
Liu Zhang cemberut, ia menatap benci pada Tabit di desa mereka yang telah lari terbirit-birit.
"Aku tidak tahu siapa yang berbuat salah di sini, oh Yan'er bukankah Bai Za mengatakan kalau Liu Zhong hanya murid yang tidak terlalu penting di Lembah Cahaya? Lalu apa ini? Kenapa ada serangan mendadak seperti ini?" Liu Zhang bertanya dengan nada tidak senang.
Wajah tampannya yang telah dimakan usia terlihat tidak menyenangkan sama sekali, seharusnya ia menyelidiki terlebih dahulu tentang kebenaran status Liu Zhong di Lembah Cahaya sebelum mengambil tindakan. Bai Yan yang ditanyai oleh Liu Zhang mengernyit tidak suka, biar bagaimanapun Bai Yan percaya kepada putra kakaknya, Bai Za itu. Sebab Bai Za lebih dulu masuk ke Lembah Cahaya.
"Ini mungkin karena masalah lain, bisa jadi murid Lembah Cahaya itu iri pada kecantikan anak kita hingga ia merusak wajah putri kita. Bai Za tidak pernah berbohong padaku sejak dulu, lagipula keuntungan apa yang dia dapatkan dengan berbohong kepada kita?" Bai Yan tersenyum mencemooh.
Bai Yan tidak pernah percaya sedikitpun kalau kedudukan Liu Zhong lebih tinggi dari Bai Za, bagi Bai Yan, Liu Zhong serta adiknya, Liu Zixia adalah sampah yang keberadaannya selalu di bawah kaki untuk diinjak.
"Kalau begitu bisakah kau bertanya pada Bai Za kenapa gadis dari Lembah Cahaya itu menyakiti putri kita, kalau Bai Za tahu kita bisa meminta kompensasi pada Lembah Cahaya dan memasukkan salah satu anak kita di sana." Sebuah ide cemerlang melintas di benak Liu Zhang, Liu Zhang tidak tahu akibat kepercayaan yang ia berikan pada Bai Yan dan keluarga Bai-nya keluarga Liu miliknya berada di ujung tanduk.
"Tuan," sapa kepala pelayan Liu Zhang dengan wajah pucat pasi.
Liu Ye dengan kepala tertunduk memberi isyarat pada Liu Zhang agar berbicara di tempat tertutup yang langsung dimengerti oleh Liu Zhang. Ke-duanya meninggalkan halaman Liu Yan dan Liu Ze menuju ke ruang belajar Liu Zhang.
Liu Ye terluka ragu beberapa detik sebelum memerintahkan seseorang untuk masuk ke dalam ruang belajar Liu Zhang. "Du Lin, kau bisa berbicara secara langsung dengan Tuan." Liu Ye menatap Liu Zhang dengan penuh permohonan.
Liu Zhang semakin berpikir keras saat melihat tingkah Liu Ye, pintu ruang kerja di buka secara perlahan. Seorang pria berumur 34 tahun masuk dengan wajah menunjukkan kekhawatiran.
" Saya ingin melaporkan sesuatu yang tidak menyenangkan, Tuan! Semua usaha kita mengalami masalah, semua penyuplai barang ke usaha kita berhenti mengirim sejak kemarin secara mendadak. Bisnis penginapan serta perjudian kita juga mengalami kendala sebab tiba-tiba saja saingan kita memiliki cara untuk menarik pelanggan untuk datang ke tempat mereka." Du Lin menjelaskan dengan wajah masam.
Semua bisnis yang ia jalankan di bawah permintaan Liu Zhang tiba-tiba saja mengalami masalah pelik, bisnis restauran serta bisnis perdagangan milik mereka mulai kehabisan barang. Seharusnya pengiriman barang baru terjadi kemarin namun sampai sekarang barang-barang itu tidak kunjung datang.
Lebih lucu lagi mereka hanya mendapatkan jawaban setelah ribuan pertanyaan lewat surat saja. Liu Zhang yang mendengarkan kabar itu semakin cemberut, dia merasa semua masalah ini telah disusun dengan rapi oleh seseorang. Bagaimana mungkin semuanya datang tiba-tiba secara bersamaan.
Liu Zhang teringat dengan surat yang ia baca tadi, pengingat di sana jelas menyatakan padanya bahwa banyak kejutan lain yang berdatangan. Detak jantung Liu Zhang semakin meningkat saat ia mengingat apakah keluarga yang ia jaga dengan baik akan hancur begitu saja.