
Liu Zhang terkejut bukan main ketika mendengar semua yang telah diucapkan orang kepercayaannya itu. Liu Zhang berjalan ke kursinya dan jatuh terduduk lemas. Wajah tampannya berubah pucat, lidahnya kelu tidak mampu mengucapkan sebuah kata sama sekali.
Siapa yang tidak tahu Lembah Cahaya? Perguruan yang bahkan berani menentang Kaisar demi seorang murid yang dilukai olah Kaisar Yuhuan. Siapa yang tidak tahu kalau murid perguruan Lembah Cahaya memiliki posisi yang tinggi di atas masyarakat akibat nama baik yang dibuat oleh Liu Zixia Permaisuri Yuhuan yang namanya hampir sama dengan putrinya.
"Tuan, Nona Liu Zixia adalah permaisuri Kaisar Lin Yuhua. Dia adalah wanita yang sangat dicintai oleh Kaisar saat ini, bahkan akibat kedatangan Nona Liu, Nona Ruan yang selama ini dicintai oleh Kaisar Lin Yuhua juga diusir. Keluarga Ruan serta keluarga Bai sedang ditindas oleh istana, aku yakin ini adalah bentuk balas dendam yang dilancarkan Nona Liu pada mereka." Orang itu kembali melanjutkan laporan yang berhasil ia dapatkan.
Semakin orang itu berbicara semakin buruk pendengaran Liu Zhang, setiap kata yang terucap membuat Liu Zhang semakin memucat. Gemetar, Liu Zhang bahkan tidak sanggup untuk mengangkat tangan untuk sekedar menyuruh pria itu berhenti bicara.
"Habislah kita, cepat atau lambat keluarga Liu yang akan menjadi seperti itu selanjutnya." Terus berlanjut, pria itu kembali melontarkan bom waktu ke arah Liu Zhang.
Bai Yan di sisi masih mencoba mencari bantuan dari keluarganya serta keluarga Ruan, dua orang itu pergi dan dia kembali dengan keadaan yang sama dengan orang yang dikirim Liu Zhang untuk mengumpulkan informasi.
"Apa katamu?" tanya Bai Yan terkejut.
Tubuh Bai Yan gemetar dengan sendirinya, matanya berputar-putar tidak terkendali. Bibir Bai Yan memucat, Bai Yan jatuh terduduk di tanah. Dia tidak peduli dengan gaun cantiknya yang akan kotor, Bai Yan menatap hampa pada orang itu.
"Laki-laki dalam keluarga Ruan ditangkap dan di penjara karena kasus suap, pelecehan serta kasus lainnya yang memberatkan. Menjual nama kerajaan untuk menindas yang lemah, serta melakukan apa saja untuk mengumpulkan kekayaan. Menipu Kaisar serta melakukan fitnah kejam terhadap keluarga Permaisuri terdahulu." Wajah Bai Yan semakin memucat ketika mendengar kata demi kata dari orang yang dikirimnya.
Bai Yan bangkit, matanya yang tadi kosong sekarang dipenuhi oleh kebencian serta kemarahan yang tidak disembunyikan lagi.
"Apa yang kau katakan?" Bai Yan meraung keras dengan suara bergema di dalam halaman kecil itu.
"Keluarga Bai juga mengalami semua itu, Bai Za sudah lama dikeluarkan dari Lembah Cahaya. Bukan hanya Bai Za, anak-anak keluarga Bai serta keluarga Ruan yang ada di Lembah Cahaya sudah lama dikeluarkan."
Kaki Bai Yan kembali lemah setelah mengatakan semua itu, raut tidak percaya serta keputusasaan tidak bisa ditutupi sama sekali. Kata-kata yang dilontarkan orang kepercayaannya membuat Bai Yan yang selalu bangga memiliki pendukung kuat sekarang tidak memiliki tenaga sama sekali.
"Bagaimana itu mungkin? Bukankah Ruan Zu adalah wanita kesayangan Kaisar? Kenapa masalah ini bisa menimpa kita?" Tidak menyerah, Bai Yan mencoba menggunakan pion terakhirnya.
Wajah pria itu semakin pucat, ia mendongak dengan lemah, lidahnya terasa kelu. Ia akhirnya menghembuskan nafas mencoba untuk berbicara, " Nona Ruan sudah lama diusir dari kerajaan akibat melakukan fitnah terhadap Permaisuri Yuhuan yang ternyata adalah Nona Liu Zixia."
Serasa ada sesuatu yang meledak di kepala Bai Yan dari semua berita yang ada kenapa malah berita ini yang paling membuatnya terkejut. adalah nama Liu Zixia yang baru disebutkan.
"Apa katamu?" tanya Bai Yan, cahaya kembali bersinar di kedalaman matanya yang tadi mulai meredup.
"Nona Liu Zixia adalah Permaisuri saat ini di kerajaan Yuhuan, dia adalah Permaisuri yang paling disayangi oleh Kaisar." Ragu-ragu pria itu kembali berbicara.
Bai Yan langsung berdiri kembali, tanpa peduli dengan harga dirinya atau bajunya yang kotor Bai Yan berlari menuju ke ruang kerja Liu Zhang. Harapan yang besar muncul di hati Bai Yan, dia dengan antusias berlari semakin cepat menuju ke halaman tempat ruang kerja Liu Zhang berada.