Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#63


"Aku di sini!" teriak Liu Zixia dari lantai atas, suaranya yang bertambah lembut membuat semua orang langsung menoleh mencari asal suara.


"Kenapa kau bisa muncul di sana?" tanya Ling Zhi heran. Mereka sudah mencarinya dari tadi tapi tak berhasil menemukan Liu Zixia di lantai atas.


Sekarang tiba-tiba saja dia muncul dari lantai atas dan berteriak ke arah mereka. Hal ini sukses membuat ketiga pria itu mengunakan qinggong untuk sampai di tempat Liu Zixia dengan cepat.


"Kau! Bagaimana kau bisa muncul di sini? Sedari tadi kami mencarimu tapi tidak jua ditemukan dan sekarang kau muncul begitu saja. Cepat katakan!" desak Long Ze saat sampai terlebih dahulu didekat Liu Zixia.


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua," ujar Liu Zixia saat akhirnya semua suaminya telah berdiri didekatnya.


"Mengatakan apa?" tanya Ye Lian dengan alis terangkat.


Ye Lian memeriksa seluruh tubuh Liu Zixia untuk memastikan tidak ada luka di tubuh itu. Setelah memastikan bahwa Liu Zixia baik-baik saja Ye Lian akhirnya bisa menghembuskan nafas lega dan merasa tenang.


"Masuk ke kamar!" ajak Liu Zixia sembari menarik tangan Ye Lian.


Melihat hanya Ye Lian yang ditarik oleh Liu Zixia Long Ze menjadi cemberut dan kesal. Berbeda dengan Ling Zhi yang terlihat santai dan acuh tak acuh karena telah terbiasa memakan makanan anjing seperti itu.


"Kau harus sabar dan mampu bertahan, Liu Zixia peduli dengan Ye Lian karena Ye Lian orang pertama yang percaya dan mendukungnya dalam melakukan apapun." Ling Zhi menepuk bahu Long Ze ringan sebelum berlalu mengikuti langkah kaki Liu Zixia.


"Hah, mau bagaimana lagi. Bisa didekatnya lagi sudah merupakan anugerah terindah untukku." Long Ze menghembuskan nafas pasrah dan juga mengikuti langkah kaki Ling Zhi menuju kamar.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian semua dan aku harap kalian tidak banyak bertanya karena aku juga tidak tahu apa dan bagaimana itu bisa terjadi." Liu Zixia duduk ditepi tempat tidur.


Dia menatap satu-persatu orang-orang yang ada di dalam ruangan itu dengan wajah menyakinkan.


"Aku diberi sebuah gelang oleh guruku dahulu, gelang itu awalnya hanya sebagai pajangan dan aku gunakan setiap hari. Namun suatu hari aku mencoba bunuh diri dan darahku mengenai gelang giok itu." Liu Zixia berhenti berbicara.


Lagi, dia menatap satu-persatu wajah suaminya. Melihat raut wajah mereka tidak berubah dia kembali menghembuskan nafas lega.


Di sana ada guratan biru dan ungu terlihat jelas membalut tangannya yang membuat Liu Zixia bingung sekaligus heran.


Bentuknya berubah jauh dari jejak yang ada terakhir kali. Liu Zixia merasakan aliran energi di tubuhnya juga lebih stabil dan lebih menyegarkan.


"Tanda ini?" Ling Zhi yang melihat tanda itu langsung mendekat dan menyentuhnya dengan cepat.


"Kenapa dengan tanda ini?" tanya Liu Zixia heran melihat respon yang ditunjukkan oleh Ling Zhi.


Long Ze yang melihat itu juga akhirnya tersenyum cemerlang.


'Dia benar-benar Liu Zixia milikku! Bahkan dimensi ruang miliknya tetap menyusul dirinya ke sini.' Long Ze membatin.


"Tidak apa-apa," ujar Ling Zhi menggelengkan kepalanya.


"Kau memiliki dimensi ruang?" tanya Long Ze santai dan dibalas anggukan kepala oleh Liu Zixia.


"Darimana kau tahu? Padahal guru saja tidak mengetahui semua itu," keluh Liu Zixia dengan wajah masam.


Mu Huang memang memberikan gelang itu padanya karena gelang itu gelang pusaka dan bisa menyebabkan pemiliknya hidup kembali di tubuh lain.


Tapi Mu Huang tidak mengatakan dengan jelas apa dan bagaimana cara kerja gelang itu dan beberapa kali dia bisa bangkit kembali.


"Kami mengetahui semua itu karena hal ini pernah terjadi bagi seseorang yang penting untuk kami dulu." Ling Zhi menjawab dengan cepat.


Ling Zhi tidak ingin Long Ze keceplosan dan membuat Liu Zixia terpaksa mengingat masa lalu.