Dendam Sang Permaisuri

Dendam Sang Permaisuri
#78


Liu Zixia dengan cemberut bersandar pada Lin Yuhua dan menatap jengah pada yang lain. Liu Zixia memang lebih suka bermanja-manja dan lebih suka mengatakan apapun pada Lin Yuhua daripada yang lain.


"Besok-besok kalau kau ingin melakukan apapun jangan lupa mengatakan pada kami. Bahkan jika kau ingin makan sekalipun kau harus melapor pada kami juga, apa kau mengerti?" Ling Zhi terlihat kesal sekaligus marah.


Liu Zixia mengangguk-anggukkan kepalanya seolah paham dan mengerti, akan tetapi semuanya tahu jika gadis keras kepala ini tidak akan menuruti apa yang mereka katakan.


Setelah selesai makan, semuanya mulai mengatur posisi tempat tidur dan ada tiga orang yang berjaga untuk melindungi Liu Zixia dan yang lainnya. Ling Zhi dan Lin Yuhua yang mendapat tugas untuk berjaga malam kali ini.


"Kakak Yu aku kedinginan!" rengekan manja itu terdengar dari bibir Liu Zixia saat tangannya terbuka meminta untuk diselimuti.


Lin Yuhua yang sedang bersembunyi di atas pohon akhirnya turun dan berjalan mendekat ke arah Liu Zixia yang memakai pakaian seadanya itu. Liu Zixia dengan manja merentangkan tangan meminta dipeluk sebab baju yang Liu Zixia memang sangat tipis dan tidak mampu melindungi tubuhnya.


Lin Yuhua dengan sigap memeluk tubuh Liu Zixia dan membawanya ke atas pohon. Lin Yuhua mengambil pakaiannya di dalam cincin ruang agar bisa mengusir dingin yang menusuk tubuh Liu Zixia.


Liu Zixia akhirnya tertidur dalam pelukan Lin Yuhua dengan nyaman setelah diberi selimut dan perlindungan lebih.


Ling Zhi menyelesaikan ceritanya kali ini, setelah memastikan kehamilan Liu Zixia orang-orang yang berada di sana mulai melangkah pergi ke luar kamar. Sekarang mereka mengerti, sejauh apapun mereka pergi mereka tidak akan pernah lepas dari bayang-bayang Lin Yuhua.


"Mana pelindung Lin Yuhua itu? Apa dia tidak ikut ke luar bersama kita?" Long Zhe bertanya dengan nada keras.


Ling Zhi yang mendengar ucapan Long Zhe juga melihat kiri dan kanan dan memang matanya tidak menemukan keberadaan Lin Yu sama sekali.


"Dia pasti akan melaporkan kehamilan Liu Zixia pada tuannya itu dan pasti tuannya akan menyuruh dia semakin memperketat pengawasannya pada Liu Zixia. Bagiku itu bagus jadi kita bisa fokus pada pengembangan kekuatan kita agar bisa melindungi Liu Zixia lebih baik lagi."


Semuanya mengangguk dengan senang. Setelah anak pertama lahir maka Liu Zixia diizinkan untuk hamil anak mereka maka mereka harus mempunyai kekuatan untuk melindungi anak mereka dari tangan-tangan jahat.


Tidak lama Liu Zixia terbangun dengan rasa lapar yang menyerang perutnya. Liu Zixia melihat kiri dan kanan hanya untuk menemukan keberadaan Lin Yu di sekelilingnya. Lin Yu terlihat memasang sesuatu di sekitar ruangan dan itu membuat rasa penasaran Liu Zixia bangkit mengalahkan rasa lapar yang mendera jiwanya.


"Kau sedang apa?" tanya Liu Zixia dari belakang punggung Lin Yu.


"Memasang mantra untuk menghilangkan kutukan jahat, kau sedang hamil dan aku harus menjaga bayi itu untuk tetap sehat sampai lahir. Aku juga harus memastikan kalau dia tumbuh dengan baik." Lin Yu terus menyelimuti ruangan itu dengan mantra.