
Pelayan yang tadinya berjuang keras untuk lepas terkejut bukan main, wajah cantiknya memucat seolah darah di tubuhnya mengering. Dia berusaha lepas dari kukungan tubuh anak majikannya itu. Setelah lepas, pelayan itu merapikan pakaiannya berlari meninggalkan remaja yang tergeletak tidak sadarkan diri.
Liu Zixia terlihat senang dengan semua itu, ia mendekati remaja yang pingsan. Menatapnya dengan penuh jijik, Liu Zixia menendang remaja bodoh itu dengan kaki. Liu Zixia mengeluarkan racun dari dalam ruang miliknya, racun itu adalah racun halusinasi yang bisa membuat seseorang tidak lagi mengenal dirinya sendiri.
"Bermain racun denganku, sayang sekali tapi kalian tidak memiliki kemampuan sama sekali. Aku ingin tahu apakah kalian sanggup menghadapi semua ini ketika bangun esok hari. Berita besar ini perlu ditambahkan lebih banyak bumbu penyedap," desah Liu Zixia.
Liu Zixia memberikan racun itu dengan santai ke dalam mulut remaja sombong yang selalu bertindak semena-mena ini. Saat Liu Zixia selesai memberikan racun, perasaan lepas bebas tidak terkekang muncul dari dalam hatinya.
Seolah-olah sesuatu yang tersangkut di sana pergi tanpa diminta, tampaknya ini adalah reaksi alami yang diberikan tubuh Liu Zixia saat ini. Hembusan angin dingin yang terasa membelai wajahnya dengan lembut membuat Liu Zixia merinding.
Ada bisikan lembut di telinga Liu Zixia seolah seseorang tengah membisikkan sesuatu.
"Jangan berterima kasih padaku, aku terlambat membalaskan dendam yang kau miliki karena masal laluku yang kacau. Aku juga belum menemukan keberadaan ibumu, berterima kasihlah saat aku berhasil menyatukan kakakmu bersama ibumu. Sekarang hanya balas dendam kecil jadi nikmatilah! Jangan pergi dulu sebelum semua sakit hatimu terbalaskan," ujar Liu Zixia lirih.
Liu Zixia kembali terbang menjauh meninggalkan bocah bodoh itu, kali ini tujuannya adalah mencelakai ibu tirinya. Liu Zixia mengintip ke aula, di sana ternyata ada Liu Zhang sedang menyambut tunangan anak, ke-duanya.
Setelah tamu-tamu itu pergi Liu Zhang mendekap istrinya ke dalam pelukan di depan pelayan yang masih tertinggal. Cinta Liu Zhang untuk Bai Yan terlihat jelas, ketulusan serta pancaran emosi memang tidak bisa dibohongi sama sekali.
"Bai Yan kenapa kau semakin cantik setiap hari?" Liu Zhang membelai wajah Bai Yan lembut penuh kasih sayang.
Bai Yan di sisi lain hanya tersenyum, ia duduk manis di pangkuan Liu Zhang menggerakkan tubuh menggoda dengan senyuman centil manja yang malah terlihat menjijikkan bagi Liu Zixia. Bosan menonton acara memuakkan itu, Liu Zixia melempar jarum kecil dengan tujuan kaki Bai Yan.
Saat melihat Bai Yan tidak menyadari itu sebuah ide jahil muncul di otak sempit Liu Zixia. Ada sebuah tes di dalam keluarga menggunakan darah untuk membuktikan keturunan, darah tersebut diletakkan di dalam wadah dicampur dengan air.
Jika ada hubungan maka darah akan menyatu, kalau tidak maka darah akan terus terpisah seperti air dan api. Cara itu digunakan ketika seseorang mencurigai anggota keluarganya, Liu Zixia punya cara khusus agar hal itu terjadi.
Senyum mematikan terbit semakin lebar di bibir Liu Zixia, ide jahat terus bermunculan hingga dia sendiri bingung memilih yang mana menjadi pilihan pertama.