Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#203


Zixia duduk ditemani suaminya, mereka saat ini sedang bercerita satu sama lain, suasana harmonis yang tercipta membuat siapa saja yang lewat terhenti. Jarang di dalam rumah tangga ada yang seperti ini, mereka tidak hanya saling menjaga juga saling memberi pengertian satu sama lain.


Yizu yang tertidur diletakkan di sebelah mereka di tempat tidur bayinya, suasana damai dan tenang itu menjadi kacau saat gelas yang dipegang oleh Ling Zhi jatuh karena licin, suara keras itu menyebabkan si kecil terbangun dan merasa kehilangan tangan ayahnya.


Yizu mulai menangis dengan keras saat tangan hangat Ye Lian tidak ia rasakan lagi, Zixia yang melihat itu merasa tersakiti. Dia yang mengandung serta melahirkan dengan rasa sakit yang begitu hebat diabaikan oleh anaknya sendiri. Zixia mencoba mengambil Yizu, menimang putrinya itu dengan kasih sayang namun Yizu tampak tidak peduli.


Iya terus menangis berharap ayahnya yang mengambil dirinya. Lelah hati, Zixia dengan terpaksa menyerahkan Yizu pada Ye Lian untuk didiamkan. Benar saja, si kecil langsung berhenti menangis setelah merasakan tangan hangat ayahnya yang selalu memeluk serta menemani dirinya setiap hari.


Putus asa, Zixia hanya bisa duduk cemberut melihat Yizu menarik-narik rambut Ye Lian untuk bermain. Yizu tampak tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya setelah berhasil menemukan Ye Lian.


"Anakmu sepertinya akan berganti ibu mulai sekarang," sindir Zixia pada Lin Yuhua yang tampak tenang melihat kedekatan Ye Lian dan putrinya.


Lin Yuhua yang disindir hanya mengangkat sebelah alisnya lalu tertawa kecil, ia mengambil kipas lipat yang ada di meja memainkannya beberapa kali sebelum menatap Zixia dengan pandangan menggoda. "Tidak masalah, itu tandanya dia memberikan aku kesempatan lagi untuk membuat ibunya hamil." Lin Yuhua menjawab dengan santai namun wajah Zixia langsung memerah karenanya.


"Dasar mesum!" teriak Zixia keras dengan tangan menutupi wajahnya. Semua suami Zixia ikut tertawa, mereka memang ingin memiliki anak dari Zixia tapi itu jika Zixia mau.


Ekspresi lucu Yizu membuatnya terlihat semakin menggemaskan hingga Long Ze yang tidak tahan akan itu langsung mencubit pipinya membuat tangis Yizu langsung pecah. Tatapan tajam dilayangkan semua orang membuat Long Ze hanya mampu tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Di perbatasan Iblis dan manusia, Ruan Zu saat ini tengah duduk manis melihat para iblis ke luar dengan penuh semangat. Ruan Zu juga dengan tenang melihat beberapa orang yang ia bawa dilahap habis oleh iblis sebelum mereka melanjutkan perjalanan.


Bai Ling yang duduk di samping Ruan Zu saat ini tengah memeluk pinggang Ruan Zu, dia menatap lapar Ruan Zu lalu menyeret Ruan Zu ke tenda besar khusus untuk mereka.


"Kau berjanji akan memberiku anak, aku ingin itu sekarang!" bisik Bai Ling dengan napas hangat yang menerpa wajah Ruan Zu.


Wajah Ruan Zu memerah saat mendengar penuturan Bai Ling, Ruan Zu berjalan menuju ke tempat tidur melepas pakaiannya dengan santai memperlihatkan tubuhnya yang putih menggoda. Ruan Zu berbaring di ranjang menunggu Bai Ling datang ke sisi dirinya.


"Setelah iblis menyerang giliran kita menyerang Zixia dan Benua Atas. Kita akan menjadi penguasa tempat ini, kita akan membuat mereka yang tidak tunduk mati di tangan kita." Bai Ling melepas pakaiannya juga lalu berjalan ke sisi tempat tidur.