
Ling Zhi melangkah cepat meraih Liu Zixia sedangkan Long Ze mengajak Ye Lian untuk berbicara di sudut ruangan. Ye Lian diberi pengertian oleh Long Ze agar tidak membaut keributan.
"Percuma saja kita pergi lari, kemana pun kita pergi dia akan tetap menemukan kita." Long Ze mengatakan semua itu secara gamblang.
"Tapi aku tidak rela membiarkan dia melukai Zixia lagi," bentak Ye Lian marah.
Ye Lian mengepalkan tangan penuh kebencian ketika mengingat rasa sakit yang dialami Liu Zixia di istana ini. Rasanya Ye Lian tidak rela melihat kenangan buruk itu merusak pikiran Liu Zixia apalagi dia tengah hamil saat ini.
"Dia suami pertamanya, dia bisa membuatmu lepas dari Liu Zixia. Apa kau mau berpisah dengan istrimu?" Akhirnya Long Ze menggunakan ancaman untuk membungkam Ye Lian.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Long Ze barusan Ye Lian benar-benar tidak berkutik, dai langsung terdiam sembari melihat ke arah di mana Liu Zixia pergi diikuti Ling Zhi.
Ling Zhi meminta berjalan-jalan di sekitar istana dan Liu Zixia menyanggupi permintaan Ling Zhi dengan cepat.
"Baiklah aku menyerah kali ini, tapi kalau dia menyakiti Liu Zixia lagi aku tidak akan membiarkan kalian mengikuti kami pergi!" ancam Ye Lian marah.
"Apa kau dengar sebuah berita?" bisik-bisik di antara para pejalan kaki terdengar pelan saat Liu Zixia dan Ling Zhi telah sampai di pasar terdekat.
"Liu Zhong murid Lembah Cahaya sedang terluka parah, dia mengalami cedera yang sulit disembuhkan. Saat ini dia tengah berada di kediaman orangtuanya, padahal aku dengar dia merupakan murid paling berbakat di bagian senjata." Seorang pria muda dengan jubah putih mendesah lembut.
Tangannya mengangkat segelas kecil minuman ke bibir untuk melepaskan dahaga. Di lain sisi, mata pemuda itu memindai sekeliling tempat itu mencari wajah-wajah familiar yang dilukis di sebuah kertas putih yang tersimpan rapi di balik lengan bajunya.
Lukisan itu adalah wajah Liu Zixia lama, di mana ada tompel besar di pipinya akibat diracuni. Jika dilihat sekarang wajah ke-duanya jauh berbeda bagai langit dan bumi. Di dalam lukisan adalah gadis jelek, hitam dekil dan sakit-sakitan. Sedangkan keadaan Liu Zixia saat ini dalam kondisi yang tidak bisa dipikirkan oleh orang lain.
Liu Zixia menajamkan telinga mendengar apa yang dibicarakan sekelompok orang itu. Dengan nakal Liu Zixia berjalan mendekat dengan sekantong koin emas di tangannya, ia melempar koin itu ke atas meja menyebabkan orang-orang yang berkumpul terkejut bukan main.
"Katakan berita lebih lanjutnya!" ujar Liu Zixia diiringi senyuman lebar tapi menakutkan.
"Kami mendengar kalau Liu Zhong terluka dan dikirim kembali ke kediamannya tapi Lembah Cahaya belum memberikan klarifikasi tentang berita itu." Pemuda itu menjelaskan takut kalau-kalau Lembah Cahaya akan menyerang kediaman orangtua Liu Zixia secara mendadak.
"Oh bukankah itu aneh, bagaimana mungkin Lembah Cahaya membiarkan muridnya berkeliaran di luar dalam keadaan terluka? Aku merasakan kejanggalan dalam kasus ini, apa mungkin berita itu benar-benar sampai pada Lembah Cahaya?" Liu Zixia bertanya dengan nada usil tapi efek dari pertanyaan yang ia lontarkan menyebabkan kekacauan.