
Jadi yang di sini aku mau jelasin buat yang masih bertanya-tanya. Jadi Liu Zixia itu udah dua kali meninggal.
Yang pertama pas dia punya kekuatan dan orang-orang yang melindunginya meninggal semua. Dan yabg kedua pas dia sama Lin Yuhua. Kenapa dia belum balas dendam? Karena musuhnya belum muncul dan ingatan serta kekuatan dia masih tersegel. Dah segitu aja dulu.
Jangan lupa like, rate, vote sama komen ya yang terpenting baca sampai habisðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
***
Liu Zixia akhirnya bangun ketika sore menjelang, ketika melihat dia bangun di tempat yang tidak dikenalnya dengan cepat Liu Zixia bangkit dan pergi meninggalkan kamar itu.
Ketika Liu Zixia ke luar, aroma harum makanan langsung masuk ke dalam Indra penciumannya.
Rasa lapar yang mendera serta harumnya aroma makanan membuat Liu Zixia memilih untuk menuju ke sumber aroma yang ternyata adalah meja makan.
"Kau sudah bangun?" tanya Ling Zhi dengan senyuman lembut di bibirnya.
Matanya menelisik melihat wajah Liu Zixia yang tidak lagi pucat seperti tadi.
"Mana Ye Lian?" tanya Liu Zixia heran saat dia tidak menemukan keberadaan Ye Lian di sana.
"Jangan mencarinya! Dia sedang berlatih ilmu qi agar bisa melindungi dirimu. Dia laki-laki dan tidak butuh perlindungan darimu sedikitpun," cegah Ling Zhi saat melihat Liu Zixia akan pergi mencari Ye Lian.
"Kau tidak berbohong 'kan?" tanya Liu Zixia curiga, matanya menyipit menatap Ling Zhi penuh tanda tanya dan kecurigaan.
"Untuk apa aku berbohong! Aku mengatakan yang sebenarnya padamu, kalau kau ingin mengganggu dirinya silakan! Tapi dengan kau terus-menerus berusaha melindunginya, dia akan merasa dirinya hanyalah beban bagimu." Ling Zhi melanjutkan menata makanan tanpa peduli pada Liu Zixia lagi.
Rasa lapar yang ditahannya sedari tadi akhirnya bisa dipuaskan setelah dia memakan tiga mangkuk nasi dan beberapa potong ikan besar.
Ling Zhi yang melihat cara makan Liu Zixia merasa iba dan prihatin, pasalnya dulu semua keinginan Liu Zixia selalu terpenuhi dan juga terpuaskan.
"Kenapa kau seperti orang yang kelaparan?" tanya Ling Zhi khawatir setelah melihat Liu Zixia menyeka mulutnya dengan sapu tangan.
"Aku memang sangat kelaparan! Biasanya pagi aku sudah makan banyak sekarang sudah sore dan aku belum memakan apapun untuk mengganjal perut kecilku ini," keluh Liu Zixia dengan wajah menyedihkan sembari mengusap perutnya yang tertutupi pakaian.
"Mulai besok aku yang akan mengatur pola makanmu! Kau juga harus makan-makanan yang sehat dan bergizi dan kau juga harus belajar ilmu pedang mulai sekarang!" Ling Zhi menatap Liu Zixia dengan senyuman.
Matanya menyipit tak kala bibir itu masih menyunggingkan senyuman pada Liu Zixia.
"Aku akan ke kamarku! Terima kasih sudah merawatku sewaktu pingsan tadi," ujar Liu Zixia menunduk.
Liu Zixia pergi meninggalkan Ling Zhi menuju kamarnya dan mendapati Ye Lian sedang duduk bersila di atas tempat tidur.
Ada aura biru yang menyelimuti tubuhnya dan ruangan itu terasa hangat dan menenangkan.
Liu Zixia memilih duduk di kursi, ia menerawang entah memikirkan apa.
Saat melihat aura biru menyelimuti Ye Lian bagian dantian Liu Zixia bergetar seolah-olah meminta untuk di isi oleh qi pula. Tapi Liu Zixia merasa bingung dan penasaran pasalnya dia tidak pernah belajar itu.