
"Apakah cemburu tidak menyakiti hatimu?" tanya Liu Zixia saat melihat Ye Lian masuk ke kamar mereka.
Liu Zixia tersenyum kecil ketika ingat tingkah marah dan cemburu Ye Lian, suaminya.
"Aku belum banyak menghabiskan waktu denganmu dan tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan mengaku akan menjadi selirmu yang berikutnya. Lalu aku bisa apa selain marah?" tanya Ye Lian cemberut.
Dia tahu istrinya yang cantik ini tidak akan melukai perasaannya tapi dia benar-benar sedang pada fase itu sekarang.
Ye Lian merasa dirinya belum benar-benar menaklukkan hati Liu Zixia. Dia takut tidak dicintai seperti Ayah Kaisarnya meskipun beliau adalah seorang raja yang memimpin negara hanya karena selir ibunya lebih tampan dan menarik.
Liu Zixia yang pernah merasakan di posisi Ye Lian tersenyum manis. Dengan langkah cepat ia mendekati Ye Lian.
"Aku akan memperlakukan dirimu dengan baik dan juga sama seperti sekarang jika kau menjadi anak yang baik. Aku juga tidak ingin punya banyak suami tapi ibu Permaisurimu berkata mau tidak mau, suka ataupun tidak aku harus memiliki setidaknya tujuh suami jika terus ingin bersamamu." Liu Zixia tersenyum sembari mengusap wajah Ye Lian lembut.
Terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Liu Zixia barusan mata Ye Lian melebar dengan mulut menganga.
"Kapan ibu mengatakan itu padamu?" tanya Ye Lian marah, ibunya benar-benar tahu cara menghancurkan perasaan yang dimilikinya.
"Dia mengirim surat ke kerajaan Yuhuan saat aku diculik oleh Lin Yuhua. Lin Yuhua bisa menculik dan menikahi diriku itu semua karena bantuan Ibu Permaisurimu." Liu Zixia menjawab dengan ragu-ragu.
Sungguh Liu Zixia tidak ingin menghancurkan hubungan Ye Lian dan ibunya tapi jika dilihat dari sudut mata perebutan kekuasaan dan kasih sayang.
"Kau tahu Zixia? Sedari dulu setelah aku dilahirkan, aku tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang Ibu. Ibu Permaisuri hanya membiarkan aku bersama perawat yang basah setiap hari," keluh Ye Lian dengan wajah masam.
Liu Zixia terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Ye Lian, pasalnya siapa yang tidak ingin menjadi Permaisuri dan mengatur negara.
Apalagi di kerajaan Angkrea, wanita begitu dipuja dan dihormati. Status wanita sangat kuat dan tinggi apalagi yang menyebabkan ibu Ye Lian tidak menyukainya.
"Sebenarnya ibu tidak ingin menikah dengan Ayahanda Kaisar tapi beliau dipaksa oleh orangtuanya karena itu, Ibu menikah dengan Ayah. Sehari setelah menikah dengan Ayah ibu langsung menikah dengan pria yang dia cintai," ujar Ye Lian dengan sedih.
"Ayah yang mencintai Ibu merasa sedih namun beliau tidak bisa berbuat banyak karena hukum Angkrea hanya mengizinkan istri boleh hamil anak selir setelah melahirkan anak suami sah ibu terpaksa hamil diriku dan melahirkan sebelum melahirkan anak-anak lain dari Selir yang dipilih dan dicintainya."
Liu Zixia terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Ye Lian. Ternyata hukum melindungi wanita malah menyakiti hati para pria.
"Apakah Ayah Kaisar mencintai Ibu Permaisurimu?" tanya Liu Zixia pelan dan ragu.
Tanpa melihat pada Liu Zixia yang menanti jawabannya, Ye Lian mengangguk dengan cepat.
"Ya, Ayah Kaisar mengatakan lelaki mana yang tidak jatuh cinta pada istrinya jika dia hanya ditakdirkan untuk menikahi satu wanita saja seumur hidup ini."