
"Apalagi yang kau inginkan?" tanya Yu Zixia lagi saat melihat Lin Yuhua hanya diam tak menjawab ucapannya.
"Aku tau kau marah atas apa yang aku lakukan tapi ikan-ikan itu tak bersalah. Seharusnya kau tidak melampiaskan semuanya pada mereka tapi lampiaskan kemarahan yang kau rasakan padaku!" Akhirnya Lin Yuhua menjawab ucapan Yu Zixia yang terkesan menuntut.
"Melampiaskannya padamu? Cih, setiap kali aku ingin menghajar dirimu kau akan menggunakan kekuatanmu untuk menghentikan diriku." Yu Zixia tersenyum mengejek.
Yu Zixia melangkah pergi dan meninggalkan Lin Yuhua sendirian di sana akan tetapi langkahnya ternyata tetap saja diikuti oleh Lin Yuhua.
"Kau bisa melampiaskan semuanya padaku di ranjang," ujar Lin Yuhua sembari terus mengikuti langkah-langkah cepat yang diambil Yu Zixia demi melarikan diri darinya.
"Cih, di otakmu itu apakah hanya ada urusan ranjang saja?" sindir Yu Zixia dengan senyuman penuh cemoohan.
Yu Zixia semakin mempercepat langkahnya menuju kediaman tempatnya tinggal. Dia berharap bisa lepas dari kejaran Lin Yuhua.
"Apakah kau berpikir dengan berlari kekediamanmu kau bisa merasa aman dan lepas dariku? Kalau ya, kau salah besar sayang!" ejek Lin Yuhua saat mereka mencapai pintu kediaman Yu Zixia.
Seperti yang dikatakan Lin Yuhua tadi tiba-tiba saja kaki Yu Zixia tidak bisa lagi digerakkan sama sekali, tubuhnya terasa kaku dan berat.
"Ahhh sialan, kau menggunakan kekuatanmu lagi padaku?" tanya Yu Zixia diawali umpatan yang keras.
"Tidak! Hanya saja aku tak bisa menolak undangan terbuka darimu sayang," bisik Lin Yuhua lembut di telinga Yu Zixia.
Malamnya Lin Yuhua terbangun dengan senyuman lebar di bibirnya. Di sebelahnya terbaring Yu Zixia dengan tubuh yang tertutupi selimut tebal.
Hanya bahu lembut dan putih miliknya saja yang terlihat dari balik selimut. Lin Yuhua memakai pakaian dalamnya dan berjalan keluar tempat tidur untuk menemui Kasim Han yang selalu setia menunggu dan mengikutinya kemanapun.
"Yang Mulia! Nona Ruan Zu membuat ulah kali ini, dia menolak untuk makan dan minum apa saja yang disodorkan padanya," jelas Kasim Han dengan kepala menunduk ke bawah.
"Bagaimana dengan ikan yang tadi dibunuh oleh Yu Zixia? Apakah dia sudah dikuburkan?" tanya Lin Yuhua tanpa berpaling sedikitpun dari pintu kamar Yu Zixia.
"Sudah, Yang Mulia!" jawab Kasim Han cepat.
"Biarkan saja dia tidak makan, aku tidak ingin meninggalkan Yu Zixia hari ini. Aku takut dia tiba-tiba saja menghilang dari hadapanku. Entah kenapa perasaanku tidak enak sejak ikan itu mati." Lin Yuhua menghembuskan nafas kasar.
Sedari tadi dia memang merasakan perasaan tidak tenang dan juga gelisah. Ia merasa Yu Zixia akan meninggalkan dirinya lagi dan akan sulit untuknya menemuinya kembali.
"Baiklah, Yang Mulia!" angguk Kasim Han kembali. Dia melangkah mundur dan meninggalkan Lin Yuhua untuk memberi kabar pelayan yang membawa kabar tentang Ruan Zu tadi.
Lin Yuhua masuk kembali ia masih melihat Yu Zixia masih tertidur dengan lelap tanpa merubah postur tubuhnya.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku, Yu Zixia! Selamanya kau akan tetap di sisiku tanpa ada yang bisa memisahkan kita." Lin Yuhua berbisik lembut di telinga Yu Zixia sebelum melepas bajunya dan kembali tidur memeluk Yu Zixia.