Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#66


Lin Yuhua yang menggunakan topeng masuk dan ikut bergabung ke dalam ruangan di mana Liu Zixia berada.


Melihat itu Ye Lian langsung memakaikan pakaian luarnya pada Liu Zixia yang nampak berantakan.


"Apa yang membuatmu bisa sampai kemari?" tanya Liu Zixia dengan ragu-ragu. Dia melihat kiri dan kanan takut kalau Lin Yuhua juga berada di sini.


"Kau takut? Aku ke sini bukan untuk mencarimu dan membawamu pulang, aku ke sini karena datang untuk menemani perjalananmu selanjutnya." Pria itu tersenyum dan duduk didekat Liu Zixia.


Tangannya dengan santai meraih rambut panjang Liu Zixia dan menghirup aroma yang dikeluarkannya.


"Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Liu Zixia tidak suka sembari menarik rambutnya dari tangan pria itu.


"Oh, aku lupa siapa namamu?" Liu Zixia berkata dengan santai tanpa melihat pria itu.


"Lin Yu" ujar Lin Yuhua sembari menyebutkan nama yang dipakainya ketika memakai topeng.


"Oh, kenapa kau memakai nama keluarga Lin? Bukankah nama itu hanya digunakan oleh anggota keluarga kerajaan?" tanya Liu Zixia heran.


"Aku juga bisa disebut sebagai anggota keluarga kerajaan. Upayaku untuk melindungi kerajaan bukankah sudah patut mendapatkan hadiah." Lin Yuhua tersenyum sembari berdiri dan memerhatikan keadaaan sekitar yang tenang dan damai.


Dia mengangguk-anggukkan kepalanya saat berpikir tempat ini adalah tempat terbaik untuk anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik sebelum pindah ke istana.


"Apakah pria jahat itu ikut denganmu? Apakah dia yang mengirimmu ke sini?" tanya Liu Zixia berturut-turut.


"Hmm, aku hanya mendapatkan perintah untuk menemukan dan menjagamu mungkin sampai dia datang kemari." Pria bertopeng itu memilih untuk duduk dan meminum teh.


Melihat sepertinya dia tidak akan pergi dari sana Liu Zixia memilih ke belakang layar untuk memerbaiki pakaiannya.


Wajah marahnya yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapapun kali ini dia perlihatkan pada pria di depannya.


"Tuanku hanya takut dia menambah selir lagi tanpa sepengetahuannya itu penyebab aku dikirim ke sini." Pria bertopeng itu menopang dagunya.


Dia senang karena menggagalkan waktu berduaan milik Liu Zixia. Dia belum mendapatkan haknya tapi para selirnya telah mengambil keuntungan dari ketidak beradaannya di sisi Liu Zixia.


"Jangan harap dia bisa menyakiti Liu Zixia lagi. Kau memang memiliki kekuatan yang kuat dan aku tidak bisa mengalahkan dirimu tapi aku pastikan aku akan mengalahkan pria jahat itu." Ye Lian menggepalkan tangannya hingga kuku jarinya membenam di daging dan mengeluarkan darah segar.


"Kau tahu kalau kau tidak bisa mengalahkan dirinya tapi masih berlagak sombong di depanku?" ejek Lin Yuhua sembari melempar gelas yang dipakainya untuk minum tadi ke arah Ye Lian.


Ye Lian berusaha menghindar dan hanya tekena angin dari gelas itu saja, beberapa helai rambutnya terputus akibat serangan Lin Yuhua.


Ye Lian berdiri hendak berkelahi dengan Lin Yuhua yang memakai topeng namun serangan cepat Lin Yuhua menyebabkan Ye Lian terduduk dan memegang dadanya.


"Jika kau berkelahi lagi maka pergilah dari sini," usir Liu Zixia saat melihat keributan yang terjadi.


Liu Zixia merasa kesal dengan tindakan orang di depannya.


*


Aku usahakan up agar kalian senang. Jangan lupa vote like dan komen ya. Kalau nggak aku bakalan ngambek.


Masuk juga ke GC aku biar kita bisa berinteraksi satu sama lain seputar cerita aku.