
Mendengar ucapan He Yuan yang begitu percaya diri, Liu Zixia semakin tertawa, Guru Besar yang sejak tadi mendengar perdebatan juga tidak mampu untuk menahan gerakan bibirnya. Dia menggeleng beberapa kali lalu menyerahkan hasil perhitungan kerugian yang terjadi di rumah He Yidu kepada Kasim agar diberikan pada Lu Ran Ran yang sudah berdiri dengan gemetar.
Saat itulah He Yidu ke luar kamar dengan pakaian tidak rapi serta baju pernikahannya kemarin. Melihat Liu Zixia tidak mengalami luka sedikitpun, He Yidu menghembuskan napas lega. He Yidu melirik Lu Ran Ran serta He Yuan sekilas lalu beralih pada Guru Besar yang sedang berdiri dengan tangan terlipat.
"Guru!" sambut He Yidu dengan menundukkan kepalanya sedikit lalu berjalan ke arah Liu Zixia. He Yidu menatap tajam He Yuan, mengirimkan gelombang dingin penuh peringatan namun itu hanya diacuhkan oleh He Yuan.
"Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku ini calon istri pangeran Benua Atas, jangan harap kau bisa berbuat sesuatu padaku." He Yuan berdiri dengan bangga, dadanya membusung dengan hidung kembang-kempis.
"Huh, pangeran mana yang akan menikahi wanita tidak tahu malu seperti dirimu? Kau lihat wajahmu? Apakah wanita jelek seperti dirimu diinginkan oleh laki-laki? Siapa yang mengatakan pangeran Benua Atas menginginkanmu? Ibumu atau ayahmu yang berasal dari keluarga bangsawan itu." He Yidu bertanya dengan nada angkuh.
Kesalahannya meningkat apalagi saat melihat benda-benda yang dikirimkan istana hancur lebur tidak berbentuk. Tidak ada satu bagian pun yang terlihat utuh, termasuk kenang-kenangan yang dikirimkan ayahnya.
Kemarahan memenuhi hati He Yidu namun gelengan kepala Guru Besar mencegahnya untuk maju membuat masalah. He Yidu berjalan menuju vas bunga itu, memeluknya erat sembari menitikkan air mata. Melihat kesedihan He Yidu, Liu Zixia merasa tidak tega.
"Apakah itu berharga bagimu? Aku akan memberi mereka pelajaran." Liu Zixia akan maju namun tangannya langsung ditarik oleh He Yidu.
Kaki Lu Ran Ran sudah tidak lurus dalam berdiri tapi jika dia pergi maka putrinya akan sendirian di sini. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada He Yuan sebab He Yuan adalah akses berharga yang dapat membuatnya semakin naik tahta, semenjak mendapatkan He Yuan dia selalu menuruti keinginan He Dan bahkan lebih menyayangi ayah He Yuan.
"Ini adalah ganti rugi yang harus dibayar oleh keluarga Anda. Lebih baik bayar secepatnya daripada Anda, suami Anda ataupun anak perempuan Anda akan dibawa ke biro keamanan istana untuk mendapatkan hukuman. Anda tidak ingin citra keluarga Anda rusak bukan? Jika rusak pangeran mana yang mau menikahi wanita yang telah masuk biro keamanan?" Kepala Kasim berbicara dengan santai sengaja membuat Lu Ran Ran kebingungan.
Lu Ran Ran melihat angka di kertas, wajar harga yang harus mereka bayar beberapa keping emas sebab semua barang yang ada di sana adalah kiriman dari istana. Lu Ran Ran menarik He Yuan untuk pergi namun He Yuan menolak, dia masih ingin membuat keributan serta membawa suami Liu Zixia bersamanya karena ketampanan mereka.
Lu Ran Ran memanggil ayah He Yuan menyuruh dirinya masuk agar bisa menarik He Yuan untuk pulang.
"Kenapa namanya sama denganmu padahal ayahmu hanya penghangat ranjang saja?" tanya Liu Zixia dengan nada tidak suka.
"Sebenarnya dia tidak memakai nama yang sama denganku dulu namun semenjak aku mendapatkan jabatan serta diberi kekuasaan oleh istana. Namanya langsung diubah agar dia mendapatkan kehormatan yang diberikan warga padaku. Apa kau tidak suka? Tenang saja, He Yidu hanya nama kecilku nama diberikan istana sesuai dengan nama ayahku jadi kau tidak perlu khawatir. " He Yidu langsung menjelaskan.
Dia takut Liu Zixia akan salah paham dan tidak menyukai dirinya hanya karena nama. Guru Besar melihat interaksi antara Liu Zixia dan suaminya lalu tersenyum, pria paruh baya itu langsung meninggalkan rumah He Yidu membiarkan He Yidu menikmati hari bersama istrinya.