
Yuhua berdiri tiba-tiba ketika teringat akan ramuan yang dibuatnya tadi, ia melepas ranting yang dipegangnya lalu berjalan menuju ke kamarnya. Ia menemukan minuman itu masih suam-suam kuku lalu meminumnya dengan sekali tegukan.
Setelah menyelesaikan semua minuman itu Lin Yuhua duduk bersila di sembarang tempat karena ia merasakan arus hangat mengalir di seluruh tubuhnya. Arus itu berputar-putar beberapa kali sebelum berjalan menuju ke arah pusarnya di mana pusat energi spiritualnya berada.
Zixia sudah masuk ke dalam penginapan, suasana penginapan itu tampak aneh namun masih terlihat hidup karena beberapa orang ke luar masuk secara bergantian. Merasa ada kejanggalan, Liu Zixia memberi kode pada para suaminya yang langsung dimengerti oleh mereka.
Penginapan itu tampak suram, aura yang dipancarkan oleh penginapan itu begitu dingin seperti mayat orang yang telah lama mati. Perabotan di penginapan itu juga terlihat aneh seolah semuanya dipasang secara acak tanpa mengikuti mode ataupun gaya yang seharusnya.
Zixia melihat pada Long Ze yang akan memesan kamar berniat untuk mencegah sebelum tangannya ditarik oleh Ru Ansan yang tampak senang dan ceria.
"Tidak apa-apa, aku sudah lama tidak makan makhluk ganas," bisiknya dengan suara lembut yang seperti angin berlalu.
Melihat ketenangan Ru Ansan, Liu mengangguk lalu membiarkan Long Ze memesan kamar. Long Ze memesan dua kamar di lantai atas, membayar uang sewa seperti biasa lalu dengan tidak peduli langsung berbalik pergi ke arah Zixia dan yang lain.
"Bau tempat ini sedikit aneh, seperti bangkai yang telah lama dijemur. Tapi tidak masalah karena kita hanya akan menginap semalam saja di sini, besok aku akan mencari penginapan lain yang lebih nyaman." Long Ze mengernyit jijik saat berada didekat Liu Zixia.
Liu Zixia mengangguk, ia melihat pada petugas kasir yang matanya terlihat kosong seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Wajah wanita itu tampak pucat dengan bibir membiru seolah dia mengalami kedinginan ekstrim.
Mereka berjalan menuju ke luar penginapan untuk mencari makan, tidak jauh dari penginapan mereka menemukan restoran yang ramai lalu masuk ke sana. Saat memilih tempat duduk mereka mendengar sekelompok orang tengah berbicara tanpa menyesuaikan nada suaranya sama sekali.
"Baru-baru ini ada beberapa lelaki yang hilang di desa. Padahal keamanan di desa telah diperketat saat anak-anak perempuan serta beberapa gadis remaja dalam usia menikah menghilang. Aku takut ada iblis di dalam desa yang memakan mereka, kita harus berhati-hati agar kita tidak menjadi korban selanjutnya." Pria yang paling besar badannya berbicara.
Ia tampak begitu khawatir dengan kening mengkerut seolah banyak hal yang dia pikirkan di otaknya. Pria lain mengangguk antusias, mereka juga mendengar beberapa pendatang yang telah pergi ke luar dari desa mereka juga akan menghilang begitu saja seolah mereka tidak pernah ke luar dari desa ini.
Setelah itu mereka melanjutkan makan bersama, Liu Zixia yang mendengar itu melihat pasangannya lalu memikirkan sebuah ide. Kalau benar semua ada sangkut-pautnya dengan penginapan itu maka sesampai di kamar mereka nanti dia akan mengirim para suaminya ke dalam ruang.
Long Ze memanggil pelayan memesan makanan, Ru Ansan yang paling bersemangat memesan. Ia bahkan memesan makanan dengan porsi besar membuat pelanggan lain di restoran itu melihat ke arah meja mereka.
Sedangkan orang yang ditatap tampak tidak peduli sama sekali karena di wajahnya tertulis kebahagiaan luar biasa. Kecantikan Ru Ansan membuat beberapa pria enggan untuk memalingkan wajah mereka ke arah lain, hal itu semakin membuat Ru Ansan semakin bangga.
"Andai aku sudah tumbuh dewasa pasti fisik milikku lebih cantik darimu, bukit kembar yang besar, pantat yang montok serta lemak bayi yang hilang." Ru Ansan mengeluh, ia membandingkan tubuhnya dengan tubuh Zixia apalagi saat matanya melihat pada bukit kembar Liu Zixia yang semakin hari semakin membesar.
Setelah lama duduk akhirnya makanan yang dipesannya sampai, mereka makan dengan lahap melupakan pembicaraan aneh Ru Ansan. Setelah kenyang dan membayar semuanya pergi meninggalkan restoran menuju ke penginapan.
Sesampai di kamarnya, Liu Zixia langsung membuat para suaminya menghilang hingga dirinya saja yang tersisa di kamar. Ru Ansan di sisi lain malah menyentuh dinding penginapan dengan tangannya lalu meludah dengan jijik.
Malam datang menjelang, pria yang tadi mengikuti Zixia merasakan sesuatu yang aneh. Dia berjalan ke luar dari penginapan tempatnya istirahat lalu melihat ke berbagai penjuru desa.
"Ada apa Tuan?" tanya bawahannya dengan kepala menunduk.
"Aku merasakan aura iblis pemikat lelaki, cari tahu di mana lokasi iblis itu! Pastikan tidak ada yang mengetahui semua ini karena hal ini dapat menyebabkan keributan." Pria tampan itu memberi perintah pada anak buahnya lalu berbalik masuk ke dalam penginapan.
Saat sampai di kamarnya sesuatu yang kecil seperti seekor ular ke luar dari dalam bajunya. "He Yidu apa kau juga merasakan aura milik burung itu? Aku merasa burung abadi itu berada di sini setelah aku ke luar dari cincin ruang milikmu." Ular bewarna putih itu berbicara dengan lidah menjentik ke luar dari mulutnya.
"Kau sudah pintar sekarang Xiao Za, memang benar aura burung itu dapat dirasakan apalagi malam ini auranya semakin terasa kuat. Atau mungkin dia sudah bertranformasi menjadi manusia hingga kita kesusahan mencarinya?" He Yidu menatap Xiao Za dengan pandangan rumit.