
Semilir angin berhembus, menerpa relung wajah yang masih termenung mencerna ucapan Ye Lian.
Udara yang sejuk menambah kebisuan dan kehampaan yang dirasakan tiga orang yang berada di satu tempat yang sama.
Liu Zixia menatap Ye Lian sebelum menghembuskan nafas lelah, matanya menatap Ye Lian seolah-olah bertanya apakah ia sanggup menahan beban kurangnya perhatian yang nanti akan didapatkannya.
Ye Lian mengangguk dan menjawab dengan senyuman tanpa ragu. Wajah tampannya menatap Liu Zixia meyakinkan.
"Aku belum pernah seperti ini, aku juga tidak yakin apakah aku sanggup atau tidak nantinya. Yang jelas jika ada dari kalian yang merasa kurang diperhatikan aku harap kalian akan sabar dan tidak banyak menuntut padaku." Liu Zixia akhirnya memilih berdiri dan berjalan menuju ke kamar utama.
"Buka dulu hadiah yang diberikan pria itu di depan kami!" pinta Ling Zhi saat melihat Liu Zixia ingin pergi ke kamar utama.
"Aku hampir saja lupa!" Liu Zixia menepuk keningnya pelan.
Dia mengulurkan tangan mengambil hadiah yang dibungkus oleh kain biru. Di dalamnya ternyata ada beberapa buku tentang pengobatan.
"Aiya, buku ini yang selama ini selalu aku cari!" Ru Ansan berteriak senang.
Buku dengan judul Berbagai macam tanaman langka dan cara pembuatannya itu sudah lama hilang dan tidak pernah lagi ditemukan.
Ru Ansan nampak bahagia di dalam ruang, selama ini dia mengira buku pengobatan ini telah hilang dan tidak akan bisa ditemukan olehnya lagi.
Namun nasib baik datang menemui mereka di tempat baru ini.
"Sayang, bagaimana kalau pernikahanmu dan Ling Zhi dipercepat menjadi dua hari lagi. Aku tidak ingin ada pembicaraan di luar tentang Ling Zhi yang tinggal di halaman utama." Ye Lian berbicara dengan nada penuh keraguan.
"Kenapa harus terburu-buru? Waktu kita masih lama di sini. Lagipula orang-orang di sini tidak terlalu mengenal kita bukan jadi kita tidak perlu peduli dengan mereka." Liu Zixia menjawab seperti apa yang ada dipikirannya.
Wajah cantiknya menatap heran pada Ye Lian yang terkesan buru-buru mengambil keputusan.
'Huh, apa dia tidak takut kehilangan kasih sayang dariku ya?' tanya Liu Zixia di dalam hati saat melihat wajah tampan Ye Lian yang masih menyunggingkan senyuman tidak bersalah sama sekali.
"Ayo ke kamar!" ajak Ye Lian saat tidak tahu harus berkata seperti apa pada Liu Zixia di depan Ling Zhi.
Liu Zixia ditarik oleh Ye Lian ke kamar mereka dan langsung mengunci pintu.
"Kenapa harus bertanya alasan lain di depannya? Kau tidak lihat, Sayang! Kerinduan dan kesepian yang terpancar di matanya." Ye Lian mendudukkan Liu Zixia di pangkuannya ketika mereka telah sampai di tempat tidur mereka.
Aroma dupa lembut yang masuk ke dalam penciuman Liu Zixia membuatnya merasa tenang dan damai.
Tempat tidur mereka terletak di tengah ruangan dan ada tirai berwarna merah yang menutupi.
Tirai itu dibuka di bagian depan dengan tali yang diikatkan ke kayu penyangga yang dibuat khusus di setiap kaki ranjang.
Di sebelah kanan ada sekat penghubung yang dibuat untuk menutup tempat mandi bagi mereka. Sedangkan lemari pakaian terletak di sebelah kiri.
Di depan tempat tidur ada kursi dan meja yang diletakkan khusus untuk acara minum atau makan pasangan yang berada di dalamnya.