Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#69


Setelah mandi di air yang begitu menyegarkan dari air terjun itu Liu Zixia duduk di dekat air terjun dengan mata terpejam.


Aliran qi murni yang mengalir di sekeliling Liu Zixia menyebabkan rasa sejuk dan angin yang berputar-putar di sekitarnya menjadi tenang.


Aliran qi kali ini terlihat berbeda dari yang biasa diserapnya. Qi yang diserap oleh Liu Zixia terlihat berwarna putih susu dengan Meridian tubuhnya yang terbuka seolah-olah mereka merasa lapar dan haus.


"Sebentar lagi kekuatan Liu Zixia akan meningkat dan itu artinya aku bisa berubah bentuk lebih indah lagi." Ru Ansan terlihat senang dan gembira.


"Ah tubuhku terasa sangat tenang dan damai," ujar Ling Zhi dengan penuh kebahagiaan saat ia membuka mata.


Ru Ansan yang melihat Ling Zhi telah selesai langsung melempar sebuah buku padanya.


dengan kecepatan penuh.


"Kau bacalah buku itu dan pahami isinya dengan baik. Bukankah kau ingin melindunginya maka lindungilah dia dengan senjata-senjata luar biasa. Di sana kau akan diajarkan cara menempa senjata roh, abadi dan surgawi."


"Kau tahu?" tanya Ling Zhi bingung. Ia merasa hanya dirinya yang akan ingat dan mengetahui rahasia masa lalu mereka.


"Apa yang dilaluinya aku akan mengetahui semua itu. Kau tenang saja, aku tidak akan pernah mengatakan semua itu padanya ataupun orang lain."


Ling Zhi mengambil buku itu dan mulai membaca halaman demi halaman dengan tenang dan penuh penghayatan.


"Apakah di sini ada ruang tempa?" tanya Ling Zhi dengan raut wajah penasaran dan penuh harap.


"Seharusnya ada," angguk Ru Ansan pada Ling Zhi, Ru Ansan menginjakkan kakinya ke tanah sekali sebelum terbang tinggi dan melihat keadaan sekitar.


"Di ujung sebelah kananmu, nampaknya bangunan itu baru saja terbuka." Ru Ansan berteriak dengan keras. Segera Ling Zhi berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh Di Ansan lewat udara.


Sedangkan Ye Lian masih menyerap qi dengan rakus dan penuh semangat. Tujuannya saat ini naik level ke tingkat menengah dari tingkat bumi.


"Dia sangat gigih dan pantang menyerah. Semoga keinginannya terpenuhi!" Ru Ansan terlihat senang melihat semangat yang ditujukan oleh Ye Lian.


Di sisi lain Ruan Zu tengah dipeluk oleh pria yang menemuinya tadi. Mereka berada di dalam selimut tanpa pakaian menutupi tubuh masing-masing.


"Pelatihan ganda kali ini aku tetap tidak mendapatkan peningkatan apapun," keluh Ruan Zu dengan wajah menyedihkan.


"Kalau kau mau mengandung anakku kembali maka aku akan mencarikan gadis muda berbakat untuk kau serap kekuatan dan daya mudanya." Pria itu tersenyum dengan penuh ejekan.


"Bagaimana mungkin aku hamil anakmu sedangkan Lin Yuhua brengsek itu belum menyentuh diriku lagi semenjak anak kita keguguran." Ruan Zu berusaha bergerak namun tangan pria itu langsung menghalangi gerakannya.


"Sudah lama aku tidak menyerap vitalitas gadis-gadis muda. Kalau aku tidak bisa ke luar bagaimana caranya aku menghirup semua itu?" tanya Ruan Zu kesal.


Dia benar-benar tidak bisa pergi jauh seperti dulu jika ia pergi dan Lin Yuhua datang maka semua usahanya akan sia-sia terlihat lemah dan sakit-sakitan selama ini.


"Aku akan memikirkan cara agar kau bisa tidur dengannya agar bisa mengandung anakku kembali. Kalau bisa kita akan menipu dirinya lagi seperti waktu itu." Pria itu tersenyum misterius.


Dia kembali merebahkan Ruan Zu dan segera ruangan itu dipenuhi oleh suara-suara nakal yang tidak terdengar dari luar sama sekali.