Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#30


Lin Yuhua datang ke kediaman Yu Zixia hanya untuk menemukan tidak ada seorang pun di sana. Dia hanya mencium aroma aneh yang sangat familiar bagi hidungnya.


"Kau membawanya? Kau berani?" teriak Lin Yuhua keras sembari menggenggam tangannya erat.


"Percuma berteriak! Dia sudah membawa Yu Zixia jauh dari sini, terima saja kenyataan kalau kau memang sudah membuangnya. Kau yang mencampakkan Yu Zixia!" Lin Yunzia yang muncul entah dari mana menatap sinis Lin Yuhua.


"Kenapa kau tidak menghentikannya? Kenapa kau membiarkan dia membawanya pergi?" Mata Lin Yuhua kembali merah dengan rambut yang kembali berubah warna.


"Untuk apa aku mencegahnya? Apa keuntungan yang aku peroleh? Kau sendiri yang telah memutuskan untuk membunuh perasaan Yu Zixia padamu," cerca Lin Yunzia sembari tersenyum.


"Kau lebih mementingkan orang yang membunuhnya ketimbang membela dan mementingkan dirinya. Apa kau pikir dia akan bertahan dengan orang seperti dirimu?" tanya Lin Yunzia mencemooh.


"Dia harus! Dia harus memahaminya dan harus menerima semua itu," ujar Lin Yuhua marah.


Lin Yuhua merasa marah, benci, kesal dan juga sangat hancur.


"Dia wanita, dia punya perasaan dan juga harga diri. Apa kau memberinya harga diri? Apa kau peduli padanya?" tanya Lin Yunzia sinis.


Lin Yunzia berjalan mendekat ke arah Lin Yuhua yang sedang marah dan butuh pelampiasan emosi.


"Lepaskan dia! Yu Zixia pantas bahagia, dia pantas mendapatkan apa yang diinginkannya." Lin Yunzia menepuk bahu Lin Yuhua yang terasa panas membakar.


Merah di rambut dan matanya makin menyala seperti api yang siap membakar.


"Lampiaskan kemarahanmu! Sayang, meski kau melakukan apapun Yu Zixia tidak akan kembali kepadamu. Ini adalah akibat dari pilihanmu, ini semua adalah kesalahanmu!" Cerca Lin Yunzia penuh penekanan pada setiap kata yang diucapkannya.


"Aku harus mengambilnya kembali, walaupun dia pergi ke ujung dunia sekalipun dia akan tetap menjadi milikku." Lin Yuhua mencoba bergerak pergi.


Namun belum sempat ia melangkah sebuah cambuk melayang dan menghentikan pergerakannya.


Segera, Lin Yuhua jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.


"Aku akan menyiksamu! Aku akan membuatmu merasa tidak bisa hidup, aku akan membuatmu selalu memikirkan Yu Zixia tapi kau tidak bisa menemukannya." Lin Yuhua mengangkat kembarannya itu ke tempat tidur.


"Benar-benar iblis yang tidak punya hati," ujar Lin Yunzia pelan. "Jika dia iblis aku juga dong, berarti aku juga tidak punya hati. Bukan! Aku berbeda darinya, aku punya hati dan juga baik hati." Lin Yuhua menggeleng mendengar ucapannya sendiri.


"Yu Zixia, kau harus bisa bahagia sekuat mungkin aku akan menahan iblis ini agar tidak pergi mencarimu." Lin Yunzia berbisik lembut, sembari pergi meninggalkan tempat itu.


Di lain sisi, Yu Zixia telah berlayar bersama Ye Lian menjauh meninggalkan tempat itu.


"Pergilah sejauh mungkin! Ketika kau memiliki kekuatan balaskan dendanmu nanti. Saat ini yang terpenting adalah kau bisa bebas dari kukunggan pria bodoh itu." Pria yang membawanya pergi dari kediaman Lin Yuhua berbisik.


Dia membiarkan Yu Zixia pergi dengan Ye Lian agar bisa menuntut ilmu dan mencari kekuatan.


"Yu Zixia, kau adalah takdir Lin Yuhua hanya kau yang bisa membuatnya tidak kehilangan kendali. Hanya saja, sekarang bukan saat yang tepat kau berada di sisinya." Pria itu berbisik sebelum menghilang seperti tidak pernah ada di sana selama ini.