
Makhluk aneh itu tengah memainkan sesuatu menggunakan tangannya yang berjumlah delapan, matanya berwarna biru tua makhluk itu tidak memiliki hidung hanya memiliki mulut kecil yang ketika terbuka akan menjadi begitu lebar sehingga seekor sapi bisa masuk ke dalam mulutnya.
"Makanan lezat datang lagi, aku benar-benar diberi keberuntungan datang ke sini. Hai manusia! Berikan aku wanita yang ada di dalam kereta maka kau akan aku bebaskan." Makhluk dengan bulu seperti beruang itu melompat dari sudut yang ada di dalam ruangan itu. Mulut besar menjijikkan miliknya terbuka dan menutup meneteskan beberapa air liur yang bercampur cairan merah.
Lin Yuhua tidak menjawab sama sekali, matanya memindai seluruh ruangan untuk melihat apakah ada dari penduduk desa ini yang masih bisa diselamatkan. Ketika ia melihat sekumpulan orang yang masih terikat dalam keadaan tidak sadarkan diri Lin Yuhua menghembuskan napas panjang yang keruh.
Dari ratusan jumlah penduduk yang ada di desa ini hanya beberapa kelompok kecil yang masih hidup. Di antaranya tidak ada lagi anak kecil maupun wanita hamil yang dapat ditemukan dalam kelompok yang masih hidup itu.
Kerangka yang berserakan di dalam ruangan menjelaskan bahwa iblis yang bergelantungan itu tidak memangsa mereka dengan tulangnya. Iblis itu yang melihat tidak ada perubahan di wajah Lin Yuhua mengernyit, ia melihat pada alat musik yang tengah dimainkannya itu berulang kali sebelum pada akhirnya dia menghentikan permainan musik itu.
"Ayolah manusia! Berikan aku wanita cantik itu dan hidupmu akan aman! Sama seperti beberapa orang di desa ini yang aku lepaskan karena mau memberikan wanitanya kepadaku." Iblis itu turun dari tempatnya bergelantungan berjalan pelan menuju ke arah Lin Yuhua.
Dia merasa Lin Yuhua bukanlah orang biasa, 'Aku merasa dia memiliki kekuatan yang kuat sama seperti orang-orang di benua atas, aku tidak bisa meremehkan dirinya! Tapi jika aku bisa memakannya maka kekuatanku akan meningkat dengan cepat, aku bisa menjadi tidak terkalahkan di sini lalu bisa makan sepuasnya tanpa perlu khawatir lagi.' Iblis itu berpikir di dalam hati dengan senyum menakutkan.
Lin Yuhua yang tahu jalan pikiran iblis itu menoleh, mata tajamnya yang dingin menatap iblis itu dengan pandangan meremehkan sebelum pada akhirnya dia terbang cepat menuju iblis itu. Terkejut, iblis yang tidak berada dalam mode pertarungan itu langsung bergerak mundur namun begitu terlambat hingga sebuah luka menganga tercipta di bagian bahunya.
"Beraninya kau menyerangku! Aku akan melahapmu, bahkan tidak akan meninggalkan tulangmu sama sekali." Iblis itu berteriak marah.
Ia menyerang Lin Yuhua dengan gerakan membabi buta, tidak satu pun dari puluhan serangan yang ia lakukan mengenai Lin Yuhua. Berbeda dengan dirinya yang mendapatkan beberapa luka tambahan bahkan satu tangannya juga menghilang akibat tebasan dari angin yang diciptakan kekuatan Lin Yuhua.
Meras terpojok, iblis itu membuka mulutnya dengan lebar berniat untuk menghisap Lin Yuhua dan menyelesaikan pertarungan mereka secepat mungkin sebab ia merasa tenaganya mulai terkuras tidak bersisa. Di luar, Long Ze mengumpulkan kerangka yang berserakan lalu membakar semuanya menjadi satu.
Asap tebal dengan bau aneh melayang di udara, Long Ze juga menurunkan apa yang tergantung itu lalu membakar semuanya dengan cepat. Iblis yang berada di dalam ruangan semakin marah saat melihat kepulan asap di udara yang masuk ke dalam ruangan.
