
Gadis cantik itu kembali menuju ke penginapan tempatnya tinggal sementara, ketika masuk dan melihat pelayan penghangat ranjang miliknya, pikirannya berkelana pada Lin Yuhua serta beberapa pria yang mengelilingi Liu Zixia tadi siang selama acara pernikahan Lin Yunzia.
"Pelayannya saja tampan apalagi suaminya, gadis itu benar-benar beruntung sekali. Aku harus mendapatkan apa yang menjadi miliknya, aku ini seorang putri, kedudukan milikku tinggi dan lebih penting aku adalah satu-satunya anak perempuan Raja. Semua Kakakku mencintaiku, memberikan apa yang aku miliki, aku yakin dia pasti akan menuruti apa yang aku inginkan." Gadis itu berbicara dengan penuh percaya diri.
Ia mendekati pelayan yang menjadi penghangat ranjangnya, membelai pipi pria itu dengan jari tengahnya sebelum mendorong pria itu ke tempat tidur. Ia melepas pakaiannya lalu duduk di tempat tidur dengan posisi tercela.
"Layani aku! Ketika aku mendapatkan suami sah maka kedudukanmu akan naik setingkat menjadi selir rendah. Itupun kalau kau bisa membuat aku puas," ujar gadis itu dengan suara rendah.
Pria itu bangkit, dia ikut melepas semua pakaian yang dimilikinya lalu duduk menghadap sang putri sejajar dengan lututnya untuk memberikan kesenangan. Tidak lama kemudian, suara-suara tercela terdengar dari dalam kamar. Tapi yang dibayangkan oleh gadis itu adalah wajah tampan Lin Yuhua yang tadi dia temui di pesta.
Esok paginya Lin Yuhua bergegas ke istana, dengan penampilan anggun yang dia miliki setiap mata tanpa sadar melirik ke mana saja kakinya melangkah. Termasuk mata gadis yang kemarin memimpikan dirinya, Lin Yuhua memasuki istana dengan santai membuat gadis itu mengernyit heran sekaligus bingung.
"Ayah, aku melihat pria itu lagi. Dia memasuki istana tanpa ada yang menghentikan dirinya, Ayah! Apakah dia seorang yang memiliki jabatan? Kalau iya aku mau dia menjadi salah satu selirku," bisik gadis itu riang penuh dengan kegembiraan.
Ia menarik-narik baju yang dipakai pria paruh baya itu dengan penuh semangat, binar matanya begitu terlihat serakah hingga siapa saja akan mencemooh dengan cara menjijikkan.
"Tenanglah! Ayah akan menanyakan pada Kaisar Yuhuan terlebih dahulu, Ayah kira dia pelayan jika pelayan maka akan lebih mudah mendapatkannya untukmu. Tapi kalau dia memiliki jabatan serta kekuasaan maka semuanya akan terasa sulit, sebab Yuhuan bukanlah kekaisaran yang mudah ditindas. Mereka memiliki pelindung yang memiliki kekuatan kuat yang tidak mampu dilawan siapapun." Pria paruh baya itu menyentuh lembut rambut putrinya.
Dia menuju pelayan istana yang berkeliaran di sana-sini untuk membereskan kekacauan acara kemarin.
"Di mana Kasim yang melayani Kaisar Yuhuan? Aku ingin bertemu dengannya untuk meminta pertemuan," ujar pria paruh baya itu dengan tegas.
Pelayan itu mengernyit sebelum menunjuk pada sekumpulan Kasim yang sedang berdiskusi, mereka kadang tertawa dan kadang akan berbisik ke telinga satu sama lain. Pria paruh baya itu berjalan pada sekumpulan Kasim itu, dia menilai dari pakaian yang dikenakan para Kasim lalu menemukan satu-satunya Kasim dengan pakaian berbeda.
Kasim itu tampak mengernyit, dia menatap pria di depannya seolah mengukur sebelum berjalan ke sebuah bangunan. Bangunan itu mengarah pada sebuah halaman di mana Yunzia tinggal bersama istrinya.
Tawa lembut seorang wanita terdengar memasuki telinga si Kasim saat ia sampai di halaman itu. Di dalam kamar, Lin Yunzia dengan wajah masam melihat pada Zhang Ziyi yang baru saja dia nikahi kemarin.
Zhang Ziyi menertawakan dirinya karena mabuk dan tidak bisa melakukan apapun kemarin malam, mereka hanya tidur biasa tanpa melewati malam pertama yang sempurna layaknya pasangan lain.
"Teruslah tertawa, aku akan membuatmu tidak bisa berjalan sesudah ini." Lin Yunzia dengan wajah masam memberi peringatan.
Seringai di bibirnya dapat menjelaskan semua yang ada di dalam pikiran Lin Yunzia membuat gadis cantik itu meneguk ludah tanpa sadar. Melihat istrinya diam, Lin Yunzia merasa senang.
"Yang Mulia! Raja dari kerajaan awan ingin bertemu denganmu, dia mengatakan ada hal penting yang ingin dibicarakan." Kasim itu mengatakan apa yang ingin diucapkannya dari luar kamar.
"Yang Mulia! Jenderal Agung Yuhuan ada di ruang belajar Anda, ada hal penting yang ingin beliau katakan." Kasim yang dulu melayani Lin Yuhua juga datang membawa pengumuman pada saat bersamaan.
Lin Yunzia mengernyit, bibirnya mencebik tidak suka saat waktunya bersama sang istri terganggu oleh orang-orang yang datang.
"Hem-hem, katakan pada mereka untuk datang lagi siang nanti. Aku ingin menghabiskan waktu bersama istriku dulu," tolak Lin Yunzia cepat.
Ia menarik Zhang Ziyi mendekat lalu mendorong istrinya itu ke tempat tidur. Zhang Ziyi menelan ludahnya saat melihat tatapan penuh cinta yang diberikan Lin Yunzia padanya. Ingin Zhang Ziyi mendorong Lin Yunzia agar bergeser tetapi kekuatan yang dimiliki Yunzia begitu kuat.