
Pria itu tampak tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zixia, dia melangkah maju mencoba untuk mendorong Zixia agar bisa masuk ke dalam. Saat tangannya hendak menyentuh bahu Liu Zixia, Lin Yuhua menarik Zixia mendekat padanya. Ia melambaikan tangan lembut membuat pria itu terdorong beberapa langkah ke belakang.
Zixia tersenyum tapi senyumnya tidak memasuki mata, Zixia berjalan mendekat pada pria itu lalu memberikan tamparan keras membuat wajah pria itu memerah. "Aku bukan orang yang sabar, aku juga bukan orang yang bisa kau injak seenaknya dan aku adalah nyonya di rumah ini. He Yidu tidak ada di rumah, dia berada di luar saat ini, dia sedang bekerja mencari uang dan masa depan untuk anak-anaknya kelak." Zixia menatap tajam pemuda itu lalu meludah jijik.
"Awalnya aku berniat membantu ibumu tapi karena kau berencana mencelakai diriku maka aku mengurungkan niat muliaku. Kau cari sendiri tabib istana, kau cari sendiri uang untuk mengobati dirinya," usir Zixia dengan lambaian tangan.
Zixia berjalan masuk di bawah tatapan dua suaminya, setelah mereka tidak melihat punggung Zixia lagi keduanya langsung berbalik dengan tatapan tajam yang terlihat mematikan. Mereka melangkah perlahan ke arah pemuda itu dengan senyum yang terlihat menakutkan, ke-duanya mendekat memegang bahu pria itu dengan satu tangan lalu mengangkatnya tanpa menggunakan kekuatan sedang.
Pria itu dilempar begitu saja oleh dua suami Zixia seolah tubuh pria itu tidak memiliki tenaga. Setelah terlempar jauh pria itu mendengus sambil memegang dadanya, rasa sakit menyebabkan pria itu tidak mampu berdiri tegak.
Dia hanya berani berdiri di sana menunggu He Yidu datang untuk melaporkan kondisi ibu mereka. He Yuan sedang menangis sedih di ranjangnya, keperawanan yang ia jaga untuk pangeran satu-satunya telah direnggut oleh pria yang dia bawa dari luar perbatasan kemarin.
Selain kehilangan hal yang dijaganya itu, He Yuan juga mengalami bengkak, memerah, perih serta luka di bagian bawah. "Cepat panggilkan aku Tabib kerajaan! Aku butuh dia sekarang juga," teriak He Yuan dengan suara keras yang menggelegar.
Dia menendang adik laki-laki Liu Zixia itu turun dari ranjang menyebabkan suara dentuman keras. Meski sudah jatuh seperti itu, Liu Fu tidak kunjung sadar juga.
He Yuan melihat dua pelayan masuk ke dalam kamarnya menarik pria yang jatuh dengan segera membawanya dengan cepat ke kamar sebelah yang telah disiapkan. Mau tidak mau, suka tidak suka He Yuan harus menjadikan Liu Fu sebagai suami ke-duanya.
Setelah meletakkan Liu Fu, pelayan itu kembali ke kamar He Yuan dengan kepala tertunduk. "Maaf, Yang Mulia! Semenjak Ibu Anda membuat keributan di kediaman He Yidu, kita tidak diizinkan untuk masuk ke istana lagi. Jangankan untuk memanggil Tabib untuk sampai ke pintu istana saja kita sudah tidak bisa, Yang Mulia!" Salah satu pelayan mencoba berbicara.
Dia tidak berani mengangkat kepala karena He Yuan adalah sosok yang kejam, He Yuan semakin murka, ia melempar apa saja yang ada di atas meja ke bawah lalu berteriak keras untuk meluapkan kemarahannya.