
"Kau mengusirku?" tanya Lin Yuhua mendekat ke arah Liu Zixia. Sekejap mata Lin Yuhua sudah berada didekat Liu Zixia dan memeluk tubuh Liu Zixia erat.
Aroma obat-obatan serta wangi lembut dari Liu Zixia mencuat dan masuk ke dalam penciuman Lin Yuhua membuat Lin Yuhua merasa nyaman dan tenang.
"Kau jangan kurang ajar!" bentak Liu Zixia keras saat melihat pria bertopeng itu memaksanya duduk di pangkuannya.
"Aku tidak kurang ajar! Aku hanya membiarkan dirimu nyaman didekatku, kenapa kau harus marah di saat laki-laki lain boleh melakukan hal lebih denganmu!" Pria tampan itu tersenyum seraya memeluk Liu Zixia semakin erat.
Lin Yuhua begitu menikmati aroma tubuh Liu Zixia yang sekarang. Aroma lembut yang begitu lama tidak dinikmatinya.
Aroma yang sudah lama hilang, aroma yang sellau membuatnya rindu, aroma yang selama ini sangat dinanti-nantikannya.
"Lepaskan aku! Kau jangan kurang ajar seperti ini padaku?" bentak Liu Zixia seraya mencoba meminta tolong.
Liu Zixia berusaha sekuat mungkin melepaskan diri dari tangan nakal pria di depannya. Liu Zixia berusaha melihat Ye Lian yang ternyata sudah jatuh dengan jarum kecil yang tertancap di kepalanya.
Liu Zixia yakin jarum itu yang telah membuat Ye Lian pingsan dan tidak sadarkan diri sama sekali.
"Jangan menyentuh diriku!" Liu Zixia berteriak dengan marah.
"Kenapa tidak boleh? Apakah begitu susah menyentuhmu? Lalu bagaimana dengan para pria itu?" tanya Lin Yuhua dengan senyuman nakal.
Entah apa yang dilakukan oleh Lin Yuhua ruangan itu menjadi seperti diselimuti oleh kabut hingga orang luar tidak bisa melihat apa yang terjadi.
"Ahhh, kau tahu aromaku rupanya!" Lin Yuhua tersenyum seraya melepas topeng cantik miliknya. Wajah tampan Lin Yuhua dengan mata merah langsung terlihat oleh Liu Zixia dengan nyata.
"Kau, bagaimana bisa itu menjadi dirimu?" tanya Liu Zixia tidak percaya.
Mata Liu Zixia menatap tajam pada pria di depannya yang tengah menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.
"Apa salahnya denganku? Aku adalah Kaisar kerajaan Yuhuan dan aku sekaligus pelindungnya." Lin Yuhua memasukkan tangannya ke dalam pakaian Liu Zixia dan meremas dengan kuat gundukan lembut itu.
"Apa yang kau inginkan? Berani sekali kau datang lagi mencariku?" Liu Zixia bertanya dengan marah. Kebencian di dalam mata indah Liu Zixia menusuk hati Lin Yuhua membuat dada Lin Yuhua serasa ditikam.
"Kau mengusirku? Apa kau ingin aku mengadukan masalah ketidakadilan yang aku terima dalam pernikahan kita? Apa aku perlu mengatakan pada semua orang kalau kau lebih mencintai selirmu?" Lin Yuhua mengancam Liu Zixia.
Dengan nakal ia terus memainkan gundukan lembut itu bahkan remasan kuatnya menyebabkan Liu Zixia mendesis.
"Apa maumu?" Liu Zixia berpura-pura tidak mengetahui keinginan Lin Yuhua dengan bertanya sembari memerlihatkan wajah polos tak berdosa miliknya.
"Tetap bersandiwara kalau aku adalah Lin Yu dan ketika aku ingin tidur denganmu maka kau harus menemaniku bahkan jika itu adalah jadwal orang lain." Lin Yuhua merebahkan tubuh Liu Zixia di tempat tidur.
Ia menikmati keindahan dan kecantikan Liu Zixia sampai puas barulah pergi dari sana meninggalkan Liu Zixia yang telah kelelahan akibat dipaksa melayani dirinya.
Setelah melihat Lin Yuhua pergi dari dalam kamar Liu Zixia buru-buru membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. Liu Zixia juga membereskan kamar itu agar tidak ada yang curiga.