
"Dia lebih memilih Ruan Zu bukan? Selalu seperti itu sejak dulu bukan?" tanya Yu Zixia pada orang berpakaian hitam yang tiba-tiba sudah berada didekatnya.
"Karena dia lebih memilih wanita itu maka aku akan membawa dirimu menjauh dari tempat ini sampai dia tahu apa yang benar-benar diinginkan oleh hatinya," bisik suara itu lembut di telinga Yu Zixia sebelum kesadarannya menghilang.
Flashback on
Yu Zixia sedang sibuk membaca buku yang diberikan oleh Ru Ansan padanya, buku itu menceritakan tentang obat-obatan tradisional sekaligus beberapa racun yang mematikan.
Belum sempat separuh dari buku itu dibacanya seorang pelayan suruhan dari Lin Yunzia yang menyamar datang melaporkan bahwa Lin Yuhua lagi dan lagi memilih untuk melindungi Ruan Zu.
Ketika mendengar itu, bibir merah muda Yu Zixia langsung mencebik dan menyunggingkan senyum ironis.
"Maaf, Permaisuri! Yang Mulia nampaknya memang tidak bisa melupakan nona Ruan Zu, beliau rela membawa nona Ruan Zu pergi setelah mengetahui kalau ia ingin mencelakai Anda lagi." Pelayan itu menjelaskan sembari menunduk takut.
"Tidak apa-apa, kau bisa pergi dan meninggalkan aku sendiri. Hah ... lagipula aku sudah tahu jawabannya dari dulu," ujar Yu Zixia diiringi senyuman masam.
Yu Zixia melanjutkan membaca bukunya tanpa memperdulikan kehadiran gadis pelayan itu.
Melihat ketidakpedulian di wajah Yu Zixia gadis pelayan itu melangkah pergi untuk kembali melapor pada Lin Yunzia.
"Apakah kau ingin pergi dari sini?" Sebuah suara yang entah datang darimana membuat Yu Zixia berdiri ketakutan.
Ia benar-benar tak menyadari darimana suara itu berasal, tidak ada tanda-tanda bahwa ada orang yang masuk keruangan miliknya ini.
Bahkan dengan penjagaan yang ketat diluar sana bagaiman mungkin ia bisa masuk begitu saja. Sedangkan orang kepercayaan Lin Yunzia harus menyamar agar bisa masuk keruanggannya.
"Jika bisa aku sudah lama ingin pergi dari sini!" keluh Yu Zixia memutar matanya malas.
"Kau ingin pergi? Aku akan membantumu jika kau benar-benar ingin pergi dari sini?" Suara itu kembali berbicara sembari sebuah bayangan hitam muncul di depan Yu Zixia.
"Ya, aku memang ingin pergi menjauh dari sini." Yu Zixia mengangguk cepat, jujur saja rasa sakit yang dirasakan hatinya bertambah berpuluh-puluh kali.
"Kau memang nomor sekian dari pilihan yang dimilikinya," sindir suara itu sembari memegang bahu Yu Zixia lembut.
"Dia lebih memilih Ruan Zu bukan? Selalu seperti itu sejak dulu bukan?" tanya Yu Zixia pada orang berpakaian hitam yang tiba-tiba sudah berada didekatnya.
"Karena dia lebih memilih wanita itu maka aku akan membawa dirimu menjauh dari tempat ini sampai dia tahu apa yang benar-benar diinginkan oleh hatinya," bisik suara itu lembut di telinga Yu Zixia sebelum kesadaran Yu Zixia menghilang.
Flashback off
Orang berpakaian hitam itu membawa Yu Zixia pergi dengan kecepatan penuh sebelum menghilang menjauh dari kediaman kerajaan.
Lin Yuhua merasakan sesak di dadanya, nafasnya tersengal dengan rasa sakit yang menusuk jantungnya.
"Kau kenapa?" tanya Ruan Zu sembari mendekap erat Lin Yuhua, tangannya dengan erat memeluk leher Lin Yuhua agar tidak bisa bergerak menjauh.
"Tinggallah di sini dengan baik," perintah Lin Yuhua cepat sembari meninggalkan Ruan Zu di tempat persembunyian miliknya.
Ruan Zu merenggut marah saat dirinya ditinggalkan oleh Lin Yuhua begitu saja namun ada senyuman kemenangan di bibirnya.
"Aku bisa membuat Lin Yuhua memeluk diriku seutuhnya lagi hanya dengan sedikit kesabaran lagi," ujarnya penuh dengan kepercayaan diri.