"Beraninya kalian datang ke mari untuk menganggu, aku akan menghabisi kalian semua!" teriak iblis itu dengan murka.
Dia menyerang secara membabi buta membuat beberapa celah untuk Lin Yuhua menang dalam menghadapi kemarahannya. Lin Yuhua tidak memberikan ampun iblis itu hingga semua tangan iblis tidak lagi tersisa.
Iblis itu dengan lemah tergeletak tidak berdaya, dia bahkan hanya bisa melihat Lin Yuhua membawa orang-orang yang masih hidup ke luar satu-persatu menyisakan mereka yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Terlihat jelas kalau dia tidak menerima kekalahan ini sama sekali, dia dengan sekuat tenaga mencoba merangkak berdiri. Mulutnya melafalkan sebuah mantra entah bertujuan untuk apa? Saat dia merasa akan bisa menyelesaikan mantra itu sebuah pedang panjang membuat dia terdiam dengan mata melebar tidak percaya.
Sebelum dia bisa mengerti apa yang terjadi api besar melahap kediaman itu menampilkan mata merah darah Lin Yuhua yang menatapnya dengan pandangan menghina.
"Jika kau ingin bermain trik murahan jangan melakukannya di depanku! Aku bukanlah orang yang sabar, menghidupkan mereka yang sudah kau makan apa kau pikir aku ini bodoh. Mantra yang kau gunakan adalah mantra paling rendah dan kau masih bersikap sombong dihadapanku dasar sampah," ejek Lin Yuhua.
Lin Yuhua ke luar dari ruangan itu setelah api semakin besar. Api itu melahap apa saja yang ada di dalam ruangan seolah ada sesuatu yang menggerakkan serta memerintahkannya. Long Ze juga telah selesai membakar bagian yang ada di luar, api besar yang aneh itu berkobar cukup lama sebelum berhenti dengan sendirinya meninggalkan sisa abu dan puing-puing bangunan.
"Bagaimana dengan penduduk yang tersisa?" tanya Ling Zhi yang muncul dari dalam kereta.
Ling Zhi melihat bangunan sekitar yang mungkin akan meninggalkan luka mendalam bagi penduduk yang selamat. Namun untuk pergi mereka juga tidak akan bisa karena tempat ini penuh dengan kenangan serta kebahagiaan mereka di masa lalu.
"Bangunkan mereka! Kita bisa menanyakan apakah mereka ingin tetap tinggal di sini atau dikirim ke desa terdekat untuk bertahan hidup. Lagipula desa ini masih layak untuk ditinggali meski tidak lagi seramai dulu," tukas Lin Yuhua dengan mata memindai di sekitar.
Lin Yuhua mencoba melihat apakah masih ada lagi iblis lain yang bersembunyi di sekitar tempat itu. Ling Zhi mengeluarkan air dalam kantong penyimpanan miliknya yang berada di pinggang, dia memercikkan air ke wajah penduduk desa yang masih hidup namun pingsan itu untuk membuat mereka bangun satu-persatu.
Saat terbangun, ada beberapa wanita yang berteriak histeris dengan suara melengking yang menyebabkan telinga seseorang rusak. Sedangkan lelaki yang bangun hanya melihat sekeliling untuk memeriksa keadaan sebelum kemudian menghembuskan napas lega.
"Kita masih hidup," bisik mereka dengan suara dipenuhi kelegaan.
Lin Yuhua menatap mereka satu-persatu sebelum berlalu pergi menaiki kereta. Ling Zhi berserta Long Ze yang ditinggalkan begitu saja hanya bisa menatap tajam punggung Lin Yuhua, untuk marah mereka masih belum memiliki keberanian sedikit pun.
"Kami hanya ingin menanyakan sesuatu pada kalian, apakah masih tetap tinggal di sini atau ingin pindah ke desa lain. Jika kalian ingin pindah kami bisa membantu mencarikan kereta serta memberi sedikit uang untuk membeli tanah atau untuk membuat usaha agar bisa bertahan hidup." Long Ze pada akhirnya memilih berbicara.
Penduduk yang tersisa saling memandang satu sama lain sebelum berkumpul membentuk lingkaran. Mereka berunding cukup lama sebelum salah satu dari mereka ke luar untuk berbicara.