
Bai Yan dengan antusias bergerak cepat hingga kakinya berhasil memasuki halaman ruang kerja Liu Zhang.
"Berhenti Nyonya Liu! Anda tidak diizinkan masuk untuk sekarang, Tuan sedang melakukan pekerjaan penting." Salah satu kaki tangan Liu Zhang menghentikan Bai Yan tepat di depan pintu.
Bai Yan cemberut tidak senang, matanya melontarkan api kemarahan yang begitu mendalam. "Aku memiliki urusan penting juga yang ingin dibicarakan dengan suamiku. Katakan padanya aku ingin bicara!" perintah Bai Yan tidak senang.
Bai Yan menunggu di depan sedikit agak jauh karena dia memang dihentikan di sana.
"Tuan, Nyonya ada di sini dan ingin berbicara sesuatu yang penting dengan Anda. Nyonya masih menunggu," ujar orang itu dari luar ruangan.
Bai Yan tidak menaruh curiga sama sekali, dengan tenang Bai Yan menunggu. Bai Yan menekan api kemarahannya dengan paksa, sulit untuk berbicara dengan Liu Zhang jika dia dalam keadaan marah.
"Tunggu sebentar," jawab Liu Zhang dari dalam ruangan.
Jendela yang tadinya tertutup rapat dibuka secara perlahan, aroma bunga tipis tercium di udara tapi tidak diperhatikan oleh Bai Yan karena dia masih berada sedikit jauh dari ruangan Liu Zhang. Bai Yan bahkan tidak memperhatikan kalau selama ini jendela itu tertutup rapat karena tidak terlihat dari tempatnya berdiri saat ini.
"Biarkan Nyonya masuk!" perintah Liu Zhang.
Liu Zhang mengizinkan Bai Yan masuk setelah suara barang-barang dirapikan terdengar cukup lama. Bai Yan dengan angkuh memasuki ruangan, aroma dupa lembut yang biasa digunakan Liu Zhang adalah hal pertama kali yang dicium oleh Bai Yan saat ia melangkahkan kakinya ke dalam ruangan.
"Suamiku! Apa kau tahu aku mendapatkan sebuah berita yang begitu menggembirakan. Coba kau tebak berita apa itu?" tanya Bai Yan bertingkah genit pada Liu Zhang.
"Berita apa itu?" tanya Liu Zhang juga ikut penasaran. Liu Zhang memang tidak melanjutkan pencarian berita setelah tahu dia ditipu oleh Bai Za, Liu Zhang mulai bertindak tidak peduli semenjak masalah itu terungkap tapi dia juga enggan memberitahu Bai Yan tentang hal itu.
"Liu Zixia adalah Permaisuri kerajaan Yuhuan, kau bisa menggunakan itu untuk menaikkan status kita. Bahkan kita bisa meminta Liu Zixia untuk menjadikan adiknya salah satu selir Kaisar, kita bisa menggunakan Liu Zixia sebagai alat untuk meningkatkan prestise kita suamiku." Bai Yan membelai wajah Liu Zhang dengan lembut.
Dilihat dari tindakan nakal serta gerakan tangan Bai Yan yang bergerak acak di seluruh tubuh Liu Zhang jelas kalau ia ingin memancing Liu Zhang ke kamar mereka.
Liu Zhang tampak berpikir dengan saksama, mereka lupa dengan cara mereka memperlakukan Liu Zixia dan Liu Zhong di kediaman ini dulu.
"Apakah Liu Zixia mau?" tanya Liu Zhang pada akhirnya.
Bai Yan tersenyum, "tentu saja dia mau, dia harus ingat bagaimana kita membesarkan mereka. Tanpa kita dia tidak akan bisa hidup di dunia ini, sia harus membalas perbuatan baik yang telah kita lakukan padanya. Jika dia tidak mau, kita bisa menyebarkan rumor yang bisa menghancurkan nama Liu Zixia, dengan menggunakan ini dia pasti akan mau menuruti keinginan kita. Lagipula untuk bisa mempertahankan statusnya sebagai Permaisuri, dia membutuhkan dukungan keluarganya bukan?"
Bai Yan tampak tersenyum menyeramkan setelah mengatakan itu semua, dibalik kamar rahasia yang ada di dalam ruang kerja Liu Zhang seorang wanita cantik mengernyit jijik. Kekejaman di matanya terlihat jelas saat ia mendengar suara menggoda Bai Yan.
"Kita lihat saja Bai Yan, sampai kapan kau bisa mempertahankan statusmu sebagai Nyonya keluarga Liu? Kau sudah tidak memiliki keluarga yang mendukungmu dengan kau kehilangan bantuan suamimu maka kau bisa melakukan apa lagi? Sebentar lagi, ya ... sebentar lagi aku akan menindasmu sama seperti yang kau lakukan pada kakakku dulu." Wanita itu mengepalkan tangan penuh kebencian.
Tampaknya dia memiliki dendam yang kuat pada Bai Yan dan ingin menghancurkan Bai Yan setelah dia tidak memiliki dukungan.