Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#45


Ling Zhi terus bertanya dengan air mata yang mengalir di pipinya. Ru Ansan yang terbang memutar di dalam dimensi di dalam gelang akhirnya tidak tahan lagi dengan pertanyaan yang terus-menerus dilontarkan oleh Ling Zhi.


"Kau selalu bertanya mengapa? Kau ingin tahu apa jawabannya?" tanya Ru Ansan tiba-tiba yang berhasil membuat Ling Zhi terkejut walau sebentar.


"Itu karena ikatan kuat yang langsung terjalin pada mereka berdua, Kenapa ingatan Liu Zixia tersegel? Itu semua untuk memudahkan kalian membuatnya jatuh cinta dan bisa bersamanya."


"Jika ingatannya tidak tersegel bagaimana mungkin dia bisa bersama dengan orang-orang yang telah berjuang bersamanya. Rasa bersalah yang dalam di hatinya pasti akan membuat Liu Zixia lama menolak kalian semua." Ru Ansan menatap tajam pada Ling Zhi.


Ling Zhi yang mendengar ucapan Ru Ansan yang selama ini tidak pernah ditemuinya akhirnya tersadar dan menghapus air matanya yang jatuh mengalir deras.


Ling Zhi ingat bagaimana perjuangan mereka untuk melindungi Liu Zixia yang sombong, bangga seperti merak dan juga tidak ingin mengakui siapapun.


Liu Zixia yang memandang rendah dunia yang baginya sangat kecil dan selalu ingin terbang tinggi ke dunia lainnya yang damai.


"Kau ingat bagaimana caranya mati kan?" tanya Ru Ansan sembari duduk menikmati semilir laut siang yang menerpa tubuh kecilnya.


Ling Zhi mengangguk dengan cepat, Liu Zixia yang sombong akhirnya memilih mati bunuh diri karena hancur melihat perjuangan orang-orang hebat yang melindunginya dengan nyawa mereka.


"Kekuatan Liu Zixia sengaja di segel dan hanya terbuka ketika kalian semua sudah berkumpul di sisinya satu-persatu. Hanya saja aku tidak tahu apakah kekuatan yang dimilikinya bertambah atau berkurang.


Ling Zhi mengingat masa lalu dengan kepedihan, bagaimana dengan sombong dan angkuhnya Liu Zixia menantang dunia tanpa mau bergantung pada mereka orang-orang terdekatnya.


"Jagalah dia sebaik mungkin dari sekarang! Jangan terus-menerus memaksanya mengingat masa lalu yang malah membuatnya kesakitan. Kau harus tahu, suatu saat masa lalu itu akan datang menemuinya dengan sendiri." Ru Ansan menasehati Ling Zhi sebelum menghilang.


Hingga dia ingin terbang tinggi ke negara lainnya untuk menuntut ilmu lebih tinggi.


Namun Liu Zixia lupa, di atas langit masih ada langit. Dia diburu karena memiliki tubuh fisik yang sangat istimewa, di mana tubuhnya dapat dengan cepat meningkatkan kemampuan menyerap unsur qi.


Dan Liu Zixia memiliki dantian yang luas hingga menjadi rebutan banyak orang. Liu Zixia melihat bagaimana satu-persatu orang-orang yang peduli padanya mati akibat melindunginya dari orang-orang serakah itu.


Namun Liu Zixia memilih mati dan bunuh diri agar bisa bersama-sama mati dengan orang-orang yang melindunginya.


"Hari ini aku mati hanya untuk membalas dendam pada kalian yang telah mengincar diriku. Dendam ini akan terus kubawa mati sampai nanti aku bertemu kalian lagi dalam kehidupan lain," ancaman yang dilontarkan Liu Zixia saat ia memilih bunuh diri dengan menghancurkan dantian miliknya.


Ling Zhi masih ingat sebelum kematiannya ada seekor burung besar yang hinggap dan menyelimuti tubuh Liu Zixia sebelum tubuh itu meledak dan hancur.


Membuat semua orang yang ingin mengambil tubuh dan dantiannya melongo tidak percaya atas apa yang dilihatnya.


"Apakah kau juga reinkarnasi burung besar bodoh itu?" tanya Ling Zhi tanpa menyadari kalau Ru Ansan telah pergi meninggalkannya.


*


Liu Zixia adalah putri paling berharga dari adik perempuan Kaisar kerajaan Ming, dia belajar semua itu seorang diri melalui latihan yang diperlihatkan oleh kakaknya.


Liu Zixia selalu menolak perjodohan yang datang padanya karena dia takut menyakiti orang-orang yang nanti berada di sisinya.