
"Siapa yang peduli," jawab Yu Zixia acuh tak acuh. "Aku katakan padamu dengan jelas, aku tidak akan mau berada di tempat yang sama dengan orang yang sudah menyebabkan kematianku dan keluargaku."
Lin Yuhua tak melepas sedikitpun genggaman tangannya dari pergelangan tangan Yu Zixia, ia hanya menatap Yu Zixia dengan senyuman lembut.
"Dia masih sakit dan terluka, aku tidak mungkin membiarkannya pergi keluar dari istana ini. Jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan maka aku yang akan disalahkan." Lin Yuhua berusaha menjelaskan agar tak membuat Yu Zixia semakin marah.
"Aku tidak peduli apapun yang kau katakan, lagipula siapa kau siapa aku?" tanya Yu Zixia sembari berusaha melepas genggaman tangan Lin Yuhua yang seperti penjepit.
"Kau harus mengerti!" seru Lin Yuhua dengan nada yang agak meninggi.
"Aku bilang aku tidak sudi bernafas di daerah yang sama dengan orang yang sudah menghancurkan hidupku dan hidup keluargaku. Terserah apa yang kau katakan bagiku kalian berdua adalah pasangan yang serasi."
Lin Yuhua mencoba menahan kemarahannya saat melihat ketidakpedulian di dalam mata Yu Zixia. Ia tidak melihat rasa cinta ataupun kebahagian di dalam mata Yu Zixia.
"Jangan membuatku marah Yu Zixia! Kau tidak akan sanggup menahan kemarahanku, saat ini gurumu berada di bawah tahananku dalam keadaan pingsan dengan racun yang mematikan, jika kau mematuhi ucapanku maka aku akan menyelamatkan dirinya tapi jika tidak ...." Lin Yuhua tersenyum puas melihat ketakutan di mata Yu Zixia.
"Apa yang kau lakukan pada guruku? Apa kau belum puas membunuh semua keluargaku? Apa kau belum puas dengan kematianku waktu itu?" teriak Yu Zixia dengan keras sembari memukul Lin Yuhua.
"Kakak tubuh ini juga berada dalam tahananku jika kau tak percaya aku bisa membawamu ke tempat itu." Lin Yuhua benar-benar mengeluarkan ancamannya.
Semua ucapannya membuat Yu Zixia tak berkutik, tubuh Yu Zixia bergetar menahan kemarahan. Tapi ia bisa apa? Lin Yuhua memiliki kekuatan yang luar biasa yang tidak ia miliki sedikitpun.
"Kau ingin membunuhku lagi? Kau ingin menyiksaku lagi atau kau ingin aku bersujud pada perempuan itu?" tanya Yu Zixia menatap Lin Yuhua dengan tatapan penuh kebencian.
"Aku ingin kau tetap di sini sampai keadaannya baik-baik saja setelah ia sehat aku akan mengirimnya pergi dari sini. Aku hanya ingin kau bersabar, itu saja." Lin Yuhua membelai wajah Yu Zixia lembut.
Baginya, apapun akan ia lakukan asalkan Yu Zixia selalu berada di sampingnya. Asalkan Yu Zixia tidak lagi pergi darinya.
Esoknya ketika matahari di atas kepala manusia Yu Zixia yang sedang termenung di taman kediamannya terkejut mendengar suara gelas yang jatuh.
Ia berdiri dan melihat kekasih masa kecil Lin Yuhua berada di depannya. Wanita yang terlihat lemah itu berjalan dengan dagu yang terangkat tinggi ke arahnya.
"Oh jadi inikah permaisuri baru kerajaan kita sekarang?" tanyanya dengan nada sinis.
'Beruntung aku mengikuti keinginan Ru Ansan untuk memakai cadar tadi,' ujar Yu Zixia di dalam hati.
Yu Zixia menatap wanita yang berpakaian kuning di depannya penuh dengan tatapan meremehkan. Padahal jika berbangga diri harusnya Yu Zixia lah yang merasa tinggi.
"Kau tau, aku bisa saja menyingkirkan dirimu sama seperti aku menyingkirkan permaisuri yang dahulu." Ruan Zu menatap Yu Zixia rendah seolah apa yang diucapkan oleh bibirnya akan membuat Yu Zixia takut.
"Coba saja! Sebelum kau membunuh diriku aku yang akan terlebih dahulu membunuhmu," bisik Yu Zixia lembut di telinga wanita itu.
Yu Zixia mendorong Ruan Zu dengan keras ke belakang saat melihat Lin Yuhua datang.
Setelah melihat Ruan Zu jatuh dan dibantu pelayannya berdiri Yu Zixia melangkah pergi meninggalkan tempat yang didudukinya.
"Katakan pada kekasihmu untuk tidak mencari masalah denganku! Karena aku punya seribu cara untuk menyiksa dirinya," ancam Yu Zixia sebelum melangkah pergi meninggalkan tempat itu.