Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#23


Lin Yuhua menikmati kegiatan yang dilakukan yang dilakukannya dengan Yu Zixia. Berbeda dengan Yu Zixia yang menampilkan raut wajah bingung sembari berusaha mengingat apa yang sedang terjadi.


Sesekali dia akan kehilangan fokus dan kembali digiring oleh Lin Yuhua ke dunia nyata.


"Kau menculik dan membawaku ke sini. Apa kau sudah mengatakan semuanya pada suamiku?" tanya Yu Zixia berusaha menahan gairah yang meluap-luap di dalam hatinya akibat rangsangan dan sentuhan tangan Lin Yuhua.


"Kenapa aku harus meminta izinnya sedangkan kau adalah milikku, istriku dan hanya akan melahirkan anak-anak untukku," sahut Lin Yuhua menahan desissannya akibat menerima kenikmatan yang luar biasa.


Bosan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yu Zixia sedari tadi. Lin Yuhua memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya melalui tautan mulut mereka.


"Apa yang kau berikan padaku?" tanya Yu Zixia marah, kerongkongannya terasa panas dan terbakar. Perutnya terasa melilit dengan tubuh yang langsung terasa panas haus akan sentuhan dan belaian.


"Hanya sekedar penyemangat kita, aku bosan mendengarkan ocehanmu tentang pria lain." Lin Yuhua mempercepat gerakannya mencari kepuasan yang sudah lama tak dirasakannya.


Menjelang pagi Lin Yuhua baru berhenti setelah melihat Yu Zixia pingsan lagi setelah berulangkali di jamah olehnya.


"Cepatlah hadir kembali sayang, Ayah janji kali ini Ayah akan benar-benar menjaga dan melindungi sekuat tenaga ayah." Lin Yuhua membelai perut rata Yu Zixia.


Bibirnya menyunggingkan senyum penuh kemenangan saat melihat bercak darah di tempat tidur mereka.


Lin Yuhua berbaring di sebelah Yu Zixia dengan tangannya menjadi bantal untuk kepala Yu Zixia satu lagi memeluk Yu Zixia agar tidak kabur ketika bangun nanti.


Mereka bangun di siang hari saat matahari telah berada di atas kepala. Lin Yuhua tersenyum senang saat bangun pertama kali dan menemukan Yu Zixia kembali berada dalam pelukannya.


Lin Yuhua tak beranjak sedikitpun, dia terus memandang wajah damai Yu Zixia yang sudah lama tak dilihatnya.


"Nghhh," Yu Zixia bangun sembari meregangkan tubuhnya.


Hanya sekejap rasa sakit langsung menyerang di beberapa bagian tubuhnya apalagi di bagian pangkal pahanya.


Di sana tidak hanya terasa perih tetapi juga terasa pegal dan sakit.


"Sudah bangun sayang?" tanya Lin Yuhua lembut sembari memberi kecupan-kecupan kecil di wajah dan bibir Yu Zixia.


"Sakit semuanya, kenapa kau bisa berubah menjadi sebuas itu? Apa wanita-wanitamu di istana ini tak melayani dirimu dengan baik? Apa kekasihmu masih belum bisa melayani dirimu?" sindir Yu Zixia sembari mencoba untuk duduk.


"Aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain dirimu dan Ruan Zu. Kalian berdua yang pernah kujamah dan mengandung anak sahku," ujar Lin Yuhua berusaha memperjelas hubungannya.


"Terserah aku tidak peduli sedikitpun, bagiku kau adalah orang yang kejam yang harus aku jauhi." Yu Zixia berhasil untuk duduk Dnegan benar ketika ia hendak berdiri Lin Yuhua kembali menariknya hingga kembali jatuh ke belakang.


"Kau mau kemana?" tanya Lin Yuhua dengan suara serak yang nampaknya kembali bergairah.


"Tentu saja mandi, aku tidak bisa lama-lama dengan keadaan seperti ini." Yu Zixia berusaha menarik tubuhnya dari dekapan Lin Yuhua.


"Kita masih belum selesai,"