Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#198 part 2


Liu Zixia berhasil menajamkan pendengarannya dan akhirnya sampai di sebuah halaman tua yang tidak terawat, halaman itu tampak menakutkan karena rumput di sana setinggi betis orang dewasa. Pohon-pohon mati dibiarkan tanpa dirawat atau dibersihkan, sampah berserakan di mana-mana membuat orang enggan datang ke sana.


Liu Zixia menggunakan ilmu peringan tubuhnya untuk sampai di ruang yang ada di halaman itu tanpa diketahui siapapun. Dia berhasil membuka celah kecil di dinding untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan itu.


Di kamar itu tampak seorang wanita tua yang kakinya terikat dengan pakaian yang jauh dari kata layak, wanita itu menatap tajam pada Lu Ran Ran yang membawakan makanan. Lu Ran Ran tersenyum mencemooh meletakkan makanan Itu di lantai lalu duduk di kursi satu-satunya yang ada di kamar itu.


"Bagaimana kabarmu wanita tua? Kau nyaman kan di sini?" tanya Lu Ran Ran dengan senyum memikat namun penuh dengan kejahatan tersembunyi. "Kenapa aku harus bertanya padahal jawabannya sudah jelas. Hahahaha," tawa Lu Ran Ran terdengar begitu keras namun tidak ada yang berani mendekati tempat itu karena rumor yang beredar.


"Kenapa kau belum mati juga wanita tua? Apa yang membuat dirimu masih bertahan sampai saat ini? Kau ingin bertemu dengan anakmu? Kau ingin mengatakan tentang apa yang telah aku lakukan padamu? Itu tidak mungkin karena selamanya kau akan terkurung di sini, sampai kau mati." Lu Ran Ran tertawa menyeramkan, kebencian di mata Lu Ran Ran membuat wanita itu terlihat takut.


"Kau jahat Lu Miao! Kau membunuh adikmu sendiri agar bisa hidup senang dan mengaku sebagai dirinya. Apa kau tidak takut karma akan datang padamu?" Wanita tua itu mengecam dengan tangan terkepal.


Lu Miao alias Lu Ran Ran tertawa semakin besar, dia mengipasi dirinya sendiri lalu berdiri hendak pergi dari sana.


"Lu Miao sudah mati berpuluh-puluh tahun yang lalu saat ia melahirkan anak yang tidak diinginkan itu yang hidup sekarang adalah Lu Ran Ran. Ibu He Yuan yang anaknya akan menjadi istri pangeran Benua Atas,tapi aneh ya semua lelaki bodoh itu sampai sekarang tidak tahu bahwa istrinya yang ia cintai sudah lama mati." Lu Ran Ran ke luar dari rumah itu melewati pintu belakang yang nyaris roboh kapan saja.


"Siapa kau? Apa yang kau inginkan? Apa kau akan membunuhku?" tanya wanita itu dengan mata menyipit.


Liu Zixia menggeleng, ia menggunakan kekuatannya untuk melepas belenggu wanita itu lalu melempar obat yang selalu dia bawa ke manapun. "Apa hubunganmu dengan ibu He Yidu itu?" tanya Liu Zixia dengan tangan terlipat di dada.


"Dia bukan ibu He Yidu, ibu He Yidu sudah meninggal. Wanita itu adalah kembaran ibunya, dia membunuh ibu He Yidu agar bisa mendapatkan apa yang dimiliki oleh Lu Ran Ran, dia sangat membenci ibu He Yidu itu sebabnya dia selalu memperlakukan He Yidu dengan buruk. Aku tidak tahu bagaimana nasib anak itu sekarang tapi aku berharap dia baik-baik saja," bisik wanita tua itu lemah dengan air mata mengalir.


Andai saja dia punya cukup keberanian untuk berbicara dan tidak takut akan ancaman Lu Miao maka semuanya akan terbongkar cukup lama, ketika dia punya keberanian Lu Miao membakar rumahnya. Membuat ia seperti mati dalam kebakaran itu padahal yang sebenarnya dia dikurung di sini.


"Dia bukan ibu He Yidu? Lalu kenapa pada anak yang lain dia baik?" tanya Liu Zixia tampak penasaran.


"Karena yang lain tidak memiliki ciri yang sama dengan Lu Ran Ran, yang lain juga sangat patuh padanya." Wanita tua itu menjelaskan, dia menggerakkan kakinya yang telah lama terikat itu.