
Lin Yuhua membelai wajah Liu Zixia dengan menggunakan ibu jarinya, gerakan lembut penuh kasih yang diperlihatkan Lin Yuhua membuat yang lain ingin melakukan tindakan yang sama.
"Dulu ... dia selalu berdiri di garda depan untuk melindungi dirimu kali ini berdirilah untuknya. Kau lihat bekas luka di tubuhnya kan? Kasihan dia! Balas semua kebaikannya dengan menikahinya, menjadikan dia salah satu dari kami. Setidaknya dengan menikahimu dia akan mendapatkan kehidupan yang layak, aku tahu istriku adalah wanita lembut penuh kasih." Lin Yuhua terus membujuk.
Sungguh, rasa kasihan terbit dari dalam hati Lin Yuhua saat melihat serta mendengar apa yang telah dilalui He Yidu semasa kecil sebelum dirinya mendapat kekuasaan. Lin Yuhua tahu kalau Liu Zixia tidak akan memperlakukan He Yidu dengan buruk, Lin Yuhua juga yakin Liu Zixia pasti bersikap adil pada mereka semua.
"Baiklah, aku setuju! Tapi aku tidak mau ada ucapan tidak enak di kemudian hari, satu hal lagi yang perlu aku ingatkan. Aku tidak ingin terjadi pertengkaran, perebutan kasih sayang serta hal-hal lain yang akan menyebabkan renggangnya hubungan satu sama lain." Liu Zixia mengingatkan para suaminya.
Kompak, keempat suami Liu Zixia langsung menganggukkan kepala. Saat ini, bagi mereka perkataan Liu Zixia adalah prioritas yang harus diutamakan. Liu Zixia jengah melihat sikap kompak suaminya, mereka berbeda dengan suami orang lain yang akan mudah bertengkar hanya karena masalah sepele saja.
Long Ze dan Ling Zhi langsung bangkit dari duduknya, dengan semangat kedua suami Liu Zixia itu berjalan ke depan. Rencananya mereka akan menyuruh He Yidu menyiapkan pernikahan mereka hari ini juga, lagipula pernikahan untuk selir tidak sesulit menikahi suami utama.
Prosesnya juga tidak rumit, hanya perlu tandu untuk mengangkut mempelai pria ke kamar pengantin wanita. Tidak perlu upacara merepotkan seperti Liu Zixia menikah dengan Lin Yuhua.
"Siapkan pernikahan tuanmu hari ini juga!" suruh Ling Zhi pada tangan kanan He Yidu yang bertugas di depan kamarnya.
"Tuan! Suami wanita itu bersedia Anda menikahi istrinya. Dia menyuruh saya menyiapkan pernikahan Anda hari ini juga," ujar tangan kanan He Yidu itu dengan penuh semangat.
He Yidu yang sedang termenung hanya mampu melongo, bibirnya terbuka lebar dengan mata tidak berkedip sama sekali. Lama dalam keadaan seperti itu barulah He Yidu sadar dan berdiri dari duduknya bahkan ia hampir terjatuh ke belakang akibat gerakannya yang terburu-buru.
"Benarkah itu? Apa kau tidak salah dengar? Bagus, katakan pada guru besar, aku ingin mendapatkan restu dari guru besar." He Yidu tersenyum bodoh dengan mulut terbuka lebar tanpa bisa dia tutup sama sekali.
Jantungnya berdetak kencang dengan gerakan tidak menentu, He Yidu menekan bagian dadanya itu untuk merasakan sendiri debaran itu. Bahagia, satu kata itu terlintas di benak He Yidu saat mendengar kabar yang dibawa Amak buahnya.
"Baik, Tuan!" Anak buah He Yidu menunduk sedetik berbalik badan dengan cepat meninggalkan kamar He Yidu untuk menemui guru besar yang disebutkan tadi.
Persiapan pernikahan diselesaikan dalam waktu yang begitu singkat. Tandu merah meriah kecil khusus untuk selir sudah diletakkan di depan halaman yang letaknya sedikit berjauhan dengan halaman yang ditempati oleh Lin Yuhua.
Kamar yang ada di sebelah kamar Liu Zixia juga telah dihias dengan sangat menarik, tampaknya kamar itu yang akan dijadikan kamar pengantin. Liu Zixia didandani oleh Lin Yuhua agar terlihat cantik menghilangkan wajah pucatnya yang masih tersisa.