
***Di sini aku mau mengingatkan ya kalau pembalasan Liu Zixia untuk keluarga Ruan, Bai dan Liu tidak akan diceritakan lagi sebab keluarga Ruan dan Bai sudah hancur yang tinggal hanya Bai Za yang berkeliaran serta Ruan Zu.
Nah untuk keluarga Liu, itu sudah ditangani oleh Du Zi jadi nanti hanya akan diceritakan tentang hasil akhir yang menimpa keluarga Liu. Aku tidak akan menuliskan cerita tentang keluarga Liu secara mendetail lagi***.
####
Ling Zhi berhasil ditemukan oleh Lin Yuhua, saat ini Ling Zhi tengah melihat-lihat buku tentang pembuatan pedang. "Urus pembayaran penginapan, kita akan pulang ke kerajaan setelah itu kita akan melakukan perjalanan untuk menemukan Ruan Zu dan pria misterius itu." Lin Yuhua memberikan perintah.
Ling Zhi meletakkan buku yang ia baca perlahan, ia mendesah pelan sebelum berdiri dengan cepat. Buku yang tadi dia baca langsung disimpan kembali ke dalam pakaiannya.
Lin Yuhua membawa Liu Zixia ke kamar mereka, meletakkan Liu Zixia di tempat tidur lalu membersihkan kamar menghilangkan Ara tubuh Liu Zixia dari dalam kamar yang akan mereka tinggali ini. Liu Zixia hanya menatap Lin Yuhua sekilas sebelum menghilang ke dalam ruang miliknya.
Di dalam ruang Liu Zixia mencoba merasakan keberadaan Ru Ansan yang ternyata sedang jauh dari bangunan rumah tinggal. Liu Zixia melihat sekeliling dengan pandangan sekilas sebelum tiba-tiba muncul di sisi Ru Ansan yang sedang sibuk memilih beberapa bahan yang akan dijadikan obat.
Ru Ansan bergerak dengan teliti, ia memilih satu demi satu sembari memperhatikan bentuk daun, batang serta helai daun yang akan dipetik. Setiap tindakan yang dilakukan oleh Ru Ansan dikerjakan dengan teliti dan penuh kehati-hatian, Ru Ansan bekerja penuh semangat seolah tidak lagi ada hari esok.
"Kau ingin membuat ramuan apalagi?" tanya Liu Zixia heran.
Liu Zixia melihat ladang tanaman obat di sana yang jauh lebih besar serta lebih subur dari ladang yang ada di depan bangunan tinggi itu. Semua tanaman di sini berusia seratus tahun bahkan berpuluh-puluh tahun lebih sehingga tingkat kematangan untuk membuat obat semakin sempurna.
"Aku tidak mau kalah darimu, kau bisa menciptakan berbagai ramuan bahkan racun secara asal maka aku juga akan belajar caranya hingga mengalahkanmu." Ru Ansan begitu serius dalam bekerja yang membuat Liu Zixia mengangguk-angguk tanda paham.
Ru Ansan menghentikan pekerjaannya, ia melihat pada Liu Zixia yang sedang mencari lokasi untuk duduk. "Sudah lama kau tidak ke sini? Ada apa gerangan? Angin apa yang menerpamu hingga kau sadar kalau ada makhluk cantik yang kau tinggalkan di sini."
Liu Zixia meringis kala mendengar kata-kata itu, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal tanpa tahu harus berbicara apalagi. Senyum canggung akhirnya terbit di bibir Liu Zixia ketika dia bingung harus menjawab apa, semenjak memiliki kekuatan Liu Zixia memang hanya memikirkan balas dendam saja.
Ru Ansan mengangguk sebelum kemudian melanjutkan melihat daun yang akan digunakannya untuk menjadi obat. Setelah agak lama di dalam ruang miliknya, Liu Zixia memilih untuk ke luar ruangan.
Tepat saat ia muncul kembali, ruangan telah selesai dirapikan oleh Lin Yuhua dan Ling Zhi juga sudah kembali. Liu Zixia menguap, rasa kantuk memang sering menyerang dirinya sekarang. Mungkin karena efek kehamilan muda yang ia jalani padahal kekuatan miliknya sudah kembali ke puncak.
"Ayo pergi! Aku pikir kau akan lama di dalam sana," ajak Lin Yuhua meraih lengan Liu Zixia untuk berdiri dengan kelembutan.
Ke-tiganya pergi meninggalkan penginapan kembali menuju kerajaan Yuhuan di mana pesta pernikahan Lin Yunzia akan segera dilaksanakan. Saat Liu Zixia datang, Ye Lian sudah menunggu dirinya di halaman yang diberikan khusus untuk mereka, tatapan tidak suka dilayangkan oleh Ye Lian pada Lin Yuhua.
Apalagi saat Ye Lian melihat Lin Yuhua memeluk Liu Zixia penuh kelembutan serta kasih sayang yang tidak ditutupi sama sekali. Ye Lian hanya melihat Lin Yuhua sekilas sebelum tatapannya beralih pada Liu Zixia yang terlihat begitu mengantuk.
"Kalian menempuh waktu berapa lama hingga membuat Liu Zixia seperti ini?" Tidak senang, Ye Lian melontarkan pertanyaan itu dengan wajah masam.
Ling Zhi yang tahu akan kemarahan Ye Lian hanya mampu menghela nafas, sesekali ia akan mencuri pandang ke arah Liu Zixia yang memang tampak begitu kelelahan. "Bukan salah kami," tolak Ling Zhi pada akhirnya.
Ling Zhi mencari tempat duduk agar bisa melepas rasa lelah yang ia rasakan, sedangkan Lin Yuhua pergi ke arah kamar untuk membiarkan Liu Zixia berisitirahat.
"Dia memaksa untuk pulang secepat mungkin, kami sudah berusaha melambat tapi dia malah mencoba pergi sendiri." Ling Zhi menjelaskan agar salah paham di antara Lin Yuhua dan Ye Lian tidak berlarut-larut.
"Aku mengerti," ujar Ye Lian pasrah tidak ingin memancing keributan.
Lagipula status Lin Yuhua lebih tinggi dibandingkan dirinya, biar bagaimanapun sebagai suami sah Liu Zixia. Lin Yuhua sudah berbaik hati mengizinkan dia untuk selalu ikut bersama mereka kemanapun pergi.