Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#167


Long Ze bersorak senang, ternyata tidak hanya dia saja yang dilempar oleh Ru Ansan pergi dengan cara yang menyedihkan. Ru Ansan memang sengaja memblokir orang luar untuk masuk kecuali dia yang menarik orang itu ke dalam.


He Yidu ke luar dari kereta, ia melihat iblis pemikat yang telah terbagi menjadi dua. Matanya memandang jijik penuh penghinaan lalu sebuah api berwarna biru terang ke luar dari telapak tangannya. Ia melempar api itu pada iblis pemikat membakarnya hingga hangus tidak bersisa.


Setelah memastikan semua di dalam kendali barulah ia melepas dinding tidak terlihat yang sejak tadi menjaga kereta Liu Zixia. Sama seperti iblis pemikat tadi, He Yidu tidak lagi mencium aroma memikat milik Liu Zixia yang menjelaskan kalau Liu Zixia memang sudah tidak berada di sana lagi.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya He Yidu penuh ketakutan pada Long Ze dan ke-dua suami Liu Zixia yang lainnya ketika ia sampai di dekat mereka.


Kecepatan terbangnya yang tidak bisa dilihat oleh mata membuat Ye Lian memandang dengan takjub.


"Tidak ada sesuatu yang buruk terjadi, dia hanya akan melahirkan dalam waktu dekat. Ru Ansan mengatakan kelahirannya sama seperti Lin Yuhua, tidak cukup bulan. Tampaknya si kembar sudah tidak sabar bertemu ayah mereka." Ling Zhi memberikan jawaban, "oh, Ru Ansan mengatakan pada kami sebaiknya kita mencari tempat untuk tinggal sementara. Tidak baik bagi Liu Zixia melakukan perjalanan jauh lagi, aroma tubuh yang dikeluarkan oleh Liu Zixia terlalu memabukkan hingga bahaya akan datang silih berganti."


He Yidu mengangguk mengerti, ia terbang dengan santai menuju keretanya kembali. Kepedulian He Yidu pada Liu Zixia membuat Ye Lian tidak suka, wajahnya cemberut bibirnya beberapa kali bergerak hendak mengatakan sesuatu namun apa yang ingin dia ucapkan tidak kunjung ke luar.


Ling Zhi menepuk bahu Ye Lian, dia mengerti bagaimana perasaan Ye Lian apalagi Ye Lian tidak memiliki kenangan masa lalu mereka sama seperti He Yidu yang juga tidak mengingatnya. Mereka hanya beruntung tidak ada satu kenangan pun yang hilang, merasa perbedaan sikap Ling Zhi dan Long Ze pada He Yidu sebuah pemikiran menghantam kepala Ye Lian.


Saat itulah Ling Zhi menggerakkan kepalanya seolah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Ye Lian.


Tidak lama setelah mereka berpencar, beberapa orang langsung kembali membawa informasi tentang lokasi yang mereka temui pada He Yidu.


"Tidak jauh dari sini ada tempat bagus untuk membuat tenda, di sekitar tempat itu ada beberapa pohon besar yang bisa menjadi pelindung kita. Di bawah pohon besar ada tanah luas, hanya tiga puluh langkah dari sana ada sungai dengan air yang begitu jernih." Bawahan paling terpercaya milik He Yidu mendapatkan tempat bagus.


He Yidu tampak berpikir sebelum memberi isyarat untuk datang ke tempat itu, mereka berjalan setengah hari untuk sampai ke sana. Sesuai yang dikatakan oleh anak buah He Yidu tadi, tempat itu memang bagus dan sesuai untuk tinggal sementara.


Sebelum membuat tempat untuk tidur, He Yidu menyuruh ular naga miliknya memeriksa tempat itu dengan teliti. Kecepatan naga itu berkali-kali lipat lebih cepat dari anak buah He Yidu yang lain, cukup lama ia berputar-putar di sekitar tempat itu dan hanya kembali setelah malam datang.


"Tempat ini sudah dibersihkan, sekarang kau hanya perlu membuat tempat tinggal sementara saja." Naga itu kembali dengan aroma darah pekat.


Jelas, kalau dia telah bertarung dengan beberapa hal-hal mengganggu yang ada di sekitar tempat itu. He Yidu berjalan menuju kereta Liu Zixia, ia memberikan kabar yang didapatnya hingga persalinan Liu Zixia akan baik-baik saja.


"Sebenarnya kita tidak perlu berhenti karena dengan kekuatan kita saat ini tidak ada sesuatu yang jahat pun dapat mengganggu namun agar dia bisa melahirkan dengan tenang lebih baik seperti ini." He Yidu menyampaikan isi hatinya.


Ling Zhi hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu harus memberikan jawaban apa. Di hanya bisa tersenyum lalu turun dari kereta untuk membuat tempat nyaman yang bisa ditinggali sementara.