengejek.


Di dalam pikiran Bai Za saat ini masih ada Ruan Zu di istana yang masih dicintai oleh Kaisar. Ketika Ruan Zu berhasil hamil anak Kaisar maka posisi Liu Zixia akan tergeser, keluarga mereka akan kembali pada posisi yang dulu lagi.


"Oh, apakah kau mengharapkan Ruan Zu mendapatkan posisi? Sayang sekali impian keluarga Ruan kalian harus pupus, Ruan Zu sudah sejak lama dikejar oleh Yuhuan, keberadaannya sampai sekarang belum diketahui. Pihak kekaisaran memang tidak menyebarkan ini karena mereka tidak ingin aib Kaisar diketahui oleh orang lain." Liu Zhong tertawa.


Bai Za di sisi lain terdiam ketika mendengar itu semua, dia tidak lagi melakukan perlawanan setelah mendengar ucapan Liu Zhong sebelum akhirnya berdiri dengan ganas bersiap untuk menyerang Liu Zhong.


"Kau last bohong! Ya, kau pasti berbohong untuk menjatuhkan diriku dan mental kami semua. Kami sangat tahu kalau Ruan Zu sangat disayangi oleh Kaisar, Kaisar bodoh itu bahkan rela membunuh seluruh keluarga Permaisuri yang terdahulu demi Ruan Zu." Bai Za berteriak seperti orang gila.


Wajahnya berubah ganas, ia bergerak dengan kekuatan penuh namun tangan-tangan orang yang memegang dirinya jauh lebih kuat hingga posisinya tidak bergeser sama sekali.


"Kau lihat saja! Saat Liu Zixia jatuh kau juga akan jatuh hahahaha," tawa Bai Za menggema di dalam kereta.


Liu Zhong di sisi lain tidak ambil pusing sama sekali, dia menutup pintu kereta dan naik ke kereta lain agar perjalanan bisa dilanjutkan kembali. Dia ingin kembali ke Lembah Cahaya agar bisa meningkatkan kemampuannya secepat mungkin.


Liu Zhong tahu jalan ke depannya tidak akan mudah, apalagi saat ini Ruan Zu masih belum ditemukan keberadaannya dan musuh yang mereka hadapi juga akan lebih kuat nantinya.