
Ye Lian nampak bingung dengan apa yang diucapkan oleh Liu Zixia sebelum dengan cepat tersenyum, "Dalam surat yang diberikan oleh pria berbaju hitam, jelas-jelas tertulis namamu jadi tentu saja dia tahu."
Ye Lian membelai lembut kepala Yu Zixia sebelum dengan cepat mengambil tangannya dan berjalan menuruni jalan setapak itu.
Hari ini dia harus pergi ke tempat lain untuk mencari seorang guru ahli pedang lainnya. Untuk mengalahkan Lin Yuhua dan bisa membalaskan dendamnya pada Ruan Zu. Liu Zixia harus bisa mempelajari semuanya sebelum belajar ilmu tenaga dalam.
Ling Zhi menatap penuh iri pada kasih sayang yang ditunjukkan oleh Ye Lian pada Liu Zixia, sikap lembut, tutur kata penuh kasih sayang dan bahkan siraman cinta yang dituangkan Ye Lian pada Liu Zixia membuatnya iri dan ingin menjadi bagian dari itu semua.
"Bisakah kalian berhenti bermesraan di depanku, semua orang pernah jatuh cinta hanya kalian saja yang terlalu berlebihan." Ling Zhi berusaha menyindir namun semua kata-kata yang diucapkannya tidak memengaruhi kegiatan yang dilakukan oleh Ye Lian pada Liu Zixia.
Mereka berjalan sedikit lebih lama dari kemarin hanya untuk menuju kapal. Saat Ye Lian dan Liu Zixia hendak menaiki kapal mereka Ling Zhi juga ikut naik ke kapal yang sama.
Melihat itu Ye Lian menaikkan sebelah alisnya sembari menatap Ling Zhi yang berpenampilan acuh tak acuh atas apa yang telah diambilnya.
"Kapalmu bukan yang ini tapi yang setelah kami," ujar Ye Lian pada Ling Zhi yang malah tidak menanggapi ucapannya.
"Kau tidak dengar?" tanya Ye Lian heran atas sikap acuh tak acuh yang ditujukan oleh Ling Zhi padanya.
"Aku ini orang yang mengajarinya mulai sekarang, di setiap ada waktu luang aku akan mengajarinya ilmu-ilmu dasar beladiri sampai ke tempat tujuan. Jadi, kalau aku jauh darinya kapan dia akan belajar?" tanya Ling Zhi masuk akal.
"Tapi ...."
"Sudah biarkan saja, keamanan kita lebih terjaga jika dia satu kapal dengan kita." Liu Zixia menarik tangan Ye Lian ke bagian dalam kapal menuju ke kamar mereka.
Liu Zixia merasa tidak nyaman dan ingin mengganti pakaiannya secepat mungkin.
Namun ketika melangkah dan sampai di depan tirai bagian tempat mereka akan tidur di bagian dalam kapal ternyata Ling Zhi masih mengikuti mereka.
Kesal Ye Lian ingin sekali memukul pria di depannya dengan penuh kemarahan. "Kau cari kamar lain! Ini adalah kamar kami berdua," tutur Ye Lian tidak senang dengan wajah masam.
Ling Zhi yang diusir oleh Ye Lian dengan terang-terangan menatap Liu Zixia penuh harap di dalam bola matanya.
Namun melihat sikap Ye Lian yang begitu takut dan sangat menjaga dirinya Liu Zixia juga bertingkah pura-pura tidak melihat sebelum masuk ke kamarnya.
"Cepat atau lambat aku akan menjadi bagian dari kalian dan kau sebagai selir juga harus mau mengalah dariku meski jabatanmu lebih tinggi. Kau harus ingat di kerajaan ayahmu wanita di wajibkan untuk memiliki suami yang banyak." Ling Zhi mengingatkan Ye Lian sebelum masuk ke ruangan di depannya.
Setelah melihat kepergian Ling Zhi, Ye Lian barulah menghembuskan nafas lega dan menyusul Liu Zixia ke dalam.