
"Aku calon gurunya sekaligus ... dan aku berhak untuk mengetahui apa saja yang dia lakukan karena aku akan mengajarinya pagi-pagi sekali." Ling Zhi terdiam dan akhirnya mengambil keuntungan dari posisinya sebagai guru Liu Zixia.
"Sudahlah," ujar Liu Zixia sembari menarik Ye Lian ke sampingnya.
Liu Zixia memilih untuk duduk dan dia menepuk kursi di sampingnya agar Ye Lian ikut duduk.
"Kau harus makan yang banyak mulai saat ini, lihatlah tubuh kecil ini! Kau seperti kekurangan gizi, padahal kau itu seorang Putri Mahkota kerajaan Angkrea." Ling Zhi menyindir Ye Lian.
"Kau bisa diam tidak?" Liu Zixia yang bosan dengan Ling Zhi yang terus-menerus mencari gara-gara dengan Ye Lian akhirnya angkat bicara.
"Apa hubungannya badanku yang kurus dengan posisiku sebagai Putri Mahkota Angkrea? Aku beberapa ditahan oleh seorang lelaki kurang ajar dan tidak dirawat dengan baik, apa kau pikir jika bukan untuk mengalahkan pria itu aku akan mencarimu?" tanya Liu Zixia dengan malas.
"Jangan terus-menerus membela laki-lakimu! Ini urusan antara aku dan dirinya, sebaiknya kau tidak ikut campur karena kau hanya perlu diam! Sebagai seorang istri yang harus menikahi banyak suami kau harusnya bersikap adil dan jangan berat sebelah dalam kasih sayang!" ejek Ling Zhi pada pembelaan yang diberikan Liu Zixia.
"Lalu kau mau apa? Tubuh ini milikku, hati ini milikku dan kau tidak berh--" ucapan Liu Zixia terpotong saat rasa sakit menyerang kepalanya.
Ling Zhi yang melihat itu langsung mendekat ke arah Liu Zixia. Ling Zhi dengan cekatan menekan titik akupuntur yang terletak di belakang leher Liu Zixia yang menyebabkan dia langsung pingsan.
"Aku katakan kepadamu!" Ling Zhi menatap tajam pada Ye Lian. Tatapan membunuh yang diberikan Ling Zhi membuat Ye Lian merasa bersalah.
"Aku tidak pernah memanfaatkan kelemahan Liu Zixia, dia sendiri yang ingin membelaku!" Ye Lian membela diri dengan cepat.
"Kalau begitu menjauhlah darinya untuk sementara. Kau itu lemah dan tidak bisa melindungi dirimu sendiri, jangan berharap kau bisa melindungi Liu Zixia jika kau terus seperti ini!" ejek Ling Zhi lagi.
Ling Zhi mengangkat Liu Zixia ke kamarnya sedangkan Ye Lian dibuat termenung setelah mendengar kata-kata Ling Zhi.
Ye Lian menggepalkan tangannya marah, dia memang terlalu lemah sekarang. Dulu Liu Zixia diambil dengan mudah dari tangannya oleh Lin Yuhua dan sekarang dia harus rela mengalah dari Ling Zhi.
"Aku harus kuat dan semakin kuat. Aku harus melindungi Liu Zixia dengan kekuatan dan dia melindungi diriku dengan cintanya." Ye Lian bertekad untuk tidak akan membiarkan orang lain menghinanya lagi.
Ling Zhi yang telah membawa Liu Zixia ke kamarnya meletakkan Liu Zixia di tempat tidur dengan hati-hati.
"Kenapa Zixia? Kenapa? Kenapa hanya aku yang memiliki fragmen kenangan masa lalu kita? Kenapa kau begitu melindungi dia? Apa karena dia dulu mati-matian melindungimu sampai titik darah penghabisan?" tanya Ling Zhi putus asa pada Liu Zixia yang masih pingsan.
"Kenapa kau begitu menjaganya? Apa karena dulu dia yang rela maju saat pertama kali dunia menghinamu? Apa karena dia selalu memberimu kepercayaan meski kau melukainya dengan memilih si keparat itu?" tanya Ling Zhi lagi dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Kenapa Zixia? Kenapa hanya aku yang memiliki ingatan masa lalu kita? Di antara kami apakah aku yang hanya mendapatkan luka seperti ini?"