
Pria itu mengaduh kesakitan namun dia tidak berani melawan, dia tampak pasrah menerima perlakuan He Yuan yang brutal dan kejam. Cukup lama pria itu dicambuk, He Yuan memanggil pelayan yang tumbuh bersama dirinya.
"Ji Shao kemarilah!" teriak He Yuan keras, tidak lama seorang wanita muda seusia dirinya masuk dengan pakaian sedikit berantakan.
Sebelum masuk ke kamar He Yuan dia merapikan pakaiannya kembali lalu masuk dengan anggun sambil tersenyum sopan. "Ya, Nona He! Ada apa?" tanya Ji Shao dengan senyum ramah.
Dia melirik pria tampan di tempat tidur lalu menatap He Yuan yang duduk di kursi yang tidak jauh.
He Yuan menatap pelayannya lalu tersenyum aneh, dia berjalan menuju pelayannya itu melepas baju pelayan dengan satu gerakan lalu memperhatikan bekas merah dan ungu yang ada di tubuhnya dengan saksama. "Siapa yang baru saja kau layani?" tanya He Yuan tanpa basa-basi.
Dia merobek baju Ji Shao hingga tidak ada lagi yang menutupi tubuhnya sama sekali. Ji Shao terlihat tidak malu, jelas kalau He Yuan sudah terbiasa berbuat seperti itu padanya.
"Tuan Ke-tiga, Nona!" jawab Ji Shao cepat tanpa ada rona malu di wajahnya sama sekali, He Yuan mengangguk, dia melirik pria di ranjang lalu pelayannya itu silih berganti sebelum mendorong pelayannya ke ranjang.
"Aku ingin melihat tontonan seru! Lakukan seperti biasa!" titah He Lagi, dia mencari tempat duduk dengan posisi yang nyaman yang dapat membuatnya leluasa melihat adegan di tempat tidur.
Tanpa malu Ji Shao naik ke atas tubuh budak pria yang dibeli He Yuan, meski tubuh pria itu dipenuhi luka tapi ketampanan wajahnya tetap terjaga, Ji Shao melepas bagian pakaian yang tersisa memposisikan diri lalu bergerak dengan cara terlatih untuk mencari kepuasan.
He Yuan merapikan bajunya lalu ke luar kamarnya menuju ke taman meninggalkan pelayannya yang sedang mencari kepuasan, selepas kepergian He Yuan seorang pria buru-buru masuk ke kamarnya lalu ikut bermain bersama Ji Shao mengabaikan pria yang terikat di ranjang yang hanya dapat menonton adegan itu karena belum mendapatkan kepuasan.
"Rumah ini lebih kotor daripada kediaman Liu, mereka terlalu tinggi menjunjung harga dirinya sehingga bisa berbuat seenaknya pada laki-laki. Tidak ada rasa saling menghormati, setidaknya kediaman Liu masih mengizinkan Liu Zhang memiliki selir wanita lain." Liu Zixia menggeleng kepalanya dengan dramatis.
Cukup lama dia di sana lalu beralih pada arah yang sama dengan jalan yang dilalui He Yuan, saat itulah tanpa sengaja Zixia mendengar suara memikat He Yuan. Zixia mencoba mencari asal suara, ia menemukan pakaian yang He Yuan kenakan tadi berserakan di sekitar tempat pemandian.
Penasaran, Liu Zixia mencari pohon didekat sana untuk duduk melihat apa yang terjadi yang ia temukan He Yuan sedang dilayani oleh seorang pria, pria itu tampak memutar dan memelintir bukit kembar He Yuan membuat beberapa bentuk aneh lalu bibirnya bermain dengan tunas merah jambu itu.
Tampaknya kedua pasangan itu sudah terbiasa bermain di dalam kolam itu hingga mereka tidak menahan suara sama sekali, Zixia ingin melihat wajah pria itu namun uap yang membumbung di udara membuatnya kesulitan.
Liu Zixia mengubah posisi, ia ingin melihat wajah itu agar tidak salah sasaran saat itulah Zixia terkejut bukan main karena yang ada di kolam adalah seseorang yang ia kenal. Liu Zixia tampak penasaran kenapa pria itu bisa sampai ke kediaman Lu Ran Ran, Liu Zixia ingin mengerjai He Yuan namun suara Lu Ran Ran membuatnya mengurungkan niat baiknya untuk mengerjai He Yuan.
"Ish, kenapa keberuntungan gadis ini baik sekali? Aku akan mengerjai Lu Ran Ran dulu baru mengerjai He Yuan ini, mereka akan menerima perlakuan setimpal atas apa yang telah mereka lakukan pada He Yidu." Zixia mencari asal suara Lu Ran Ran.