
Lin Yuhua berhasil membawa istrinya menuju ke kamar utama, dengan lembut Liu Zixia dibaringkan lalu menutupinya dengan selimut.
"Jangan ke luar lagi!" tutur Liu Zixia lembut sembari memegang tangan Lin Yuhua erat.
Rasa tidak suka diperlihatkan oleh Liu Zixia pada Lin Yuhua saat ia Lin Yuhua berusaha melepaskan genggaman tangannya.
"Aku hanya mengambilkanmu minum ke dapur, aku tidak akan kemana-mana," bujuk Lin Yuhua lembut.
Senyum lembut terpampang di bibir Lin Yuhua saat ia meninggalkan kamar, Liu Zixia menatap ke arah perginya Lin Yuhua sebelum memejamkan mata mencoba menghilangkan kemarahan yang ada di dalam hatinya.
"Apa yang membuatmu tidak suka?" Lin Yuhua bertanya saat dirinya telah kembali dari dapur.
Lin Yuhua sangat tahu tempramen istrinya ini, jika dia marah maka dia akan memejamkan mata mencoba untuk menetralisir kemarahan itu di dalam hati. Lin Yuhua berjalan mendekat lalu duduk di samping kiri Liu Zixia.
"Aku tidak suka cara gadis itu melihatmu, air liurnya sampai terlihat menetes. Betapa menjijikkan, seolah-olah dia tidak punya harga diri sama sekali." Liu Zixia membuka mata perlahan.
Lin Yuhua yang mendengar ucapan Liu Zixia terkekeh, bibirnya membentuk bulan sabit sempurna saat kemarahan yang dirasakan oleh Liu Zixia terhubung dengan dirinya. Lin Yuhua mengusap rambut Liu Zixia penuh kasih sayang, cinta tulus yang diberikan Lin Yuhua membuat Zixia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Entahlah, Zixia merasa semenjak kehamilannya ini dia menjadi aneh, suka cemburu tidak karuan dan bahkan menginginkan sesuatu yang dulu dianggapnya tidak normal.
"Yang terpenting aku tidak melihat ke arah wanita itu. Kau tenang saja istriku, hanya kau yang cintai, sekarang, esok dan selamanya." Lin Yuhua tertawa lebar saat melihat kecemburuan di mata istrinya.
Liu Zixia menatap Lin Yuhua tidak suka, kemarahan berapi-api kembali terlihat di kedalaman matanya yang indah itu. "Jadi dulu kau tidak mencintaiku begitu?" tuduh Liu Zixia kesal.
"Hah, dulu aku mencintaimu. Tetapi setelah ditipu oleh Ruan Zu aku melakukan kesalahan, aku kira dia adalah dirimu yang dulu. Itu sebabnya aku tidak berani mengatakan kalau dulu aku mencintaimu, bagaimana mungkin pria yang mencintaimu mampu melukai dirimu begitu dalam. Aku tidak sanggup," tukas Lin Yuhua yang berhasil menghilangkan kemarahan Liu Zixia.
Liu Zixia kembali berbalik, air mata yang jatuh di pipinya masih belum mengering. Ia menatap mata Yuhua mencari jawaban apakah Yuhua berbohong atau hanya sekedar mencari alasan.
"Kau tidak mencari alasan kan?" tanya Liu Zixia dengan tatapan menyelidik.
Lin Yuhua terkekeh melihat raut lucu istrinya, gemas dengan tingkah cemburu sang istri Lin Yuhua memberikan kecupan penuh kasih sayang di seluruh wajah Liu Zixia hingga membuat Zixia risih.
"Besok setelah pagi datang aku akan mencari Yunzia mengatakan padanya kalau perwakilan dari kerajaan awan menyakiti mata istriku. Aku akan membuat Yunzia memberikan pelajaran karena sudah membuat istriku marah dan cemburu." Lin Yuhua tertawa lebih besar lagi kali ini.
"Aku tidak cemburu, aku hanya kesal," kilah Liu Zixia dengan wajah masam.
"Iya-iya, istriku tidak cemburu kok. Dia hanya kesal dan marah ketika lelaki miliknya dilihat oleh orang lain," angguk Lin Yuhua tegas yang malah membuat Liu Zixia semakin mengerucutkan bibirnya.
"Wah ... ada apa ini?" tanya Ling Zhi ketika berhasil masuk ke dalam kamar.
Jalan ke-tiga suami Liu Zixia itu sudah tidak lurus lagi, mereka kadang akan tersandung oleh kaki sendiri, kadang saling menabrak satu sama lain. Jelas kalau ke-tiganya sudah minum terlalu banyak alkohol, Lin Yuhua menggelengkan kepala sembari berjalan turun dari tempat tidur.
Ia menarik tiga biang rusuh itu ke kamar mandi dengan kuat, melempar ke-tiganya ke dalam bak mandi besar yang ada di balik tirai itu. Lin Yuhua meninggalkan ketiganya lalu ke luar kamar untuk mengambilkan cairan penghilang mabuk, takut ke-tiganya akan membuat onar di dalam kamar utama.