
Yizu di sisi lain tidur di tempat tidur khusus untuknya di kamar yang sama hanya saja diberi pembatas kecil, Semua suami Zixia saling pandang sebelum mulai berbisik siapa yang tidur tepat di samping Zixia. Mereka saling pandang lalu membiarkan Lin Yuhua tidur di samping kanan dan He Yidu tidur di samping kiri baru giliran mereka untuk tidur di bagian lain.
Lin Yuhua di sisi lain hari ini mengalah, dia menolak tidur di samping kanan Liu Zixia. Lin Yuhua membiarkan Ye Lian tidur menggantikan posisinya sedangkan dia menghilang begitu saja di udara tipis memasuki ruang Zixia untuk menemukan Yiza yang selalu bersama Ru Ansan.
Ye Lian tampak senang, dia melihat yang lain takut merasa ada yang kesal namun, melihat yang lain tidak mempermasalahkan hal itu Ye Lian langsung berbaring di sebelah kanan Liu Zixia. Lin Yuhua yang masuk ke dalam ruangan merasakan aura yang berbeda, dia berjalan ke asal aura hanya untuk menemukan saat ini Yiza tengah menyantap buah iblis.
Buah semerah darah itu terlihat menakutkan karena jenis yang dimakan Yiza bukanlah yang matang melainkan yang masih sedikit muda. Ukurannya pun terlihat berbeda dari yang diambil Lin Yuhua waktu itu, cairan merah yang ke luar dari dalam buah membuat Yiza seperti sedang menghisap darah segar.
Ru Ansan di sisi lain membiarkan Yiza menikmati buah itu, dia duduk manis di samping sambil memegang Yiza kuat. Mata Yiza yang memerah membuat dia tampak menyeramkan, darah iblis di tubuh Yiza terlalu kuat hingga pertumbuhan Yiza akan terjadi sangat cepat berbanding terbalik dengan Yizu yang tumbuh layaknya bayi normal.
Lin Yuhua terkejut melihat pertumbuhan Yiza, dia langsung berjalan menghampiri putranya itu. Yuhua mengambil Yiza dari tangan Ru Ansan, ia membawa Yiza ke air terjun yang ada di dalam ruang.
Melihat air itu Yiza tampak senang, dia dengan kuat berusaha melepaskan diri dari tangan Yuhua membuatnya kesusahan. "Sabarlah, Sayang! Kenapa kau tidak semanis ibu atau adikmu saja? Kenapa kau malah mewarisi sifat Ayah?" tanya Lin Yuhua lembut sembari membelai rambut Yiza penuh kasih sayang.
Lama mereka bermain air hingga Yuhua mengangkat Yiza tinggi membawanya ke daratan untuk berpakaian. Yuhua menggunakan kekuatannya untuk mengeringkan pakaian yang ia kenakan sejak tadi.
Yiza yang telah selesai mandi pun mulai mengantuk dengan ibu jari di dalam mulut Yiza yang sedang dipakaikan baju langsung tertidur. Melihat itu, kebahagiaan di dalam hati Lin Yuhua meningkat, ia menimang Yiza sebentar lalu meletakkan Yiza di dalam tempat tidurnya yang dibuatkan khusus oleh Ru Ansan.
"Bagaimana perang di luar? Apakah kau sudah mengatakan pada mereka kalau Dunia Atas tidak akan bertahan kali ini?" Ru Ansan yang sejak tadi menghilang tiba-tiba saja muncul di belakang Lin Yuhua dengan tangan memegang buah segar.
Ru Ansan duduk di kursi yang selalu ada di dalam ruangan itu, dia bermain-main dengan buah itu melemparnya beberapa kali di udara menunggu jawaban dari Lin Yuhua.
"Aku sudah mengatakan masalah ini pada He Yidu dan yang lain tapi belum menceritakan semuanya pada Zixia. Aku tidak ingin dia khawatir tentang masalah kecil ini, kita hanya akan menunggu kedatangan Ruan Zu ke Benua Atas dengan begitu dendam lama serta dendam baru yang tercipta dapat diselesaikan dalam satu gerakan." Lin Yuhua mengatakan apa yang telah mereka sepakati.
Memang benar mereka telah memikirkan masalah ini sebab pertahanan Benua Atas sudah mulai menipis dan bisa saja menghilang tanpa persiapan.